Kang lurah,
Masalah mau merdeka atawa kagak rasanya bukan hal yang bisa dibuat-buat.
Kalo suara hati sudah bulat mau merdeka, silakan aja maju terus. Orang
bersatu, kan, tidak perlu paksaan. Mungkin dulu rasanya cocok lalu nikah.
Sekarang yang satu serong, lainnya minta cerai, normal kan! Supaya win-win
sama-sama menang, sama-sama senang. Bukankah kemenangan dan kesenangan akan
menuntun kita berbuat arif dan bijaksana. Lihat aja konsep lingkungan, kalo
kita semena-mena terhadap hutan, tambang, sungai, pokoknya sda-lah, pasti
mereka juga berbalik berlaku tidak ramah terhadap kita bukan? Namun, kembali
kepada perkara pernikahan tadi, ...............ada prosesnya. Tergantung
pengadilan, mengabulkan atau tidak perceraian itu.
Wassalam,
At 12:32 AM 6/6/00 +0700, you wrote:
>Salam,
>
>Hemmm.
>
>Bagaimana kalo Sunda pengen jadi negara merdeka, ngadain kongres yang sama.
Bisa
>nggak anda ngakuin juga ?
>Terus Jawa, Madura, Bali, Batak, Aceh, Minang, Palembang, Riau, Kalsel, Kalbar
>melakukan hal yang sama.
>Soalnya mereka mikir ngapain capek-capek ngurusin subsidi propinsi miskin.
>Apalagi ngasih subsidi orang Jakarta..
>Kayaknya ide ini asyik juga.
>la-la-la-la......la-la-la
>
>he.he.he.he.he.
>kayaknya nggak semudah itu.
>
>Salam,
>yang lagi ishenk
>
>
Gunawan Wibisono
PhD candidate
Institute for Environmental Science
Murdoch University - South Street
Murdoch - WA 6150
Phone: 08 9360 6395 (O)
Email: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]