April 11, 2006

The Glorious Sunset

Read:
Psalm 71:9-18

At evening time it shall happen that it will be light. —Zechariah 14:7

Bible In One Year: 1 Samuel 17-18; Luke 11:1-28

coverIt is wonderful to be young, with clear sight, acute hearing, elastic step, pulses drumming to the march of exhilarating health. But old age has glories that youth cannot know. It is a blessed old age indeed if it ends brightly at evening time.

Old age celebrates the harvest—youth the sowing. Like fruit in the fall, the harvest of old age will either dry up and wither, or grow mellow and sweeter as it ripens.

You cannot escape the advancing years. Youth stays long enough only to strengthen our shoulders for the burdens ahead. Life leads inevitably to the evening time. But the best things are the oldest things—things that have endured and stood the test of time. God Himself—though not bound by time—is called the Ancient of Days (Daniel 7:9).

So don't be ashamed to own your age. Everything that abides must become old: mountains, rivers, oceans, stars.

But the evening time of life can be bright only if we have the One who is the Light as our evening Sun. Nothing is sadder than an aging person facing eternity without Jesus. And nothing is sweeter than a gently mellowing Christian, still growing and resting in Christ as he faces God's tomorrow with confidence. —M. R. De Haan, M.D.

So I journey with rejoicing
Toward the city of
God's light,
While each day my joy is deeper,
And the pathway grows more bright. —Hoffman

It is a strange thing that, while all would live long, none would be old. —Benjamin Franklin

Selasa, 11 April
Yang Hancur
Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati, telah menjadi seperti barang yang pecah (Mazmur 31:13)

Bacaan: Mazmur 31:10-25
Setahun:
1 Samuel 17-18; Lukas 11:1-28

Hanya ada sedikit kehidupan yang masih utuh di dunia ini, yang berguna bagi Allah. Hanya sedikit orang yang dapat memenuhi harapan dan rencana mereka tanpa mengalami kekecewaan pada saat menggapainya. Namun, berbagai macam kekecewaan yang kita alami tersebut adalah janji Allah, dan segala yang kita yakini sebagai suatu tragedi barangkali sebenarnya merupakan berkat yang terselubung, yaitu kesempatan yang dipakai oleh Allah untuk menunjukkan kasih dan anugerah-Nya.

Kadang kala orang kristiani menyusun berbagai rencana yang sangat baik, tetapi tiba-tiba semuanya gagal total. Dari sudut pandang manusia, kita akan menilai kehidupan mereka sebagai tragedi. Namun, kita harus menelusuri kehidupan mereka sampai akhir untuk melihat bahwa mereka yang menderita justru telah menjadi orang-orang kristiani yang lebih baik dan lebih efektif. Mereka mungkin justru tidak akan berguna bagi Allah jika menjalankan rencana dan maksud mereka sendiri.

Sobat, apakah kehidupan Anda saat ini sedang hancur? Apakah hal yang paling Anda kasihi dalam hidup ini telah direnggut dari Anda? Bila Anda dapat melihat maksud dari semua peristiwa ini lewat sudut pandang Allah, Anda akan dapat menghapus air mata dan memuji Tuhan untuk semua itu. Kita memiliki janji-Nya bahwa Dia tidak akan menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela (Mazmur 84:12).

 

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke