|
March 2, 2005
Little By Little!
Little by little I will drive them out from before you,
until you have increased, and you inherit the land. —Exodus 23:30
|
![]()
When I was a
little girl, my mother gave me her prized "reader" to help me learn,
just as it had helped her years earlier. I loved one particular story, never
dreaming how much it would affect me years later.
It was
about a little boy with a small shovel. He was trying to clear a pathway
through deep, new-fallen snow in front of his house. A man paused to observe
the child's enormous task. "Little boy," he inquired, "how can
someone as small as you expect to finish a task as big as this?" The boy
looked up and replied confidently, "Little by little, that's how!"
And he continued shoveling.
God
awakened in me the seed of that story at a time when I was recovering from a
breakdown. I remember how my "adult" self taunted the weak
"child" within me: "How can someone as inadequate as you expect
to surmount so great a mountain as this?" That little boy's reply became
my reply: "Little by little, that's how!" And I did overcome—by
depending on God. But it was one small victory after another.
The
obstacles facing Israel
as they considered claiming the land God had promised them must have seemed
insurmountable. But He didn't ask them to do it all at once.
"Little
by little" is the strategy for victory. —Joanie Yoder
He does
not lead me year by year,
Nor even day by day;
But step by step my path unfolds—
My Lord directs my way. —Ryberg
Trust God to move your mountain, but
keep on climbing.
|
Rabu, 2 Maret
Sedikit Demi Sedikit
Sedikit demi sedikit Aku akan menghalau mereka dari depanmu, sampai engkau
beranak cucu sedemikian, hingga engkau dapat memiliki negeri itu (Keluaran 23:30)
|
Bacaan: Ulangan
7-9
Ketika saya masih kecil, Ibu
memberi buku bacaannya yang berharga untuk membantu saya belajar. Buku itu
telah membantunya belajar beberapa tahun silam. Saya menyukai salah satu
ceritanya, tetapi saya tak pernah membayangkan betapa cerita itu memengaruhi
saya bertahun-tahun kemudian.
Cerita itu
tentang seorang anak lelaki dengan sebuah sekop kecil. Ia berusaha
menyingkirkan salju tebal yang baru turun dan menutupi jalan depan rumahnya.
Seorang pria berhenti dan mengamati pekerjaan berat yang dilakukan anak itu.
“Nak,” tegur pria itu, “bagaimana anak sekecil kamu dapat menyelesaikan
pekerjaan seberat ini?” Anak itu menoleh dan menjawab dengan yakin, “Sedikit
demi sedikit, begitulah caranya!” Lalu ia menyekop lagi.
Allah
menumbuhkan benih dari cerita itu dalam diri saya ketika saya sedang bangkit
dari sebuah keterpurukan. Saya ingat bagaimana sosok “dewasa” mencela sosok
“anak” yang lemah dalam diri saya: “Bagaimana bisa seseorang yang tidak
berdaya seperti kamu dapat menyingkirkan gunung setinggi ini?” Jawaban anak
lelaki itu menjadi jawaban saya: “Sedikit demi sedikit, begitulah caranya!”
Dan saya memang berhasil mengatasinya—dengan bergantung kepada Allah. Namun,
itu hanyalah kemenangan kecil setelah kemenangan yang lain.
Tantangan-tantangan
yang dihadapi Israel ketika hendak merebut Tanah Perjanjian tampaknya sulit
disingkirkan. Namun, Allah tidak menyuruh mereka menyelesaikannya dalam
sekejap.
“Sedikit demi sedikit” adalah
strategi untuk meraih kemenangan —JEY
PERCAYAILAH ALLAH UNTUK MENYINGKIRKAN GUNUNG ANDA
NAMUN TETAPLAH MENDAKI
|
<--------------------------------------------------------------------------->