Tapi maksudnya karena jual daging/bakmi/bakso sebagai bagian memutar roda Dharma atau gimana?
"kemungkinan pemutaran roda Dharma sudah lama macet." Berati hanya kemungkinan yah? Belum pasti yah?
Tapi ngga apa", syukurlah, karena toh tidak macet. Cuma jalanan Jabodetabek saja yg macet.
 
Oh yah, Li Zhia Cheng itu orang Suku Tio-Ciu lhooo.
Beberapa tahun lalu, sodara saya ikut meeting Suku Tio-Ciu se-dunia [mewakili daerah di Indonesia] di Hong Kong & semua disponsori oleh Li Zhia Cheng.
 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, June 08, 2005 10:45
Subject: [Dharmajala] Fwd: Re: Pengusaha Buddhis

--- In [EMAIL PROTECTED], "pelayan_buddha"
<[EMAIL PROTECTED]...> wrote:
Dear Bro Abin,

Jangan lupa juga dituliskan para pedagang kelontong, pengusaha gurem,
tukang kue, tukang baso, tukang bakmi,tukang daging di pasar, dsbnya
yang selama ini telah membantu pemutaran roda Dharma. Tanpa
mereka-mereka, kemungkinan pemutaran roda Dharma sudah lama macet.

Tapi kalau mo ngomong sejujurnya dan melihat secara mendalam...tanpa
pakme-pakme, apo-apo, engkong-encek, orang-orang yang biasa-biasa,
muda-mudi, anda-anda yang sedang baca tulisan ini, pemutaran roda
Dharma sudah lama macet.

Anumodana
Let us try to be mindful
Salam Perjuangan

JL


--- In [EMAIL PROTECTED], "Herman" <[EMAIL PROTECTED]...> wrote:
> Dear Oom Abin,
>
> Tolong juga dibuatkan tulisan Pengusaha Indonesia yang menjadi Pelindung
> dharma, contohnya. Ibu Hartati menjadi Pelindung Dharma STI (jangan
sentimen
> dulu dengan Beliau,
> karena Beliau cuma Upasaka bukan pemegang Vinaya Biksu, yang menakutkan
> adalah Biksu yang haus kekuasaan dan bisnis), juga tidak ketinggalan Eka
> Wijaya & anaknya, Kelompok Salim Group dan banyak Pengusaha Buddhist
> lainnya, mereka keluar uang & keluar tenaga untuk menjadi Pelindung
> dharma(Sponsor), jangan
> lupakan jasa2 mereka, tanpa mereka Buddhistme sulit ditemukan dan
berkembang
> di Indonesia. Diantara mereka ada yang high profile ada yang low
profile,
> tidak apa2, mereka tetap berjasa.
>
> "Jasa Pelindung dharma (sponsor) melampaui Jasa Dharmadesana(oleh
> Biksu)".---kutipan Ching Kung Fashe, kutipan ini dikatakan oleh Chin
Kung
> Fashe untuk menghormati Almarhumah Han Ing, seorang Upasaka sejati yang
> berani berkorban untuk menampung seorang Biksu muda yang bertekad untuk
> Dharmadesana, Han Ing mengusahakan hampir setiap hari kesempatan untuk
> berlatih membabarkan Sutra bagi Chin Kung muda, sehingga Chin Kung muda
> menjadi
> matang dalam membabarkan Sutra dan Dharmadesana, sekarang ini berkat
jeris
> payah gotong royong DANA para Pelindung dharma seluruh dunia, telah
disewa 5
> transponder Satelit dimana HwazanTV dapat diterima diseluruh
> dunia (masih bahasa Mandarin, kemudian hari mungkin pakai subtitel
> Inggris) -----tetap Gratis bukan payTV.
>
> Di Taiwan, TaAi TV (Tzu Chi), Hwazan TV, LifeTv (Hai Tauw Fashe) dapat
> diterima secara gratis. BLTV (Fu Kuang San) sejak beberapa bulan
terachir
> berubah menjadi PayTV, sangat disayangkan.
>
> Amitoufo
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "abin.nagasena" <[EMAIL PROTECTED]...>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]...>
> Sent: Tuesday, June 07, 2005 9:42 PM
> Subject: [samaggiphala] Pengusaha Buddhis
>
>
> > Pengantar Redaksi
> > Selama ini umat Buddha di tanah air terkesan kurang begitu berani
> > menyatakan diri sebagai siswa Guru Buddha, entah karena sedang
> > menjalankan praktik Dharma secara low profile, atau karena malu-malu,
> > atau justru karena kurang pe-de? Entah karena alasan yang mana,
> > sebaiknya semua itu ditinggalkan, karena low profile ataupun malu-malu
> > adalah tidak menunjukkan sifat Bodhisattva yang seharusnya bangkit
> > berdiri memperkenalkan ajaran yang mulia pada semua makhluk.
> > Kemudian, apa yang menyebabkan kita kurang pe-de? Para Guru Buddhis
> > telah berhasil mengemban tugas mulia penyebaran Dharma ke dunia barat,
> > masyarakat barat pun tak malu-malu mengakui manfaat Buddha Dharma,
> > selebritis barat dan timur (Steven Seagal, Keanu Reeves, Richard Gere,
> > Andy Lau, Jacky Chen, Lin Ching Hsia, dan lain sebagainya) telah
dengan
> > lantang menyebut diri sebagai siswa Budha, lalu, apa yang membuat kita
> > kurang pede atau masih malu-malu? Tak sedikit pengusaha-pengusaha
> > sukses, baik dalam skala regional ataupun global, yang telah
menerapkan
> > Buddha Dharma dalam kehidupan mereka, sehingga tak hanya meraih
kekayaan
> > materi, mereka juga memperoleh kekayaan batin. Satu di antara
pengusaha
> > sukses ini adalah Li Ka Ching, pengusaha Buddhis terkaya ke-10 di
> > seluruh dunia.
> > Umat perumah tangga Buddhis juga bisa mendulang sukses, serta dengan
> > penuh ketulusan membawa hasil kesuksesan ini kembali ke masyarakat
agar
> > semua makhluk memperoleh manfaat Buddha Dharma. Kekayaan bukan berkah
> > yang jatuh dari langit hanya karena iman, melainkan karena karma baik
> > yang kita lakukan, yaitu tidak menyakiti makhluk lain, berdana dan
usaha
> > keras.
> > Jadi, kenapa masih tidak pe-de?
> >
> > Tiga Bersaudara Yeung
> > Beliau dikenal sebagai Raja Jeans Hongkong, dengan omset penjualan
grup
> > perusahaan mencapai lebih dari 5 milyar dollar HK (HKD). Bersama
dengan
> > dua orang adik kandung, memimpin lebih dari 80 anak perusahaan dan
> > perusahaan patungan yang tersebar di seluruh dunia. Core business
> > perusahaan bergerak di bidang tekstil, properti, investasi
keuangan dan
> > interior dekorasi. Produk utama adalah celana jeans ber-merk
`Jeanswest'
> > yang tersebar di lebih dari 700 retailer di Tiongkok, Australia dan
> > Selandia Baru.
> > Siapakah beliau?
> > Beliau adalah pendiri dan chairman Glorious Sun Group, Dr Charles
Yeung
> > (Yang Zhao). Bersama dengan dua orang adik kandung, Yang Hong dan Yang
> > Xun, ketiga bersaudara Yang ini adalah penganut Buddhisme yang
taat dan
> > sangat menekankan praktik Dharma. Di Tiongkok, selain mendirikan
akademi
> > tekstil, menyumbang dana pengobatan dan bantuan bagi beberapa lembaga
> > pendidikan (sekolah dasar dan perguruan tinggi), Dr Charles Yeung pada
> > tahun 2002 menyumbang 26 juta HKD untuk pembangunan ruang puja
bakti dan
> > gedung pengajaran Vihara Bolinchan di Hebei serta mendirikan Pusat
Riset
> > Buddhisme di Universitas Nanjing. Pun menyumbang para korban bencana
> > alam dan penelitian penanggulangan SARS.
> > Filosofi Dr Charles Yeung adalah: "menggabungkan tekonologi barat dan
> > kebijaksanaan timur untuk mengatasi permasalahan lahir dan batin umat
> > manusia". Seiring dengan kesuksesan Glorious Sun Group dan praktik
nyata
> > Buddha Dharma, Dr Yeung kini memperoleh dua jenis kekayaan: materi dan
> > batin.
> > Dr Yeung merupakan salah satu pengurus tinggi dalam Asosiasi Agama
> > Buddha Hongkong. Boleh dikata beliau adalah seorang dermawan, tokoh
> > pendidikan dan pelindung Buddha Dharma. Dr Yeung adalah salah satu
> > sponsor dalam puja bakti relik jari tangan Buddha di Hongkong pada
> > Waisak tahun 2004 lalu. Saat jumpa pers, beliau sangat sedikit
> > menyinggung tentang jumlah dana yang disumbangkan bagi puja bakti
relik
> > tersebut, justru lebih senang berbagi cerita dengan para nyamuk pers
> > tentang pengalaman menganut Buddhisme.
> > Berawal dari perusahaan tekstil kecil di tahun 1974, Yeung muda, 27,
> > mulai merintis bisnis. Ketika mulai meraih kesuksesan, Dr Yeung sempat
> > merenung, apa tujuan hidup ini? Untuk apa bekerja mati-matian dan
> > mendulang kekayaan yang demikian besar? Saat itu ada yang menyarankan
> > untuk mencari jawaban pertanyaan itu ke jalur agama. Setelah itu Dr
> > Yeung mulai mempelajari beberapa ajaran agama, hingga suatu ketika dua
> > buku Buddhis karya seorang upasaka di Guangzhou menyadarkan beliau
akan
> > kebesaran welas asih umat Buddha daam membantu semua makhluk
> > menyingkirkan kekotoran batin. Dari pencerahan ini Dr Yeung mengambil
> > keputusan: "Memperbanyak kekayaan mungkin tak terlalu berarti bagi
diri
> > sendiri, tetapi dengan adanya kekayaan ini saya dapat memanfaatkannya
> > untuk menolong orang yang membutuhkan bantuan." Tahun 1981 beliau
> > menerima Trisarana dan menjadi donatur bagi rumah sakit, dunia
> > pendidikan, rumah jompo dan kegiatan sosial lainnya.
> > Tiga bersaudara Yeung (Yang), tiga pelindung Dharma yang mengikis
> > ketamakan dengan kekayaan. Dengan harta mereka membantu mengurangi
> > penderitaan duniawi, dengan organisasi Buddhis mereka mengembangkan
> > Dharma. Inilah Jalan Bodhisattva yang ditempuh oleh tiga pengusaha
> > sukses asal Hongkong.
> >
> > Li Ka Ching
> > Siapa yang tidak kenal nama Li Ka Ching? Tidak hanya sebagai orang
> > terkaya di Hongkong, Li juga selama bertahun-tahun menduduki posisi
> > orang Tionghoa terkaya di seluruh dunia. Tahun 2000, majalah Forbes
> > Amerika menempatkan beliau sebagai orang terkaya ke-10 di seluruh
dunia.
> > Ternyata sebagai orang kaya, Li Ka Ching atau Li Zhia Cheng (baca: Li
> > Cia Jeng) sekeluarga juga pelindung Buddha Dharma yang aktif.
> > Lahir 19 Juli 1928 di kota Chaozhou propinsi Guangdong, Tiongkok. Ayah
> > Li adalah seorang kepala sekolah Sekolah Dasar. Tahun 1940, Li
> > sekeluarga hijrah ke Hongkong menghindar dari serbuan tentara
imperialis
> > Jepang. Dua tahun kemudian, saat Li berusia 14 tahun, ayah Li
meninggal
> > karena sakit. Untuk menopang kehidupan keluarga (ibu dan 3 orang
adik),
> > Li Ka Ching terpaksa drop-out dari sekolah. Pada awalnya Li muda ini
> > bekerja di perusahaan arloji milik pamannya, kemudian menjadi sales di
> > sebuah perusahaan boneka plastik. Kegetiran hidup ternyata tak membuat
> > Li putus asa. Sambil bekerja, Li tetap melanjutkan studi di malam
hari.
> > Belum mencapai usia 20 tahun, Li telah menjadi General Manager
> > perusahaan boneka. Dua tahun kemudian, Li mulai merintis usahanya
> > sendiri, Perusahan Plastik Changjiang.
> > Tahun 1958, Li mulai memasuki usia properti. Kelihaian Li dengan
segera
> > membuat Changjiang melejit dan pada tahun 1972 menjadi perusahaan go
> > public. Tahun 1979 tercatat sebagai orang Tionghoa pertama yang
berhasil
> > membeli perusahaan Inggris di Hongkong. Kini bisnis Li telah
merambah ke
> > bidang properti, keuangan, hotel, minyak, pembangkit listrik dan
> > sebagainya yang tersebar di lima benua.
> > Tidak seperti orang kaya pada umumnya, Li tidak memanjakan kedua
> > puteranya. Selama belajar di Amerika Serikat, kedua puteranya
melewatkan
> > waktu sambil bekerja. Sejak kecil Li mendidik kedua puteranya untuk
> > mengenali realitas dunia yang penuh dengan perjuangan.
> > Li dan nyonya dikenal sebagai dermawan. Di Hongkong Li mendirikan
sebuah
> > rumah jompo bernilai lebih dari 30 juta HKD yang dapat menampung
ratusan
> > penghuni. Selain itu, Li selama ini, baik di Hongkong maupun Tiongkok,
> > telah banyak membantu dalam pembuatan rupang Buddha, pemugaran vihara,
> > pembuatan jalan dan jembatan, pendirian sekolah, menyumbang korban
> > bencana alam dan banyak kegiatan sosial lainnya. Li juga menjadi salah
> > seorang sponsor penyandang dana pendirian rupang Buddha terbesar
sedunia
> > yang berada di Hongkong.
> > Nyonya Li juga seorang umat Buddha yang taat. Pesan terakhir Nyonya Li
> > adalah agar pemakaman dirinya dilakukan secara ritual Buddhis, dan
pesan
> > ini ditaati oleh Li sekeluarga.
> > Li sekeluarga sangat yakin akan hukum karma. Mereka juga memahami
> > semangat Bodhisattva. Sebab itu, tak heran bila bisnis Li semakin
> > berkembang dan masyarakat pun merasakan manfaatnya.
> >
> > Sumber:
> > Sinar Dharma 09 Waisak 2549BE/2005
> >
> >
> >
-----------------------------------------------------------------------
> > Renungkan dahulu ISI dan BAHASA yang dipergunakan untuk
mengirimkan atau
> menanggapi email di Milis Samaggi Phala ini. Sudah mampukah isi dan
bahasa
> dalam email tersebut mencerminkan keluhuran Ajaran Sang Buddha serta
diri
> sendiri sebagai umat maupun simpatisan Buddhis? Dapatkah kesempatan
menulis
> email di Samaggi Phala ini dipergunakan untuk membagikan keluhuran
Dhamma
> yang memberikan kesejukan batin serta kedamaian kepada semua fihak?
> > Kalau memang demikian, silahkan bagikan kedamaian melalui email Anda.
> > Kalau mungkin belum sesuai dengan harapan di atas, silahkan perbaiki
> kembali isi email Anda. Email Anda mencerminkan watak dan perilaku Anda.
> > Semoga saran ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
> > Anumodana atas segala pengertian dan kerjasama yang telah
diberikan selama
> ini.
> >
=======================================================================
> > Ikuti Forum Tanya Jawab dengan Bhikkhu Uttamo yang di update
SETIAP HARI
> di  website Samaggi Phala (http://www.samaggi-phala.or.id)
> >
> > Lihat arsip? http://groups.yahoo.com/group/samaggiphala
> > Unsubscribe? Kirim e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
> >
=======================================================================
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
--- End forwarded message ---






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke