He said that when he earned his first dollar as a boy, he decided to keep it for the rest of his life. But then a guest missionary preached about the urgent need on the mission field. He struggled about giving his dollar. "The Lord won, however," the man said. Then, with a sense of pride he added, "I put my treasured dollar in the offering basket. And I am convinced that the reason God has blessed me so much is that when I was a little boy I gave Him everything I possessed." The congregation was awestruck by the testimony—until a little old lady in front piped up, "I dare you to do it again!" There's a vital truth behind that story: Past attainments are not a measure of present spiritual maturity. Psalm 119:44 says, "So shall I keep Your law continually." The psalmist knew he needed to keep his commitment fresh every day. As Christians, we cannot rest on past victories. We must give the Lord our full devotion now. Then no one will need to challenge us, "I dare you to do it again!" —Dave Egner Today
Christ calls, "Come, follow Me! Use the past as a springboard, not as a sofa.
Bacaan: Mazmur
119:41-48 Ia mengatakan bahwa ketika masih kecil, saat ia mendapatkan penghasilan pertama, ia memutuskan untuk menyimpannya sampai akhir hidupnya. Namun kemudian seorang misionaris tamu berkhotbah tentang kebutuhan mendesak di ladang misi. Ia bergumul untuk memberikan uangnya itu. “Namun, Tuhan menang,” kata lelaki itu. Kemudian, dengan bangga ia menambahkan, “Saya memasukkan uang yang menjadi harta saya itu ke dalam kantung persembahan. Dan saya yakin, alasan Allah sangat memberkati saya adalah karena ketika masih kecil, saya memberikan semua yang saya miliki kepada-Nya.” Jemaat terharu mendengar kesaksian itu. Namun, kemudian seorang wanita tua bertubuh kecil yang duduk di depan bersuara, “Saya tantang Anda untuk melakukannya lagi!” Ada kebenaran penting di balik cerita itu: Prestasi masa lalu bukanlah ukuran kedewasaan rohani saat ini. Mazmur 119:44 mengatakan, “Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa.” Pemazmur sadar ia perlu menjaga komitmennya selalu segar setiap hari. Sebagai orang kristiani, kita tidak dapat mengandalkan kemenangan-kemenangan masa lalu. Saat ini kita harus memberikan kesetiaan kita seutuhnya kepada Tuhan. Maka tak ada orang yang akan menantang kita, “Saya tantang Anda untuk melakukannya lagi!” —DCE GUNAKANLAH MASA LALU SEBAGAI “PAPAN LONCAT”
================================================ Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12) ================================================
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima
- [eben-network] FW: [goodnews4BI] Our Daily Bread Sonny Tutuarima

