April 24, 2006

Relevant Routine

Read:
Ecclesiastes 3:1-13

Every man should eat and drink and enjoy the good of all his labor—it is the gift of God. —Ecclesiastes 3:13

Bible In One Year: 2 Samuel 19-20; Luke 18:1-23

coverHere we are at the beginning of a new week. For many people, Monday represents the start of another monotonous cycle of work. Maybe it's a mountain of washing and ironing, an endless quota of parts from a machine, the same dull routine on the assembly line, or the tedium of sitting at a computer.

Monotony can be a breeding ground for envy and discontent, or it can be the training ground for the development of character and a life of service. It all depends on whether we can see God in the ordinary duties of life.

There was a woman in Boston who for 40 years did the same cleaning tasks in the same office building. She was interviewed by a reporter who asked her how she could stand the monotony of doing the same thing day in and day out. The woman said, "I don't get bored. I use cleaning materials that God made. I clean objects that belong to people God made, and I make life more comfortable for them. My mop is the hand of God!"

Are you looking for the Creator in your occupation? He's there. He uses the hands, bodies, and minds of people who accept their tasks and do their work for Him. Any routine task is relevant to God's work in and through us—for time and for eternity. —Dennis De Haan

For Further Study
Are you wondering what God's call
on your life should look like?
Read How Can I Find Satisfaction In My Work?

If you want to leave footprints in the sands of time, wear work shoes.

Senin, 24 April
Rutinitas yang Berkaitan
Setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah (Pengkhotbah 3:13)

Bacaan: Pengkhotbah 3:1-13
Setahun:
2 Samuel 19-20; Lukas 18:1-23

Saat ini kita berada di awal minggu yang baru. Bagi banyak orang, Senin berarti awal dari siklus pekerjaan yang membosankan. Barangkali pekerjaan itu berupa setumpuk pakaian yang harus dicuci dan diseterika, pekerjaan yang tak ada habisnya dari sebuah mesin, rutinitas membosankan di tempat perakitan, atau rasa jemu menekuni pekerjaan di depan komputer.

Suatu hal yang monoton dapat menjadi tempat berkembang biaknya rasa iri dan ketidakpuasan, atau sebaliknya justru tempat pelatihan bagi perkembangan karakter dan kehidupan pelayanan. Semua itu tergantung pada bisa tidaknya kita melihat Allah di tengah tugas-tugas biasa kehidupan itu.

Seorang wanita di Boston bekerja sebagai petugas kebersihan selama 40 tahun di gedung kantor yang sama. Seorang wartawan mewawancarai bagaimana ia dapat tahan dengan suatu hal yang monoton dengan melakukan pekerjaan yang sama setiap hari. Wanita itu menjawab, “Saya tidak bosan. Saya menggunakan bahan-bahan pembersih yang diciptakan Allah. Saya membersihkan barang-barang milik orang-orang yang diciptakan Allah, dan saya menjadikan kehidupan terasa lebih nyaman bagi mereka. Alat pengepel saya adalah tangan Allah!”

Apakah saat ini Anda sedang mencari Sang Pencipta di tengah pekerjaan Anda? Dia hadir. Dia memakai tangan, tubuh, dan pikiran orang-orang yang menerima tugas-tugas mereka dan mengerjakannya untuk Dia. Tugas rutin apa pun berkaitan dengan pekerjaan Allah di dalam dan melalui diri kita—untuk saat ini maupun dalam kekekalan —DJD

JIKA ANDA INGIN MENINGGALKAN JEJAK KAKI DI PASIR WAKTU
KENAKANLAH SEPATU KERJA


Pengkhotbah 3:1-13
3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
3:2
Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
3:3 ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
3:4 ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;
3:5 ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk;
3:6 ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;
3:7 ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;
3:8 ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.
3:9 Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah?
3:10 Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.
3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
3:12 Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka.
3:13 Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.

 

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




SPONSORED LINKS
Gpib Gpib card Gpib interface
Religion Gpib board Christianity


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke