April 3, 2006

Death Cannot Divide Us

Read:
John 11:14-27

Jesus said to her, "I am the resurrection and the life. He who believes in Me, though he may die, he shall live." —John 11:25

Bible In One Year: Judges 19-21; Luke 7:31-50

coverAlthough writers and philosophers have done their best to marshal weighty arguments in favor of life after death, they have not succeeded in bringing comfort to aching, anxious, questioning hearts.

Jesus, however, does not fail to satisfy us. He brings forth no philosophical arguments. He does not try to prove the reasonableness of immortality; He simply declares it! He speaks of what He knows, and answers with the authority of heaven: "I am the resurrection and the life. He who believes in Me, though he may die, he shall live" (John 11:25). This resurrection has two aspects. The bodies of believers will be raised, and their spirits will also live on in heaven.

What does this mean for grieving Christians whose believing loved ones have died? Death does not sever our love for them, for love belongs to the spirit and not to the body. And when those we love go on a long journey, their thoughts can span the distance as though it were a step, and their love enfolds us as though they stood beside us. So it is today with our dear departed ones.

Are you sorrowing over one who has been called to heaven? Jesus promises that we will be reunited one day, when God gives us back our precious loved ones. —M. R. De Haan, M.D.

When from the dead God raised His Son
And called Him to the sky,
He gave our souls a living hope
That they should never die! —
Watts

Christ has replaced the dark door of death with the shining gate of life.

Senin, 3 April
Maut Takkan Memisahkan Kita
Jawab Yesus kepadanya, “Akulah kebangkitan dan hi-dup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yohanes 11:25)

Bacaan: Hakim-hakim 19-21; Lukas 7:31-50

Meskipun para penulis dan filsuf telah berusaha sebaik mungkin untuk menyusun berbagai argumen penting perihal kehidupan setelah kematian, mereka tetap belum berhasil memberikan penghiburan bagi hati yang terluka, resah, dan dipenuhi pertanyaan. 

Sebaliknya, Yesus selalu dapat memuaskan kita. Dia tidak menyodorkan beragam argumen filosofis. Dia tidak berusaha membuktikan bahwa kekekalan itu masuk akal; Dia benar-benar menyatakan hal itu! Dia mengatakan hal yang diketahui-Nya, dan menjawab dengan kuasa surgawi, “Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yohanes 11:25). Kebangkitan ini mempunyai dua aspek. Tubuh orang percaya akan dibangkitkan, dan roh mereka akan hidup di surga.

Apa artinya hal ini bagi kaum kristiani yang berduka karena kematian orang-orang terkasih? Kematian tidak memutuskan tali kasih kita bagi mereka, karena kasih itu ada pada roh, bukan pada tubuh. Renungkan saja, ketika orang-orang yang kita kasihi harus melakukan suatu perjalanan yang panjang, pikiran mereka dapat melintasi jarak yang jauh sehingga seolah-olah jarak itu hanya tinggal sejengkal, dan kasih mereka menyelimuti kita seolah-olah mereka di sisi kita. Begitu pula yang terjadi dengan orang-orang terkasih yang telah mendahului kita.

Apakah saat ini Anda sedang berdukacita karena seseorang telah dipanggil ke surga? Yesus berjanji bahwa kita akan dipersatukan kembali pada suatu hari kelak ketika Allah mengembalikan orang-orang berharga yang kita kasihi —MRD

KRISTUS TELAH MENGGANTIKAN PINTU MAUT
DENGAN PINTU GERBANG KEHIDUPAN YANG BERCAHAYA



Yohanes 11:14-27
11:14 Karena itu Yesus berkata dengan terus terang, "Lazarus sudah mati;
11:15 tetapi Aku bersukacita, Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."
11:16 Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain, "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia."
11:17 Ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.
11:18 Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira tiga kilometer jauhnya.
11:19 Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.
11:20 Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
11:21 Lalu kata Marta kepada Yesus, "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
11:22 Tetapi sekarang pun aku tahu bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
11:23 Kata Yesus kepada Marta, "Saudaramu akan bangkit."
11:24 Kata Marta kepada-Nya, "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
11:25 Jawab Yesus kepadanya, "Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
11:27 Jawab Marta, "Ya, Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, yang akan datang ke dalam dunia."

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke