February 3, 2006

"I Dare You!"

Read:
Psalm 119:41-48

I have hoped in Your ordinances. So shall I keep Your law continually. —Psalm 119:43-44

Bible In One Year: Exodus 31-33; Matthew 22:1-22

coverI heard a story about a small church that was having a reunion. A former member who attended the celebration had become a millionaire. When he testified about how God had blessed him over the years, he related an incident from his childhood.

He said that when he earned his first dollar as a boy, he decided to keep it for the rest of his life. But then a guest missionary preached about the urgent need on the mission field. He struggled about giving his dollar. "The Lord won, however," the man said. Then, with a sense of pride he added, "I put my treasured dollar in the offering basket. And I am convinced that the reason God has blessed me so much is that when I was a little boy I gave Him everything I possessed." The congregation was awestruck by the testimony—until a little old lady in front piped up, "I dare you to do it again!"

There's a vital truth behind that story: Past attainments are not a measure of present spiritual maturity. Psalm 119:44 says, "So shall I keep Your law continually." The psalmist knew he needed to keep his commitment fresh every day.

As Christians, we cannot rest on past victories. We must give the Lord our full devotion now. Then no one will need to challenge us, "I dare you to do it again!" —Dave Egner

Today Christ calls, "Come, follow Me!
Look not to yesterday;
Fresh grace you'll need to do My will—
Just trust Me and obey." —D. De Haan

Use the past as a springboard, not as a sofa.

Jumat, 3 Februari
“Saya Tantang Anda!”
Sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu. Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya (Mazmur 119:43,44)

Bacaan: Mazmur 119:41-48
Setahun:
Keluaran 31-33; Matius 22:1-22

Saya mendengar suatu cerita tentang sebuah gereja kecil yang mengadakan reuni. Seorang mantan jemaat yang menghadiri perayaan itu telah menjadi seorang jutawan. Ketika ia bersaksi bagaimana Allah memberkatinya selama bertahun-tahun, ia mengaitkan hal itu dengan suatu peristiwa dari masa kecilnya. 

Ia mengatakan bahwa ketika masih kecil, saat ia mendapatkan penghasilan pertama, ia memutuskan untuk menyimpannya sampai akhir hidupnya. Namun kemudian seorang misionaris tamu berkhotbah tentang kebutuhan mendesak di ladang misi. Ia bergumul untuk memberikan uangnya itu. “Namun, Tuhan menang,” kata lelaki itu. Kemudian, dengan bangga ia menambahkan, “Saya memasukkan uang yang menjadi harta saya itu ke dalam kantung persembahan. Dan saya yakin, alasan Allah sangat memberkati saya adalah karena ketika masih kecil, saya memberikan semua yang saya miliki kepada-Nya.” Jemaat terharu mendengar kesaksian itu. Namun, kemudian seorang wanita tua bertubuh kecil yang duduk di depan bersuara, “Saya tantang Anda untuk melakukannya lagi!”

Ada kebenaran penting di balik cerita itu: Prestasi masa lalu bukanlah ukuran kedewasaan rohani saat ini. Mazmur 119:44 mengatakan, “Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa.” Pemazmur sadar ia perlu menjaga komitmennya selalu segar setiap hari.

Sebagai orang kristiani, kita tidak dapat mengandalkan kemenangan-kemenangan masa lalu. Saat ini kita harus memberikan kesetiaan kita seutuhnya kepada Tuhan. Maka tak ada orang yang akan menantang kita, “Saya tantang Anda untuk melakukannya lagi!” —DCE

GUNAKANLAH MASA LALU SEBAGAI “PAPAN LONCAT”
BUKAN SEBAGAI “SOFA”



Mazmur 119:41-48
119:41 Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya TUHAN, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu,
119:42 supaya aku dapat memberi jawab kepada orang yang mencela aku, sebab aku percaya kepada firman-Mu.
119:43 Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
119:44 Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.
119:45 Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.
119:46 Aku hendak berbicara tentang peringatan-peringatan-Mu di hadapan raja-raja, dan aku tidak akan mendapat malu.
119:47 Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.
119:48 Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

 

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




SPONSORED LINKS
Gpib Gpib card Gpib interface
Religion Gpib board Christianity


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke