|
March 7, 2005
Boring?
Our whole being is dried up; there is nothing at all
except this manna before our eyes! —Numbers 11:6
|
![]()
Many of our
recurring complaints focus not on what we don't have, but on what we do have and find uninteresting. Whether
it's our work, our church, our house, or our spouse, boredom grumbles that it's
not what we want or need. This frustration with sameness has been true of the
human spirit since the beginning.
Notice
the protest of God's people about their menu in the wilderness. Recalling the
variety of food they ate as slaves in Egypt,
they despised the monotony of God's current provision: "Our whole being is
dried up; there is nothing at all except this manna before our eyes!"
(Numbers 11:6).
God
provided exactly what they needed each day, but they wanted something more
exciting. Are we tempted to do the same? Oswald Chambers said: "Drudgery
is the touchstone of character. There are times when there is no illumination
and no thrill, but just the daily round, the common task. Routine is God's way
of saving us between our times of inspiration. Do not expect God always to give
you His thrilling minutes, but learn to live in the domain of drudgery by the
power of God."
During
the boring times of life, God is working to instill His character in us.
Drudgery is our opportunity to experience the presence of the Lord. —David
McCasland
Steadfast,
then, in our endeavor,
Heavenly Father, may we be;
And forever, and forever,
We will give the praise to Thee. —MacKellar
Blessing is found along the pathway
of duty.
|
Senin, 7 Maret
Membosankan?
Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apa pun, kecuali manna
ini saja yang kita lihat (Bilangan 11:6)
|
Bacaan: Ulangan
23-25
Kebanyakan keluh kesah kita
bukanlah mengenai sesuatu yang tidak kita miliki, melainkan mengenai sesuatu
yang telah kita miliki tetapi kita anggap tidak menarik. Kebosanan atas
pekerjaan, gereja, rumah, atau pasangan membuat kita mengeluh bahwa semua itu
bukanlah yang kita inginkan atau butuhkan. Frustrasi semacam ini telah
dialami oleh manusia sejak semula.
Perhatikan keluh kesah umat Allah
tentang makanan mereka di padang gurun. Sambil mengingat berbagai
jenis makanan yang dimakan saat mereka menjadi budak di Mesir, mereka
meremehkan cara Allah menyediakan makanan bagi mereka: “Tetapi sekarang kita
kurus kering, tidak ada sesuatu apa pun, kecuali manna ini saja yang kita
lihat” (Bilangan 11:6).
Allah menyediakan apa yang mereka
perlukan setiap hari, tetapi mereka ingin sesuatu yang lebih menarik. Apakah
kita tergoda untuk melakukan hal yang sama? Oswald Chambers mengatakan,
“Kebosanan adalah batu ujian terhadap karakter. Ada saat-saat di mana tidak ada
cahaya dan getaran hati, yang ada hanyalah kegiatan sehari-hari dan tugas
yang biasa. Rutinitas merupakan cara Allah untuk menempatkan kita di
saat-saat perenungan. Jangan berharap Allah akan selalu memberikan saat-saat
yang menggetarkan hati, tetapi belajarlah hidup dalam wilayah kebosanan
dengan kekuatan dari Allah.”
Di dalam masa-masa yang
membosankan, Allah sedang bekerja untuk menanamkan karakter-Nya di dalam diri
kita. Kebosanan merupakan kesempatan bagi kita untuk mengalami hadirat Tuhan
—DCM
BERKAT DITEMUKAN DI SEPANJANG JALAN TUGAS
|
<--------------------------------------------------------------------------->