Kalau dipikir-pikir skandal ini juga membuat malu etnis Tionghua, 
jadi bukan hanya umat Buddha yang malu. Kemarin dulu bandar ekstasi 
juga etnis Tionghua. Oleh karena itu, barangkali kita benar-benar 
perlu memikirkan semua imbasnya di masa mendatang. Tetapi kalau saya 
amati dampaknya dalam skala nasional justru tidak besar, lho. 
Nampaknya, bagi masyarakat luas ini hanya sekedar riak-riak dalam 
dunia hiburan yang melibatkan seorang artis. Tabloid Cempaka yang 
menjadi bagian Suara Merdeka menyatakan bahwa Ferry merupakan bagian 
dari jaringan Buddha Tibet yang hendak mensyiarkan agamanya pada 
para artis, karena mereka memang diperintahkan demikian. Pertanyaan 
saya, dari mana mereka mendapatkan pernyataan semacam itu? Setahu 
saya kok tidak ada perintah semacam itu dalam Buddhisme Tibet? 
Pernyataan yang dimuat dalam harian tersebut saya kira sangat 
berbahaya.

Metta,

Tan

--- In [email protected], "Erik" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Rupanya kita harus kecewa dulu untk sementara, karena ternyata bom-
bom
> susulan masih berlanjut dengan kejadian-kejadian:
> 
>     1. Vihara Vipasaba Graha Lembang Bandung (milik WAKUBI) baru 
saja
> diobrak-abrik aparat polisi karena disinyalir seorang umat bernama 
Im
> Ming yang juga bandar narkoba pernah bersembunyi di sana.  (Im Ming
> adalah salah seorang donator kakap bhante Wongsin) ;
>     2. Vihara Dharmasukkha (atau Dhammasukkha??) didatangi polisi,
> ditanyai (didata) apakah beraliran Tantrayana atau bukan.
> 
> Kejadian-kejadian itu sudah merupakan pertanda bahwa bom-bom yang 
lebih
> dahsyat lagi segera akan menghantam lembaga-lembaga agama Buddha
> lainnya.
> 
> Salam,
> 
> Erik
> 
> -------------------------------------------------------------------
-----\
> ----------------------------------
> --- In [email protected], "dh4rm4duta" <dh4rm4duta@> 
wrote:
> >
> > Namo Buddhaya,
> >
> > Benar sekali Bro. Sutedja. Tetapi kita bisa apa? Semoga saja ini 
bom
> > yang terakhir.
> >
> > Metta,
> >
> > Tan
> >
> >
> > --- In [email protected], sutedja tj sutedja_tj@ wrote:
> > >
> > > Namo Buddhaya,
> > >
> > > Bro Tan,
> > >
> > > Reformasi sudah terjadi mulai saat Walubi (Perwalian) pecah
> > menjadi KASI dan Walubi (PerWakilan). Namun sepak terjang KASI 
dalam
> > melobi pemerintahan sangat-sangat lemah,
> > > sehingga Walubi (PerWakilan) dapat bertahan dan menjadi bom 
waktu.
> > Satu bom nya sudah meledak, di kemudian hari bakal meledak lagi? 
Who
> > know?
> > >
> > > Mettacitena,
> > > Sutedja Tj
> > >
> > >
> > > ----- Original Message ----
> > > From: dh4rm4duta dh4rm4duta@
> > > To: [email protected]
> > > Sent: Wednesday, December 20, 2006 2:54:17 PM
> > > Subject: [Dharmajala] Re: Skandal
> > >
> > > Namo Buddhaya,
> > >
> > > Ya benar, ini adalah realita yang pahit. Oleh karena itu,
> > reformasi
> > > dalam Buddhisme Indonesia merupakan sesuatu yang tak terbendung
> > lagi.
> > >
> > > Metta,
> > >
> > > Tan
> > >
> > > --- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, "Chang-jie" <changjie@ .>
> > wrote:
> > > >
> > > > Rekan2 semua,
> > > >
> > > > membaca posting di milis dan pemberitaan di media massa 
beberapa
> > > hari
> > > > ini... kita melihat satu lagi skandal yang terungkap, citra
> > Agama
> > > > Buddha Indonesia tercoreng habis, citra anggota Sangha makin
> > > > terpuruk. It's too bad, sedih rasanya melihat semua itu... 
tapi
> > ya
> > > > inilah realita saat ini.
> > > >
> > > > Sebenarnya, kalo mau jujur, masih banyak bobrok tokoh2 
Buddhis
> > > > Indonesia yang tidak terbongkar or tidak disorot media, tapi
> > > seperti
> > > > sudah menjadi rahasia umum. Masih ingatkah kita pada tahun 
90-an
> > > > sempat beredar rekaman percakapan telepon mesum seorang biksu
> > > > terkemuka di Walubi... to sekarang vihara dia malah tambah
> > megah :
> > > (
> > > > Seorang sahabat, malah pernah memergoki seorang biksu asing 
yang
> > > > sudah cukup lama di Indonesia dan punya vihara yang cukup 
besar
> > di
> > > > jakarta pusat memasuki panti pijat yang melayani extra
> > service...
> > > > don't tell me he go there for recite sutra :)
> > > > Dan masih banyak lagi kabar2 dan gosip tentang beberapa tokoh
> > > Buddhis
> > > > kita di Indonesia.
> > > >
> > > > Secara tidak sengaja bulan lalu saya membaca artikel tentang
> > > skandal
> > > > yang menimpah beberapa tokoh spiritual cukup ternama:
> > > Sangharaksita,
> > > > Congyam Trungpa, Sri Satya Sai Baba dll.
> > > >
> > > > Apakah inilah yang disebutkan dalam sutra, bahwa di masa 
akhir
> > > > Dharma, putra-putri Mara akan masuk ke dalam Sangha dan 
merusak
> > > agama
> > > > Buddha dari dalam?
> > > >
> > > > salam,
> > > > Chang-jie
>


Kirim email ke