February 21, 2007

The Blame Game


ODB RADIO: Listen Now <http://www.rbc.org/odb/odb-02-21-07.shtml##>  | 
Download
<http://boss.streamos.com/download/rbc/odb/2007/02/odb-02-21-07.mp3> 

READ: Genesis 3:1-13
<http://bible.gospelcom.net/bible?language=english&version=NIV&passage=G
enesis+3%3a1-13>  

The man said, "The woman whom You gave to be with me, she gave me of the
tree, and I ate." -Genesis 3:12

 
About this cover
<http://www.rbc.org/devotionals/our_daily_bread/cover/51049.aspx>  

   

A city employee in Lodi, California, is suing the city for damages after
he backed a dump truck into his own parked car. The 51-year-old man
argues that because the "city's vehicle damaged my private vehicle," the
city owes him $3,600. As ridiculous as this sounds, blaming others has
been a basic human trait since the beginning.

When Adam and Eve ate from the forbidden tree, their eyes were opened
and they lost their innocence. God asked the man a simple, yet
penetrating question: "Where are you?" (Gen. 3:9). In the past, Adam had
intimate fellowship with God, but now he responded in fear and hid
himself.

God's follow-up question was more convicting than the first: "Have you
eaten from the tree of which I commanded you that you should not eat?"
(v.11). Then the blame game started: "The woman whom You gave to be with
me, she gave me of the tree, and I ate" (v.12). The man blamed God and
the woman for his sin. The woman blamed the serpent rather than herself.
Ever since that day in the Garden of Eden, we tend to blame others
rather than ourselves for our sinful choices.

When we sin, we should take responsibility. Let's pray like David: "I
acknowledged my sin to You, and my iniquity I have not hidden" (Ps.
32:5). -Marvin Williams
<http://www.rbc.org/devotionals/our_daily_bread/writer/51087.aspx> 

Lord, help me not excuse my sin
And blame another person;
For if I don't admit my wrong,
My sin will only worsen.  -Sper

The first step in repenting from sin is to admit that you are to blame.

Rabu, 21 Februari
SALING MENYALAHKAN
Manusia itu menjawab, "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah
yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan" (Kej. 3:12)

Bacaan: Kej. 3:1-13
Setahun: Bil. 1-3; Mrk. 3

Seorang pegawai di Lodi, Kalifornia, menuntut kota itu atas kerusakan
yang terjadi setelah ia memundurkan truk sampah, sehingga menabrak
mobilnya sendiri yang sedang diparkir. Pria berusia 51 tahun itu
beralasan, "Kendaraan milik kota merusak kendaraan pribadi saya," jadi
kota itu berutang padanya 3.600 dolar [kira-kira Rp36.000.000,00]. Walau
terdengar konyol, menyalahkan orang lain telah menjadi sifat dasar
manusia sejak awal. 

Ketika Adam dan Hawa makan buah dari pohon terlarang, mata mereka
terbuka dan kepolosan mereka pun sirna. Allah mengajukan pertanyaan yang
sederhana tetapi tajam kepada Adam, "Di manakah engkau?" (Kej. 3:9).
Sebelumnya, Adam memiliki persekutuan yang erat dengan Allah, tetapi
sekarang ia menjawabnya dengan takut dan bersembunyi.  

Pertanyaan Allah selanjutnya lebih tegas daripada yang pertama, "Apakah
engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" (ay. 11).
Lalu, permainan saling menyalahkan dimulai, "Perempuan yang Kautempatkan
di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka
kumakan" (ay. 12). Adam menyalahkan Allah dan perempuan itu atas dosa
yang dilakukannya. Si perempuan menyalahkan ular, bukan menyalahkan
dirinya sendiri. Sejak hari itu di Taman Eden, kita cenderung
menyalahkan orang lain daripada diri kita atas pilihan kita yang penuh
dosa. 

Bila kita berbuat dosa, kita harus mempertanggungjawabkannya. Mari kita
berdoa seperti Daud, "Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku
tidaklah kusembunyikan" (Mzm. 32:5) -MW 

Tuhan, janganlah aku berdalih atas dosaku
Dan malah mempersalahkan orang lain;
Karena kalau tak kuakui kesalahanku,
Dosa justru akan bertambah merusak batin. -Sper 

LANGKAH PERTAMA UNTUK BERTOBAT DARI DOSA
ADALAH MENGAKUI BAHWA ANDA BERSALAH 

________________________________

Kej. 3:1-13
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat
yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu:
"Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan
buahnya, bukan?" 
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam
taman ini boleh kami makan, 
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah
berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." 
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu
tidak akan mati, 
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu
akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang
baik dan yang jahat." 
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan
sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi
pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan
diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan
suaminyapun memakannya. 
3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka
telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. 
3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang
berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah
manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan
dalam taman. 
3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya:
"Di manakah engkau?" 
3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman
ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku
bersembunyi." 
3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau
telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau
makan itu?" 
3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku,
dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." 
3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah
yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang
memperdayakan aku, maka kumakan."

 

________________________________

** 

 

________________________________

** 



**

<<attachment: image004.jpg>>

<<attachment: image003.jpg>>

<<attachment: image002.jpg>>

<<attachment: image001.jpg>>

Kirim email ke