Terima kasih, begitulah yang saya maksudkan.
 
Kebanyakan orang berpikir meditasi itu identik duduk.
Orang2 non buddhis juga meditasi - tapi apakah lantas akan mencapai pencerahan? Gimana kalo meditasinya keliru?
 
Bahkan jika meditasinya bener sekalipun, samma samadhi hanyalah satu dari 8 ruas.
 
Jika mencuci piring bisa menjadi "meditasi"; segala upacara, ritual, dan doa juga bisa jadi "meditasi" kan? Jika demikian bukankah itu Jalan Pencerahan?
 
salam dharma,
Harryson

julie_comic <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Bro Haryyson,
Sekuntum teratai untuk Anda, sekuntum teratai untuk Anda seorang
calon Buddha.

Hmmm....Meditasi ditinggalkan...?
Hehehe....Gimana yaah...Dulu aku berpikir meditasi itu identik dengan
duduk diam& dlm posisi bersila.
Trus belakangan saya baru tau ada juga meditasi jalan.

Trus bahwa ternyata lewat meditasi kita diajak untuk lebih masuk ke
dalam diri, mengenal semua kebiasaan diri, termasuk emosi, reaksi,
persepsi, dll.Yg lebih penting adalah kita benar2 diajak untuk hidup
di saat ini.(sadar)

Dan ternyata kita bisa bermeditasi setiap saat.Yaitu kita mengawasi
pikiran kita, gejolak perasaan, kebiasaan yg muncul,gerak tubuh kita,
suara kita, mendengarkan orang lain saat mereka bicara......

Itu meditasi non-formal..Benar, seperti yg Anda bilang, bahkan
mencuci piring pun bisa jadi faktor pencerahan. Itu juga meditasi
kan....Kita memeditasikan begitu banyak ketergantungan dalam semua
aspek kehidupan.
Pasti ketika mencuci piring itu, dicuci dengan penuh kesadaran
kan....hehehehe.......

mohon koreksi jika ada yg salah.....  :)  :)


with metta,
Julie





--- In [email protected], harryson huang
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Demikian pula dengan meditasi, toh seiring dengan pengertian
seseorang
> terhadap dhamma dan hukum karma, meditasi cepat atau lambat pasti
akan ditinggalkan!!
>   
>   Mencapai kebebasan bukan karena duduk mengamati nafas atau
membaca mantra. Orang yang mengerti bisa mencapai kebuddhaan saat
mencuci piring sesudah makan, apalagi kalau melakukan ritual dan
doa!! Bukan begitu?
>   
>   Persoalannya bukan meditasi versus ritual. Persoalannya ada di
pikiran, segala yang membantu pikiran ini menjadi tercerahkan adalah
Jalan Buddha!! Toh tujuan mantra adalah membantu pikiran mencapai
samadhi. Termasuk Nienfo dan ritual-ritual lain.
>   
>   salam,
>   Harryson
>  
>
>   
>  
>
> PIJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   saudara chik ik yg baik,
>     sy setuju dengan anda bahwa tingkat batin setiap org adalah
berbeda2. sy
> tidak tahu pasti apakah ritual dan doa adalah ajaran buddha
langsung atau
> tidak walaupun sy cenderung mengatakan sang buddha tidak pernah
mengajarkan
> ritual dan doa, namun yg pasti buddha tidak pernah melarang umatnya
> melaksanakan ritual dan doa, toh seiring dengan pengertian
seseorang
> terhadap dhamma dan hukum karma, ritual dan doa cepat atau lambat
pasti akan
> ditinggalkan.
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "ching ik/ djoni" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Saturday, March 04, 2006 10:25 PM
> Subject: [Dharmajala] Re: Capai pembebasan melalui Upacara, Ritual
dan Doa ?
>
>
> >
> >
> >  Dalam Pembicaraan antara Yang Arya Maha Kassapa dan Hyang Buddha
> > mengenai doa dan mantra ini, mungkin ada yang menjadi bertanya-
> > bertanya bahwa jika doa tidak dapat membuat seseorang terbebas
dari
> > Samsara, lalu mengapa ada ritual doa/mantra dalam agama Buddha?
> > Sesungguhnya ajaran Buddha tidaklah menolak terhadap ritual doa
dan
> > mantra. Mengenai pembicaraan antara Y.A Kassapa dan Hyang Buddha,
> > yang perlu kita diperhatikan adalah konteks pembicaraannya dan
> > kepada siapa (orang dengan tingkatan batin apa) Hyang Buddha
> > membicarakannya. Ajaran Buddha adalah ajaran yang bersifat
tahapan.
> > Pembicaraan antara Y.A Kassapa dan Hyang Buddha ini  boleh
dikatakan
> > sebagai ajaran tahapan tinggi, sehingga tanpa perlu menjelaskan
> > secara panjang lebar, dengan mengetahui kemantapan batin Y.A
> > MahaKassapa maka Hyang Buddha to the point aja. Jadi harus tahu
> > bahwa ajaran itu diberikan kepada siapa , kepada orang jenis apa.
> > Adalah memang benar bahwa doa dan ritual tidaklah dapat
membebaskan
> > orang dari Samsara dalam arti sesungguhnya. Tetapi tidak berarti
dia
> > itu ditolak dalam ajaran Buddha. Seperti halnya bahwa selama masih
> > ada nafsu sex, kita tidak akan dapat terbebas dari samsara, tetapi
> > sang Buddha tidak menolak/melarang adanya kehidupan sex bagi
perumah
> > tangga. Tetapi saat membicarakan tentang jalan pembebasan, maka
> > Hyang Buddha akan katakan Tidak ada tempat untuk sex.  Jadi
> > tergantung pada kepada siapa dan orang dengan tahapan batin apa
> > dalam menerima ajaran itu.   Adanya berbagai doa ritual/ mantra
> > agama Buddha, hal itu memang bukan untuk digunakan dengan alasan
> > bahwa akan dapat membebaskan orang dari Samsara. Namun ada
sebagian
> > orang telah menganggap bahwa doa atau bahkan melafal nama Buddha
> > adalah ritual yang telah melenceng dari garis batas kerangka
> > pelatihan yang benar dalam ajaran Buddha. Sehingga mereka menjadi
> > berpaling atau merasa tidak nyaman dengan doa atau ritual melafal
> > nama Buddha, karena beranggapan bahwa ajaran Buddha adalah ajaran
> > yang rasional. Namun mereka tidak sadar bahwa rasionalitas mereka
> > hanya dapat menampung hal-hal yang sebatas keterbatasan mereka.
Ini
> > tentu akan menghambat mereka untuk masuk ke pintu ajaran Buddha
yang
> > lebih tinggi dan halus.
> > Perlu dipahami bahwa ritual doa/mantara  dalam agama Buddha
hanyalah
> > merupakan salah satu dari sekian banyak upaya
> > kausalya/sarana/alat/cara bijaksana yang digunakan oleh para
> > Bodhisattva/para Buddha/para Ariya di dalam membimbing semua
makhluk
> > hidup. Ada makhluk hidup yang lebih cocok dibimbing dengan sarana
> > pengendalian sila yang ketat, maka para Buddha akan menggunakan
cara
> > itu untuk membimbingnya dan saat sampai pada tahapan yang
> > tinggi/matang, sarana pengendalian sila yang ketat tidak
diperlukan
> > lagi dalam arti bahwa batin telah digodok menjadi matang, tanpa
> > mengendalikan pun akan terkendali secara alami. Ada makhluk hidupa
> > yang lebih cocok dibimbing dengan sarana meditasi intensif, maka
> > para Buddha akan menggunakan cara itu untuk membimbingnya dan saat
> > sampai pada tahapan yang matang, sarana meditasi intensif tidak
> > diperlukan lagi karena tanpa meditasipun batin telah terlatih
dalam
> > tingkatan meditative. Demikian juga dengan doa, ritual .Semua ini
> > merupakan sarana/upaya kausalya dari pada Buddha. Kita belum
sehebat
> > Y.A MahaKassapa, jadi lebih baik kita sering sering mengingat
Buddha
> > dan berlatih sambil membaca mantra/nama Buddha agar kita dapat
maju
> > secara bertahap hingga pada tingkatan seperti Y.A Maha Kassapa
maka
> > baru dapat melepaskan itu semua. Setuju? Jika sanggup yang nggak
apa
> > apa kok.
> >
> > Kira-kira begitulah.., mohon koreksinya kalo salah.. hhihii
> >
> > Cg ik
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di
dalam diri
> > saya maupun di luar diri saya **
> >
> > ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk
menanami
> > taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi
pengertian
> > dan cinta kasih yang kokoh **
> >
> > ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan
memahami
> > secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga
> > terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
> >
> > ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi
penuh
> > welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi
ataupun sore
> > hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu
sesama
> > melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur
> > kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
>
>
>
>
> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam
diri saya maupun di luar diri saya **
>
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk
menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi
pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
>
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan
memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
>
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi
penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi
ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat,
membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh
rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat
kami **
>
>
>
>   SPONSORED LINKS
>         Religion and spirituality   Spirituality
>    
> ---------------------------------
>   YAHOO! GROUPS LINKS
>
>    
>     Visit your group "Dharmajala" on the web.
>    
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>    
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>    
> ---------------------------------
>  
>
>
>
>            
> ---------------------------------
> Brings words and photos together (easily) with
>  PhotoMail  - it's free and works with Yahoo! Mail.
>






** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze.

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




SPONSORED LINKS
Religion and spirituality Spirituality


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke