Namo Buddhaya,

Mohon maaf bung Yamin, terasa kental sekali aroma mesiu tersembur di antara huruf-huruf dan kata-kata anda.

Mohon bacalah pernyataan saya sebagaimana apa adanya. Dan jangan dicampuri dengan pelbagai macam prasangka buruk emosional.  Sama sekali tidak ada maksud saya melecehkan ataupun menyindir. Saya kira sama seperti Bro Jl, moderator yang mengundang saya bergabung di milis ini, rekan-rekan lain di milis ini pun sudah memaklumi saya.  Sejak semula saya memang tidak menyadari milis ini adalah milis ekslusif (dalam pengertian yang anda maksudkan).

Saya benar-benar baru menyadari semua itu setelah ditegur oleh Bro Safira kemarin! Oleh karena itu, untuk menghormati rekan-rekan yang (pasti semuanya) beragama Buddha, saya berjanji untuk memberi salam ekslusif Buddhis, yakni pembukaan Namo Buddhaya, E Mi Tuo Fo serta penutup Mettacitena, Maitricitra.  Itu sungguh keluar dari ketulusan hati saya. Mengapa anda tafsirkan sebagi sebuah sindiran??

Mungkin anda merasa tersinggung dengan ungkapan "MILIS EKSKLUSIF" dari saya. Lalu, memangnya kenapa kalo Eksklusif. Eksklusif tidak harus selalu diartikan secara negatif peyoratif ! Apa salahnya kalo memang eksklusif (dalam pengertian sebagaimana yang anda kemukakan itu)? Kehidupan dalam sosial kemasyarakatan memang tidak selalu harus terbuka untuk setiap orang, ada hal-hal tertentu, bagian-bagian tertentu yang memang eksklusif untuk sekelompok orang/masyarakat tertentu. Itu sah-sah saja, tidak salah pun pula tidak buruk. Mempertahankan ekslusifitas dalam batas-batas tertentu adalah hak setiap masyarakat!! Jangan disalah-artikan dalam hal ini!!

Maitricitra,

Erik

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

In [email protected], Yamin Prabudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 Kalau masalah Eksklusif Buddhist... iya ini adalah milis eksklusif untuk mereka2 yang ingin belajar/ berlatih/ berbagi/ berdiskusi/ dll tentang Buddhism ..
 
jadi di sini kita tidak membahas si A sudah punya anak 2.. eh anak keduanya mirip tetangga loh...tidak kita tidak bahas masalah seperti itu  di milis ini kita juga tidak bahas masalah motherboard apa yang paling bagus, camera digital apa yang paling bagus.. atau troubleshooting komputer hang... itu ada tempat yang lain lagi koq.....

 sekali lagi.. Eksklusif Buddhist IYA.. tapi eksklusif sekte tertentu TIDAK
 
masalah salam, mungkin benar kalau kita berada di tempat lain say Gereja atau Mesjid.. di sana kita tidak menggunakan kata Namo Buddhaya, atau Namaste atau apa saja.. kita bisa menggunakan salam yang lebih umum seperti
 Selamat Malam/Pagi/Siang atau Salam Sejahtera ...... atau mungkin menggunakan salam yang mereka gunakan....
 tapi saya pribadi lebih cenderung menggunakan salam yang lebih umum di tempat lain, alasan saya supaya lebih global dan siapa tahu saya bisa salah menggunakan salam tersebut... coba deh gunakan Syahlom di gereja Katolik.. sama 2 gereja toh...
 
bagi saya salam2 yang Anda berikan malah terkesan melecehkan pihak tertentu.. kenapa.. karena tidak ada di tempat yang tepat....
 
salam2 ekslusif Buddhist ?? bukankah dengan Menggunakan Syahlom, dll 
itu juga salam eksklusif dari pihak lain ??? apa yang Anda maksudkan dengan salam eksklusif ?
 
satu sisi Anda memohon maaf, di sisi lain Anda menyindir balik heheheehhe,..
 saya suka itu.. :-)
 
metta,
 
yamin



** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke