March 14, 2006

The Promise Of Peace

Read:
Luke 2:8-15

Grace and peace be multiplied to you in the knowledge of God and of Jesus our Lord. —2 Peter 1:2

Bible In One Year: Deuteronomy 23-25; Mark 14:1-26

coverAt Christmastime we love to hear the angelic message of peace on earth. But the message that's repeated in songs and sermons needs to be heard and heeded every day of the year. We continually hear reports of tragedies around the globe. And we may be troubled by personal problems and crises. We long for and pray for peace.

The Bible provides an answer to that plea for peace. To start with, the apostle Paul assured us in Romans 5:1 that it is possible to have peace with God. Yes, we disobedient and sinful creatures can enter into a state of reconciliation with God through faith in His Son Jesus (v.11).

We can enjoy emotional peace as we cast our cares on the Savior (Philippians 4:6-7; 1 Peter 5:7). There is also the possibility of interpersonal peace. In Romans 12:18, Paul urged believers, "As much as depends on you, live peaceably with all men." Peace with others can become a reality. Best of all, we can anticipate global peace when our Savior, the Prince of Peace, returns.

By our prayers and by our example, let us be peacemakers who help to fulfill the angelic message: "Glory to God in the highest, and on earth peace, goodwill toward men!" (Luke 2:14). —Vernon Grounds

Peace, perfect peace, in this dark world of sin?
The blood of Jesus whispers peace within;
Peace, perfect peace, our future all unknown?
Jesus, we know, and He is on the throne. —Bickersteth

Only the Prince of Peace can bring lasting peace.

Selasa, 14 Maret
JANJI DAMAI
Anugerah dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita (2 Petrus 1:2)

Bacaan: Lukas 2:8-15
Setahun:
Ulangan 23-25; Markus 14:1-26

Pada masa Natal kita senang mendengar pesan malaikat tentang damai di bumi. Namun, pesan yang diulangulang dalam banyak nyanyian dan khotbah itu perlu didengar dan diperhatikan setiap hari sepanjang tahun. Kita masih saja mendengar berita tragedi dari seluruh dunia. Dan mungkin kita gundah mendengar berbagai krisis dan masalah manusia. Kita merindukan dan berdoa untuk kedamaian.

Alkitab memberikan jawaban permohonan bagi kedamaian itu. Rasul Paulus meyakinkan kita dalam Roma 5:1 bahwa kita dapat hidup berdamai dengan Allah. Ya, kita umat yang tidak taat dan penuh dosa dapat didamaikan dengan Allah melalui iman dalam anak-Nya, Yesus (ayat 11).

Kita dapat menikmati kedamaian batin saat menyerahkan kekhawatiran kepada Sang Juru Selamat (Filipi 4:6,7; 1 Petrus 5:7). Kita pun dapat menerima kedamaian antarsesama. Dalam Roma 12:18, Paulus meyakinkan orang-orang percaya, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam damai dengan semua orang!” Perdamaian dengan orang lain dapat menjadi kenyataan. Yang lebih baik lagi adalah kita dapat mengharapkan kedamaian bagi seluruh dunia ketika Juru Selamat kita, Sang Raja Damai, datang kembali.

Melalui doa dan teladan kita, marilah kita menjadi pembawa damai yang turut serta menggenapi pesan yang dibawa oleh malaikat: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Lukas 2:14) —VCG

HANYA RAJA DAMAI
YANG DAPAT MEMBAWA DAMAI ABADI

 

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke