Rekan-rekan Dharmajala yth,
 
Dahulu di Vihara Vimala Dharma ada suatu keluarga Budhis yang salah satu anak perempuannya aktif di Pemuda Vihara Vilama Dharma. Pada suatu saat dia bentrok dengan pengurus Vihara Vimala Dharma. Kemudian, gak tahu alasannya, dia pindah ke K dan aktif disana, dugaan kita dia itu senang berorganisasi sehingga menyalurkan kesenangannya ke organisasi agama lain. Inilah yang saya katakan bahwa sebagian orang memeluk agama bukan karena kebenaran yang terkandung di Agama itu melainkan hal-hal duniawi lain, yang kemudian menyatu dengan kepercayaan agama tersebut.
 
Semoga kita lebih cerah melihatnya.
 
Kreshna

"C.Kallita" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Namo Buddhaya,
 
Pertanyaan yang dilemparkan oleh Bro.Jimmy sebenarnya telah terjadi dengan 2 (dua) orang teman saya.
Pada saat dia berada di lingkungan Vihara terus terang keduanya cukup aktif dalam berorganisasi membantu kegiatan Vihara, yang satu sudah memiliki anak 5 tahun dan yang satu masih muda belum menikah. Entah bagaimana peristiwa yang dialami oleh mereka dengan begitu mudahnya kedua orang itu telah berpindah agama dan menjadi K, yang muda terakhir saya dengar telah aktif mengikuti kegiatan Vocal Group di G dan yang sedikit tua sudah aktif mengikuti berbagai kegiatan di G (aktif banget loh lebih aktif pada saat dia di Vihara).
 
Memang kita sendiri tidak tahu dengan jelas apakah benar2 mereka lebih berbahagia dengan berpindah agama, tapi yang kita tahu mereka benar2 berpindah agama dan menjadi lebih aktif diseberang sana.
 
Hal ini merupakan tantangan bagi kita yang benar2 mengerti bahwa Dharma sangat baik untuk kehidupan kita.
 
Mettacitena,
Casey Kallita
 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke