At 05:21 PM 8/14/2006, <[EMAIL PROTECTED]>  wrote:

>TRUE COLORS
>
>
>OLEH:
>AUDIFAX
>Peneliti di IISA-Surabaya, Penulis buku “Mite Harry Potter”(2005, Jalasutra)
>
>[...]
>Dalam pemikiran Levinas, totalitas itu didobrak oleh yang tak berhingga 
>(l’Infini). Dengan istilah ini, Levinas memaksudkan sebuah realitas yang tak 
>dapat direduksi ke dalam diri AKU (sebagai ego) dan pengetahuan AKU. 
>Yang-Tak-Berhingga adalah Orang-Lain, Liyan, the Others, YANG-LAIN daripada 
>AKU, Yang Beda dari AKU dan Yang bukan AKU. Semua totalitas yang AKU bangun, 
>seketika runtuh ketika AKU berjumpa dengan Orang-Lain. Inilah yang dimaksud 
>dengan eksterioritas, yakni bahwa ada YANG-BEDA di luar AKU, yang bukan bagian 
>dari interioritas diri AKU. YANG-TAK-BERHINGGA mengajak AKU keluar dari 
>DIRI-AKU dan menyapanya[iv].
>
>[...]
>© Audifax – 14 Agustus 2006

==============================
HUDOYO:

Setelah sampai di sini, orang harus tetap "berjalan" terus, prosesnya tidak 
boleh berhenti, "perjalanan" masih panjang:

Pertama, 'Yang Tak Berhingga' mengajak 'aku' keluar dari 'diri-aku' dan 
menyapanya.

Selanjutnya, menemukan dan menyadari bahwa 'Yang Tak Berhingga' tidak berbeda 
dengan 'aku', yang di luar tidak berbeda dengan yang di dalam.

Akhirnya, menyadari runtuhnya persepsi akan 'Yang Tak Berhingga' dan sekaligus 
persepsi akan 'aku' sama sekali.

Maka, apa yang tinggal, ketika tidak ada lagi 'Yang Tak Berhingga' dan tak ada 
lagi 'aku'?

Yang tinggal tidak dapat dipersepsikan lagi oleh pikiran, oleh 'aku' (yang 
sudah tidak berfungsi lagi); yang tinggal tidak dapat disebut lagi, tidak dapat 
diberi label lagi, tidak dapat dikategorikan lagi.

Namun tak urung orang menyebutnya juga, memberinya label juga: 
'Kekosongan' (Void, Emptiness) dalam Buddhisme, 'Yang Tak Dikenal' (The 
Unknown) oleh J Krishnamurti, Bernadette Roberts.

Salam,
Hudoyo





** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke