Ini satu judging yang kelewat dini, bukti anda itu tidak mengikuti thread ini dengan baik. Thread "berdoa secara buddhis" telah berusaha dijawab oleh beberapa orang lewat posting mereka.

Saya juga copy paste saja di sini, biar anda baca di sini.......

[quoted]

Fly away with love menulis :

Dalam ajaran ketuhanan, berdoa ditujukan ke Tuhan. Sedangkan
Buddhism... Buddhism yang mana dulu....

Kalau Buddhism yang sudah dipengaruhi kepercayaan / kebudayaan Cina,
maka doanya ditujukan kepada dewa-dewi.

Tapi kalau Buddhism yang murni dari Sang Maestro, Siddharta berdoa itu
lebih mirip wishing. Buddhism yang ini bersifat atheis atau ada juga
yang memandang agnostik. Sedangkan dewa-dewi sendiri oleh Siddharta
disebut makhluk yang masih terikat kepada hukum karma, lingkaran hidup
dan mati, samsara. Berdoa kepada Buddha itu adalah ide yang lucu
karena Buddha pada saat meninggal, itu sudah tidak terlahir di manapun
juga. Jadi doa di buddhism yang ini adalah wishing, "May the happiness
comes to all."


Bodhimanggala menulis :

Aniwei, kesimpulan saya, sebagai umat Buddha, tidak ada salahnya
kita berdoa. Kepada siapa? Ya kepada para makhluk yg telah
tercerahkan alias para Buddha. APakah doa kita akan terkabul?
ya tergantung lah,
tergantng apa? ya lagi2 tergantung karma kita. Namun karma tentulah
bukan harga mati di sini. Dan ingat, berdoa kan termasuk salah satu
karma positif! Para Buddha tidak akan dapat menolong kita if we do
nothing!

Ada perumpamaan yg menarik dari artikel ini, yaitu Dharmakaya itu
seperti matahari yang menyinari seluruh tempat dgn adil di muka bumi
ini. Nah, misalkan ada beberpa biji tumbuhan. Karena pertolongan
sinar  matahari bersinar, Ada biji yg tumbuh. Namun ada biji yg
tidak tumbuh kan? dan itu tergantung biji yg bersangkutan, dan
bukannya salah sang matahari!
untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel ini dgn seksama  ;-)



Zhou Wen Han menulis :

yg jelas, setau saya ga ada satupun agama d dunia ini
yg terlepas dari tradisi kelompok tertentu.
 
kalo soal sembahyang kpd dewa-dewi? sah2 aja menurut saya.
"menjadi buddhis bkn berarti hrs meninggalkan tradisi kan?"
itu kata seorang bhante theravada.
kalo saya menganggap, sembahyang ato apa namanya kpd makhluk lain,
itu mirip konsepnya sama kalo kita minta tolong kpd sesama manusia, kpd teman?
manusia kan makhluk sosial.... jd boleh2 aja donk?


Bodhimanggala lagi :

Mengenai how to pray, again you can choose what ever u like
1. KIS : Keep it simple. Ya gak usah pake apa2. Doa aja sesuka
ati..., mau pake bahasa apa juga boleh
pake hio apa gak ya terserah

2. Ikut tradisi yg udah ada. Ada tradisi Mahayana China dan Mahayana
(termasuk Vajrayana) Tibetan. Ini bisa sangat rumit.
Terus terang, saya dulu juga tidak tertarik mempelajari Mahayana
China apalagi Tibetan, karena kok kesannya rumit banget.
Tapi rupanya saya ada ikatan karma dgn tibetan buddhisme, ya jadi
gak bisa lari, hehehehe

Teman saya dan saya sudah membuat satu buku hasil terjemahan dari
berbagai sumber mengenai salah satu metode berdoa poin ke dua
Yaitu tentang Tara Hijau. Who is She? How to pray to her, etc etc

[end of quoted]


Dan masih banyak yang tersirat di posting teman2 lainnya. Jangan hanya cuma asal kutip dari Google lalu anda bilang itu jawaban atas pertanyaan ini dan selesailah thread satu ini. Kalau begitu caranya, tidak usah berdiskusi, setiap pertanyaan seharusnya begitu :

"Teman2 sedharma, saya ingin mencari tahu tentang "berdoa secara Buddhis", bolehkah anda2 kasih tahu saya apa "keyword"-nya untuk kemudian saya Google?"

atau

"Teman2 sealiran (bagi yang terjangkit aliran-sentris-isme), bolehkah anda bantu saya untuk meng-Google tentang ini ini dan itu itu dan kemudian copy paste-kan di sini?"

These're the questions of your below answer.

Dan satu lagi, mengenai thread sampingan dan sub-subjek itu kalau muncul dari tanggapan dalam satu thread adalah masih relevan. Yang tidak relevan kalau sub-subjek yang diciptakan itu misalnya dari cara berdoa menurut ajaran "murni" tiba2 dibelokkan ke sub-subjek emas "murni". Saya tidak menyentuh topik utama "berdoa secara Buddhis" karena saya tidak tahu dan tidak punya pikiran atasnya. Simply like that.


Rinto Jiang




Yamin Prabudy wrote:
Tapi sedihnya ....
semua yang turun gunung tidak menjawab pertanyaan....
malah membuat sub Subject sendiri....
sedangkan berdoa secara buddhis ? sampai detik ini belum ada yang
menjawab....

copy paste ulang deh...biar pada baca di sini

http://www.enotalone.com/article/4084.html
http://www.buddhanet.net/e-learning/buddhistworld/burma-txt.htm
http://www.buddhanet.net/e-learning/snapshot03.htm
http://www.seattlebetsuin.com/prayer_and_nembutsu.htm

mau itu artikel dari aliran apapun what the hell, yang penting tidak sesat



bodhimanggala wrote:

> gile, ampir semua turun gunung menanggapin thread ini
> sayangnya gak ada goldpisang/wiwi and his geng ..
> hehehe



Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke