Ya benar kasusnya jadi tambah banyak. Memang akhirnya mau tidak mau 
akan melebar ke mana-mana. Sekarang masalahnya apa usaha kita untuk 
meredam dampak ini?

Metta,

Tan

--- In [email protected], febrian themansjah 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear All
>    
>   Jadi tambah banyak deh bumbunya. kalo bicara dari gosip harusnya 
gak perlu kita bawa ke forum karena nantinya jadi satu opini lagi 
yang ujung ujungnya bisa membawa masalah baru lagi yang gak jelas. 
Kalau pernah melihat dan menangkap sendiri itu beda, dan sebagai 
umat harusnya kita to the point aja  tanya. EHIPASIKO.. datang liat 
dan buktikan itu yang paling penting kan... Jadi jangan menjadi 
pertanyaan sendiri dan bikin kita jadi berpikiran negatif jadinya.
>   So daripada kita membuat semua tambah gak enak lebih baik kita 
redam semua dengan mawas diri sendiri dulu. Banyak kasus2 lain yang 
melibatkan pemuka2 agama lain, dan akhirnya selesai degan 
berjalannya waktu. Umat Buddha sekarang jauh lebih kristis 
pikirannya dan menggunakan logika yang lebih dibanding yang lain. 
Harusnya kelbihan ini yang kita pakai untuk menyelesaikan satu 
kasus, kalaupun kita tidak bisa menyelesaikan kasus tersebut karena 
bukan kita yang berwenang saat ini, ayo kita redam saja dengan 
berpikir lebih mawas diri lagi, mengapa bisa terjadi dan jangan 
sampai malah membikin gosip atau pandangan negatif lain yang justru 
membuat kita makin terpuruk.
>    
>    
>   Amitofo
>    
>   
> 
> "Muliawati, Susy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Dear all,
> Bom dan ranjaunya masih banyak, makanya kalau saya boleh minta 
tolong
> kepada para pemimpin Sangha untuk tetap mawas diri dan berpegang 
teguh
> pada sila, baik itu berupa motivasi terhadap anggota-nya, maupun 
atas
> dirinya sendiri.
> Kembali ke tujuan semula sebagai bhikkhu mau jadi apa? Kalau 
niatnya mau
> jadi kaya dan terkenal, silakan daftar jadi artis sinetron atau 
jadi
> pengusaha atau jangan jadi bhikkhu. 
> Kita juga sebagai umat harus jeli, jangan krn dia berjubah dan 
berkepala
> botak, langsung didewa2kan.
> Penyakitnya umat kita, silau melihat mereka yg berjubah dan 
berkepala
> botak, cenderung menyembah2, dan men-treat terlalu berlebihan.
> Bagi mereka yg imannya tidak kuat akan lgsg terlena dan 
tergelincir ke
> nafsu duniawi.
> 
> Saya juga dulu pernah melihat ada bhikkshu yg masuk ke diskotek di 
hotel
> Hyatt Regency Bandung dengan beberapa temannya yg umat awam, dan 
itu
> mengundang pertanyaan dari Rekan kerja saya yg berbeda agama. 
> 
> # Katanya kalau ada bhikkhu yg ketauan melanggar parajika, maka 
umat
> awam atau orang lain boleh merobek jubahnya.
> Tapi seumur2 blm pernah ada bhikkhu sesat yg dijerat. Alih2 malah 
tambah
> kaya dan makmur. apa perlu dibentuk KPK atau TGPF ? (hehehe)#
> 
> Salam,
> Susy
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected] 
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf Of Chang-jie
> Sent: Wednesday, December 20, 2006 4:49 PM
> To: [email protected]
> Subject: [Dharmajala] Re: Skandal
> 
> Bro. Sutedja,
> 
> Terbentukan KASI dan Walubi versi 2.0 Itu belum bisa disebut
> reformasi... masih terlalu jauh dari itu, setidaknya menurut aku :)
> 
> Dan... siapa bilang di KASI tidak ada "bom waktu"?
> 
> salam,
> Chang-jie
> 
> --- In [email protected], sutedja tj <sutedja_tj@> wrote:
> >
> > Namo Buddhaya,
> > 
> > Bro Tan,
> > 
> > Reformasi sudah terjadi mulai saat Walubi (Perwalian) pecah 
menjadi
> KASI dan Walubi (PerWakilan). Namun sepak terjang KASI dalam melobi
> pemerintahan sangat-sangat lemah, 
> > sehingga Walubi (PerWakilan) dapat bertahan dan menjadi bom 
waktu. 
> Satu bom nya sudah meledak, di kemudian hari bakal meledak lagi? 
Who
> know?
> > 
> > Mettacitena,
> > Sutedja Tj
> > 
> > 
> > ----- Original Message ----
> > From: dh4rm4duta <dh4rm4duta@>
> > To: [email protected]
> > Sent: Wednesday, December 20, 2006 2:54:17 PM
> > Subject: [Dharmajala] Re: Skandal
> > 
> > Namo Buddhaya,
> > 
> > Ya benar, ini adalah realita yang pahit. Oleh karena itu, 
reformasi 
> > dalam Buddhisme Indonesia merupakan sesuatu yang tak terbendung
> lagi.
> > 
> > Metta,
> > 
> > Tan
> > 
> > --- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, "Chang-jie" <changjie@ .> 
wrote:
> > >
> > > Rekan2 semua,
> > > 
> > > membaca posting di milis dan pemberitaan di media massa 
beberapa
> > hari
> > > ini... kita melihat satu lagi skandal yang terungkap, citra 
Agama 
> > > Buddha Indonesia tercoreng habis, citra anggota Sangha makin 
> > > terpuruk. It's too bad, sedih rasanya melihat semua itu... 
tapi ya
> 
> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di 
dalam diri
> saya maupun di luar diri saya **
> 
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk 
menanami
> taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi 
pengertian
> dan cinta kasih yang kokoh **
> 
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan
> memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
> sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
> 
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi 
penuh
> welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi 
ataupun
> sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu
> sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa 
syukur
> kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo!
> Groups Links
> 
> 
> 
>          
> 
>  __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com
>


Kirim email ke