March 5, 2007

Inner Turmoil


ODB RADIO: Listen Now <http://www.rbc.org/odb/odb-03-05-07.shtml##>  | 
Download
<http://boss.streamos.com/download/rbc/odb/2007/03/odb-03-05-07.mp3> 

READ: 1 Samuel 1:9-18
<http://bible.gospelcom.net/bible?language=english&version=NIV&passage=1
+Samuel+1%3a9-18>  

I . . . have poured out my soul before the Lord. -1 Samuel 1:15

 
About this cover
<http://www.rbc.org/devotionals/our_daily_bread/cover/52094.aspx>  

   

Sometimes I feel as if I'm in a bad relationship-with myself! Whenever
Julie the writer starts a paragraph, Julie the editor interrupts. "No,
no, no. Don't say it that way. Why are you always so negative?" Or "What
makes you think you have anything worthwhile to say?"

Before I've completed a single thought, my alter ego has torn it to
shreds. This is a very debilitating ritual. It's also common to the
human condition.

Satan loves to distract us with criticism, and he tries to get us to use
it on others as well as ourselves. We judge prematurely and try to
correct others before we know what they're saying. That's what Eli the
priest did when Hannah was crying out to God. He interrupted her prayer
and accused her of being drunk (1 Sam. 1:12-14).

But God lets us pour out our hearts to Him in full honesty (Ps. 62:8).
In fact, the Psalms indicate that it is when we are expressing our
doubts and fears that God resolves them. Many Psalms that begin in
despair end in praise (22; 42; 60; 69; 73).

When a battle is raging inside, pour out your soul before the Lord (1
Sam. 1:15). He can make sense out of what seems senseless. -Julie
Ackerman Link
<http://www.rbc.org/devotionals/our_daily_bread/writer/4558.aspx> 

When turmoil seems to hold full sway
And be the ruler of the day,
I'll open up my heart and find
That God with peace can ease my mind.  -Hess

Prayer does not make God see things as we see them; it helps us see
things as God sees them.

Senin, 5 Maret
KEGALAUAN BATIN
Aku ... mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN (1Sam. 1:15)

Bacaan: 1Sam. 1:9-18
Setahun: Bil. 34-36; Mrk. 9:30-50

Kadang kala saya merasa seperti berada dalam hubungan yang buruk-dengan
diri sendiri! Setiap kali Julie sang penulis memulai sebuah paragraf,
Julie sang editor menyela. "Jangan, jangan, jangan begitu. Jangan
mengatakan dengan cara seperti itu. Mengapa kau selalu bernada sangat
negatif?" Atau "Apa yang membuatmu berpikir bahwa kau memiliki hal yang
berharga untuk dikatakan?" 

Sebelum menyelesaikan sebuah pemikiran, pribadi saya yang lain
mengoyak-ngoyak. Ini merupakan ritual yang sangat melemahkan. Hal ini
juga kondisi yang umum terjadi pada manusia. 

Setan senang mengacaukan pikiran kita dengan kritik, dan ia berusaha
agar kita melontarkan kritik itu kepada orang lain dan diri sendiri.
Kita terlalu dini menghakimi orang lain dan berusaha mengoreksi orang
lain sebelum mengetahui apa yang akan mereka katakan. Itulah yang
dilakukan Imam Eli ketika Hana berseru kepada Allah. Ia menyela doa Hana
dan menuduhnya mabuk (1Sam. 1:12-14). 

Namun, Allah mengizinkan kita mencurahkan isi hati secara jujur
kepada-Nya (Mzm. 62:9). Bahkan, mazmur itu menunjukkan bahwa saat kita
mengungkapkan keraguan dan rasa takut itulah Allah memulihkan kita.
Banyak Mazmur yang diawali dengan keputusasaan dan diakhiri dengan
pujian (22, 42, 60, 69, 73). 

Ketika terjadi perang batin, curahkanlah isi hati Anda di hadapan Tuhan
(1Sam. 1:15 ). Dia akan membuat hal yang tampaknya bodoh menjadi masuk
akal -JAL 

Bila kekacauan mengguncang jiwa
Dan hari seakan berat menimpa,
Kubuka hati dan merasakan
Damai Tuhan menenangkan pikiran. -Hess 

DOA TAK MEMBUAT ALLAH MEMANDANG DENGAN CARA PANDANG KITA
DOA MENOLONG KITA MEMANDANG DENGAN CARA PANDANG ALLAH 

________________________________

1Sam. 1:9-18
1:9 Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo,
berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait
suci TUHAN, 
1:10 dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis
tersedu-sedu. 
1:11 Kemudian bernazarlah ia, katanya: "TUHAN semesta alam, jika
sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat
kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada
hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada
TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh
kepalanya." 
1:12 Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan TUHAN, maka
Eli mengamat-amati mulut perempuan itu; 
1:13 dan karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya bibirnya saja
bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka
perempuan itu mabuk. 
1:14 Lalu kata Eli kepadanya: "Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai
orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu." 
1:15 Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang
sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak
kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN. 
1:16 Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; sebab
karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara demikian lama." 
1:17 Jawab Eli: "Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan
memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya." 
1:18 Sesudah itu berkatalah perempuan itu: "Biarlah hambamu ini mendapat
belas kasihan dari padamu." Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan
dan mukanya tidak muram lagi.

________________________________

** 

 

________________________________

** 



*

<<attachment: image001.jpg>>

<<attachment: image002.jpg>>

<<attachment: image003.jpg>>

<<attachment: image004.jpg>>

Kirim email ke