February 2, 2006

The Best Question

Read:
Psalm 15

Lord, who may abide in Your tabernacle? Who may dwell in Your holy hill? —Psalm 15:1

Bible In One Year: Exodus 29-30; Matthew 21:23-46

coverNobel Prize-winning physicist Martin Perl was asked what he attributed his success to. "My mother," he answered. "Every day when I came home from school she asked me, 'So, Marty, did you ask any good questions today?'"

David asked the best question of all: "Lord, who may abide in Your tabernacle?" (Psalm 15:1). There are two words ancient Jews had for expressing the question "who?" One is similar to our usage. But David used another word here that asks, "What kind of person dwells close to God?"

The answer came in a series of character traits: "He who walks uprightly, and works righteousness, and speaks the truth in his heart" (v.2).

It's one thing to know the truth; it's another to obey it. God delights to live on His holy hill with those who are holy—who reflect the reality of the truth they believe. He loves men and women who "ring true."

This psalm, however, is not about any holiness of our own that we think will qualify us to gain entrance to His presence. It is rather about the beauty of holiness that God forms in us as we dwell in fellowship with Him.

The closer we get to God, the more like Him we will become. —David Roper

More purity give me, more strength to o'ercome,
More freedom from earth-stains, more longings for home;
More fit for the kingdom, more used would I be,
More blessed and holy—more, Savior, like Thee. —Bliss

Walk so close to God that nothing can come between.

Kamis, 2 Februari
Pertanyaan Terbaik
Tuhan, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? (Mazmur 15:1)

Bacaan: Mazmur 15
Setahun:
Keluaran 29-30; Matius 21:23-46

Pemenang hadiah Nobel, fisikawan Martin Perl ditanya kepada siapa ia mempersembahkan keberhasilannya. “Ibu saya,” jawabnya. “Setiap hari apabila saya pulang dari sekolah ia bertanya kepada saya, ‘Marty, apakah kamu melontarkan pertanyaan-pertanyaan bagus hari ini?’”

Daud melontarkan pertanyaan terbaik dari semua pertanyaan: “Tuhan, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu?” (Mazmur 15:1). Ada dua kata yang dipakai oleh orang Ibrani kuno untuk mengekspresikan pertanyaan “siapa?”. Salah satunya adalah seperti yang kita gunakan. Akan tetapi, di sini Daud menggunakan kata yang lain sehingga pertanyaannya, “Orang seperti apakah yang tinggal dekat dengan Allah?” 

Jawaban yang muncul merupakan serangkaian sifat-sifat karakter: “Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil, dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya” (ayat 2). 

Mengetahui kebenaran dan menaati kebenaran adalah dua hal yang berbeda. Allah suka tinggal di gunung-Nya yang kudus dengan orang-orang yang kudus—yang mencerminkan kenyataan akan kebenaran yang mereka percayai. Ia mengasihi orang-orang yang “mengenakan kebenaran”.

Namun, Mazmur ini bukanlah mengenai kekudusan kita sendiri, yang kita pikir akan membuat kita dapat memasuki hadirat-Nya. Melainkan lebih mengenai keindahan dari kekudusan yang Allah bentuk dalam diri kita jika kita tinggal dalam persekutuan dengan-Nya. 

Semakin kita dekat kepada Allah, kita semakin serupa dengan-Nya —DHR

BERJALANLAH BEGITU DEKAT DENGAN ALLAH
SUPAYA TIDAK ADA YANG DAPAT memisahkan anda dari-nya

Kamis, 2 Februari
Pertanyaan Terbaik
Tuhan, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? (Mazmur 15:1)

Bacaan: Mazmur 15
Setahun:
Keluaran 29-30; Matius 21:23-46

Pemenang hadiah Nobel, fisikawan Martin Perl ditanya kepada siapa ia mempersembahkan keberhasilannya. “Ibu saya,” jawabnya. “Setiap hari apabila saya pulang dari sekolah ia bertanya kepada saya, ‘Marty, apakah kamu melontarkan pertanyaan-pertanyaan bagus hari ini?’”

Daud melontarkan pertanyaan terbaik dari semua pertanyaan: “Tuhan, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu?” (Mazmur 15:1). Ada dua kata yang dipakai oleh orang Ibrani kuno untuk mengekspresikan pertanyaan “siapa?”. Salah satunya adalah seperti yang kita gunakan. Akan tetapi, di sini Daud menggunakan kata yang lain sehingga pertanyaannya, “Orang seperti apakah yang tinggal dekat dengan Allah?” 

Jawaban yang muncul merupakan serangkaian sifat-sifat karakter: “Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil, dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya” (ayat 2). 

Mengetahui kebenaran dan menaati kebenaran adalah dua hal yang berbeda. Allah suka tinggal di gunung-Nya yang kudus dengan orang-orang yang kudus—yang mencerminkan kenyataan akan kebenaran yang mereka percayai. Ia mengasihi orang-orang yang “mengenakan kebenaran”.

Namun, Mazmur ini bukanlah mengenai kekudusan kita sendiri, yang kita pikir akan membuat kita dapat memasuki hadirat-Nya. Melainkan lebih mengenai keindahan dari kekudusan yang Allah bentuk dalam diri kita jika kita tinggal dalam persekutuan dengan-Nya. 

Semakin kita dekat kepada Allah, kita semakin serupa dengan-Nya —DHR

BERJALANLAH BEGITU DEKAT DENGAN ALLAH
SUPAYA TIDAK ADA YANG DAPAT memisahkan anda dari-nya



Mazmur 15
15:1 Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?
15:2 Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,
15:3 yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;
15:4 yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;
15:5 yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke