Dear sdr chingik,
 
sy happy membaca email anda yang melihat kisah kelahiran maupun kematian Buddha dari konteks yang lebih makro. thks for that.
 
banyak sekali upaya kausalya yang dipraktekkan oleh para buddha dan bodhisattva, seperti yang tertera dalam kitab mahayana. Guru sy sendiri, Master Hsuan Hua, pernah mengalami masa sakit yang panjang, dan harus menggunakan tongkat. Beberapa muridnya mengomentari betapa sedihnya mereka melihat keadaan Master Hua. Anehnya, Master Hua langsung menyingkirkan tongkatnya dan berjalan sendiri tanpa dibantu alat apa pun. Setelah itu, baru kita menyadari bahwa Master Hua tidak ingin menolong dirinya sendiri dengan kekuatan batinnya. Dia memilih mengikuti proses alamiah, sekaligus ingin menegaskan hukum ketidakkekalan.
 
Sy rasa posting mengenai kelahiran dan kematian Buddha yang begitu "membumi" kurang arif bijaksana, karena yang mengakses Dharmajala bukan hanya orang buddhis yang telah commit, tapi juga umat buddha yang masih belum yakin betul terhadap buddhadharma sendiri, bahkan mungkin umat agama lain yang akan menggunakan terjemahan tulisan bhikkhu Mettanando sebagai "senjata" untuk melakukan diskriminasi dan provokasi, tanpa adanya kesempatan pembelaan di lapangan. Kalo di posting di milis yang membernya peneliti atau "by invitation only", maka sah-sah saja penulisan bhikkhu mettanando dimuat.
 
Implikasi dari tulisan bhikku mettanando sangat luas: bila tidak ada kisah kelahiran seperti yang dikisahkan, berarti BISA SAJA kisah lainnya seperti kemampuan supernatural Buddha dan para arahat bisa dijadikan sebuah polemik dan dianalisa dari sudut ilmiah. Bila segala sesuatu harus dijelaskan dari sudut pandang ilmiah, berarti otak kita yang baru eksis di kehidupan sekarang ini tidak mungkin bisa mengetahui kelahiran lampau. Bila semuanya harus ditelaah dari batasan biologi dan fisiologi, berarti tidak ada kemampuan menembus dinding seperti yang dikatakan oleh Anguttara Nikaya tentang 3 mukjizat.
 
Implikasi dari semuanya ini adalah sangat berbahaya!
Yang terakhir, seorang guru meditasi yang mengajari meditasi selama 30 tahun tidak berarti dia telah tercerah, dan mampu menembus ke dimensi ruang dan waktu. Bukankah demikian?
Orang yang mempunyai peta ke Roma, dan memberi petunjuk cara kita ke Roma, belum tentu sudah pernah ke Roma.
 
Kadang kala, semakin banyak gelar akademis, semakin banyak rintangan, yang dalam agama buddha disebut dengan konsep "rintangan atas pengetahuan yang diketahui". Justru semakin banyak pengetahuan duniawi yang dimiliki, semakin susah menembus ke pengetahuan adiduniawi, seperti yang dikatakan oleh Ajahn Chah.
 
Harapan sy, semoga posting yang memunculkan polemik demikian tidak ada lagi di kemudian hari.
 
Salam metta,
KM
chingik2003 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
---
Sungguh prihatin sekali atas munculnya perdebatan yang mengarah ke
saling mencela mengenai seputar kelahiran sang Buddha yang dianggap
sbg mitos. Awalnya saya kira topik yang diposting bro.Jimmy ini akan
memberi manfaat, namun ternyata malah mendatangkan efek yang malah
membuat kita menggeleng2kan kepala.
Perlu diketahui agama Buddha adalah agama yang telah mengenyam masa
masa emas maupun masa suram. Timbul tenggelam, menghadapi berbagai
tantangan jaman, berhadapan dengan berbagai ideologi, dan hingga
masa kini, agama Buddha masih menjadi salah satu agama besar dunia.
2500 tahun bukan masa yang singkat. Sang pendiri- Siddhartha
Gautama �V disanjung sekaligus dicela, selama 2500 tahun. Hingga kini
pun masih begitu, dan akan datang tetap saja begitu. Dulu, Sejumlah
orang yang dilahirkan, tumbuh, dewasa, dan kemudian melihat ajaran
Buddha lalu mencelanya, lalu orang itu tua dan mati. Besok besok ada
lagi yang lahir tumbuh dewasa dan melihat ajaran Buddha dan
mencelanya, menghinanya juga, lalu orang itu juga tua dan mati.
Demikian juga mereka yang menyanjungnya, lahir tua sakit dan mati
juga.  Intinya kita kita ini tidak berbeda dengan orang orang masa
lalu, masa kini, masa mendatang. Kita dilibatkan di dalam nya namun
kita tetap saja menjadi diri kita yang bodoh, sombong, fanatik ,
dogmatis, yang tak terhindar dari lahir tua sakit dan mati.
Kita yang yakin dengan Buddha, merasa bangga, fanatik, sok
eksklusif, merasa lebih superior dari para penganut ajaran lain.
Padahal sang Buddha memberi pesan jangan merasa seperti itu, karena
akan menghalangi kita mengembangkan kesucian batin. 
Kita yang benci dengan semua ikon2 ttg Buddha dan umatnya, merasa
syukur tidak menjadi seorang Buddhis, merasa lebih pintar, merasa
lebih hebat, merasa bangga berhasil merendahkan orang lain,
merendahkan guru Buddha, ini itu, dll.  Padahal ajaran baik dari
guru bijak manapun juga tidak menyetujui orang dengan sikap seperti
itu.

Ajaran Buddha adalah bertujuan mentransformasikan pikiran yang buruk
menjadi baik, sehingga efek dari itu akan memberi manfaat kehidupan
yang baik di masa sekarang maupun mendatang, dan pada tingkatan
paling hakiki adalah membimbing kita menuju kedamaian dan
kebahagiaan tertinggi. Jika ternyata topik dari sebuah diskusi
menyangkut ajaran Buddha bukannya membawa ke arah kedamaian dan
kebahagiaan, malah memancing perdebatan dan dll yang bersifat
negatif, membawa ke arah kemerosotan,  maka sebaiknya topik itu
tidak layak ditampilkan lagi. Apa manfaatnya? toh jika mau terus
dibahas, apakah ada titik akhirnya?
Seharusnya juga orang yang mem-posting topik ini harus secara aktif
dalam diskusi itu, jangan hanya memposting dan membiarkan orang lain
berargument begitu saja seperti angin berlalu.  
 
Berikut pendapat saya tentang postingan beberapa orang:
Sdri. Wulandari yang mendambakan sosok Buddha yang manusiawi,
humanis, maka dia bisa temukan manfaatnya disitu. Memang Buddha
adalah manusia. Beliau juga makan dan minum seperti kita, Sutta
telah mencatatnya demikian. Lalu apa pesan dari sosok Buddha yang
seperti itu? Sang Buddha memperlihatkan sosok yang realistis.
Pertama, sebagai manusia, beliau memberi contoh diri beliau bahwa
kesempatan untuk mencapai pencerahan itu ada. Mengapa beliau yang
selalu disanjung sebagai guru para dewa dan manusia tampil sakit
seperti manusia biasa? Hal ini untuk memperlihatkan  tentang hukum
ketidak kekalan berlaku secara universal. Jika beliau tampil sehat
terus, maka para siswa akan terperosot dalam pandangan sesat dan
hanya terpesona utk mengejar tubuh Vajra seperti yang Beliau miliki.
Setiap pola tingkah laku  Buddha selalu ada pesan dharma di
dalamnya. Sosok Buddha yang begitu bersahaja seperti manusia biasa
sebenarnya adalah perwujudan dari seorang  ��pendekar sejati��.
Biasanya pendekar kelas kampung yang mentang2 sudah tahu 5 jurus
sudah belaga aksi sana pamer sini, tapi seorang pendekar sejati yang
ilmunya telah sempurna justru tampil begitu sederhana dan bersahaja.
Maka adalah wajar jika dalam kitab suci ada catatan tentang Buddha
yang bisa jatuh sakit, dll. Jika anda membaca Vimalakirti Nirdesa
Sutra maka anda akan tahu bahwa seorang Buddha bukanlah seperti apa
yang anda bayangkan.        

Sdr. Kongming yang tidak begitu setuju dengan ulasan bhante
Mettanando, memiliki gambaran  Buddha secara lebih istimewa. Ada
benarnya juga.  Walaupun Buddha terlahir sebagai manusia, tidak
berarti Buddha disamakan dengan semua "manusia biasa". Jika cara
lahir sang Buddha harus disamakan dengan hukum normal seperti 
umumnya manusia biasa, maka tentu saja dia tidak akan menjadi
Buddha. Sudah merupakan hukum alam juga bahwa seorang calon Buddha
harus terlahir secara istimewa. Walaupun tampak tidak ilmiah, namun
bukan berarti mustahil. Hal yang tampak tidak ilmiah namun nyata
masih banyak hingga kini, tidak perlu saya sebut satu persatu. Jika
bersikeras untuk mengatakan bahwa hal yang bersifat ilmiah sajalah
yang akan diterima, maka bukankah lebih tepat menjadikan kasus
tentang kejadian ��luar biasa�� pada diri Buddha merupakan kasus
gantung yang perlu diselidiki lebih lanjut, tidak seharusnya membuat
kesimpulan bahwa Buddha sebenarnya tidaklah bisa begini dan begitu.


Mengenai perdebatan sdr. Huangdi dan kawan2, saya rasa mereka
terlalu banyak melibatkan perasaan/emosi dari pada akal budi.
Marilah kita berdiskusi secara sehat, jika ada yang tidak berkenan,
mari ungkapkan dimana letak kesalahannya, berikan alasannya, berikan
solusinya, berbicaralah secara jujur dan tulus, bukan saling
memamerkan kecendikiaan, bukan saling menutupi kesalahan. Seperti
ungkapan master Cingkhhong, ��pandanglah orang lain yang benar, kita
yang salah.�� Dengan demikian maka dunia ini akan damai karena tidak
ada lagi yang saling menyalahkan.  






Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke