Dear bro Benny,
Sebelum menjawab pertanyaan ini, perlu kita pahami dulu bahwa tujuan mejadi seorang umat Buddha adalah melatih diri untuk mengikis kekotoran batin, mentransformasikan kualitas batin yang buruk menjadi kualitas batin yang baik. Dalam istilah teknis agama Buddha, disebut mencapai pencerahan. Lalu jalan untuk mencapai pencerahan ini memiliki banyak rumusannya yang disesuaikan dengan kemampuan kita. Jadi ajaran Buddha itu disebut memiliki 84000 metode ajaran yang berpuncak pada satu tujuan, yakni Pencerahan sempurna.
Jika kita memahami prinsip-prinsip di atas, maka tidak sulit bagi kita untuk memilih. Dengan kata lain, berbagai aliran Buddhisme yang berbeda beda itu sebenarnya hanya sebagai cerminan dari 84000 metode ajaran itu.
Jadi berbagi aliran ini tentu saja memiliki prinsip prinsipnya tersendiri yang sesungguhnya tetap berjalan di jalur dharma. Semua aliran memiliki ajaran yang telah sesuai dengan proporsinya. Jadi bila kita memiliki kecenderungan/ merasa cocok bahwa Theravada lebih baik, lebih klop, maka berlatihlah secara konsistensi dengan ajaran Theravada. Apakah dia merupakan ajaran yang paling tinggi? Tentu saja. Dia merupakan ajaran langsung dari guru agung kita Hyang Buddha. Lalu dalam Sidang Agung Sangha, menurut Theravada hanya ajaran-ajaran Theravada saja yang diulang. Ini sesuai dengan proporsi dari metode ajarannya. Bagi Theravada tidak ada gunanya berbicara terlalu jauh ke "Sidang Agung" dari aliran lain, karena itu tidak dibutuhkan dalam proporsi ajarannya. Catatan: (Sekalipun dalam kitab Mahavagga mengulas sejarah konsili yang menyinggung bhikkhu papa, itu tidak patut dikategorikan sebagai bagian dari ajaran dhamma vinaya, itu adalah kajian histories belaka, dan histories juga tidak luput dari keberpihakan).
Kemudian bila kita cenderung merasa cocok, merasa dapat memahami dan menerima prinsip-prinsip ajaran Mahayana maka kita akan membutuhkannya untuk menjalankan pelatihan berdasarkan apa yang diajarkan, dan harus berlatih secara konsistensi. Lalu apakah Mahayana baru merupakan ajaran yang paling tinggi? Iya juga. Karena dia juga merupakan ajaran langsung dari guru kita Hyang Buddha. Jadi kita harus membangkitkan pemikiran bahwa semua ajaran Hyang Buddha sama tingginya, sama sama paling tinggi, dan sesungguhnya tidak ada yang rendah. Jadi dalam Sidang Agung Sangha versi Mahayana, memang terdapat Konsili di luar dari Konsili pertama. Maha prajna paramita Sastra menyebutkan bahwa Kitab2 Suci Mahayana diwejang ulang oleh Ananda bersama Manjusri dan Maitreya di luar gunung Cakravada. Ini memang proporsi Mahayana. Tidak ada alasan untuk mempertanyakan mengapa Theravada tidak menyebut demikian. Tadi telah dijelaskan bahwa sistem ajaran Buddha menekankan pelatihan, dan setiap metode ajaran memiliki proporsi yang telah disesuaikan untuk kepentingan pelatihan itu. Bagi orang yang memahami pentingnya prinsip ini, maka manfaat lah yang akan didapatkan, kemudian dia akan berlatih secara konsistensi untuk membebaskan diri dari samsara. Bagi mereka yang cenderung ingin mengkaji secara histories atau suka menimbulkan keraguan raguan, skeptis, sektarianis, maka ini benar benar akan menguras waktu dan enerji yang tidak ada relevan dengan pengikisan noda batin. Oleh sebab itu seorang umat Buddha bisa dikategorikan menjadi beberapa kelompok, di antaranya adalah kelompok pengkaji (ttg sejarahnyalah, budayanya, sosiologinya lah..) dan kelompok praktisi atau kombinasi dari dua-duanya. Yang paling disayangkan adalah kelompok pengkaji. Jadi walau saya bukan seorang praktisi sejati, saya mau menyarankan jangan terpaku menjadi pengkaji, itu sama dengan para scholar duniawi yang tidak membawa manfaat bagi dirinya sendiri. Kalau sekaligus melatih diri, itu baru bermanfaat.
Demikianlah, semoga bermanfaat untuk melanjutkan pelatihan dharma.
Dan mungkin ada kesalahan , mohon koreksi juga dari teman teman sedharma, karena saya juga orang yang masih belajar.
Amithofo
Cg ik
--- In [email protected], Benny wu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Thanks atas penjelasannya bro.
>
> Saya jadi ingin bertanya lebih lanjut. Semoga Bro bersedia membagi
> pengetahuannya.
> Didalam Sidang Agung Sangha (Sangha Samaya), apakah yg diulang hanya
> yang "Theravada" saja ? Atau yang "Mahayana" juga ?
>
> Thanks atas pencerahannya
>
> Sumedho Benny
>
>
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
