setuju.....bagaimana bisa kita disebut merdeka jika untuk berpikir saja kita
masih terbelenggu, apalagi melakukan hal yang lain.
yaseru
-----Original Message-----
From: Nenny Babo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 07 Juni 2000 23:18 YASERU
Subject: Re: [envorum] Papua Merdeka dan Pemanfaatan SDA
>Ciganjur merdeka, Sunda merdeka, Depok merdeka, Glodok merdeka, semuanya
>jadi menarik ha haha ha ha, tetapi IMPOSSIBLE haaaai yyya!!! Papua merdeka
>bukan karena keinginan sekolompok elit yang tersingkir (G.Santono) atau
>miskin nasionalisme (Tri Wibisono). Kemerdekaan yang diproklamirkan rakyat
>Papua datang dari kesadaran berbangsa seperti kesadaran berbangsa kita
>semua, mereka merasa tidak merdeka dalam NKRI dan dibodoh-bodohi oleh
pusat.
>Eksploitasi SDA yang tak terbatas, adakah setetes yang kembali ke Papua
>??????? sedangkan jalan mulus yang dibangun dari utang Bank Dunia hanya
>dinikmati oleh pendatang yang nota bene kapitalis dan birokrat pusat.
Rakyat
>Papua menggunakan jalan setapak menelusuri hutan dan bukit berhari-hari.
>
>Pembangunan yang selama ini dikomandoi pemerintah pusat tidak pernah
>mengukur pengikisan SDA. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa apabila nilai
>moneter pengikisan SDA dalam PDRB dihitung maka kesenjangan antara pemilik
>SDA (PAPUA) dengan pusat semakin buasar suakali. Dengan demikian ketidak
>adilan yang dirasakan oleh rakyat Papua memiliki pembenaran ilmiah dari
>sudut ekonomi SDA.
>
>Jadi perhatian ..... perhatian, jangan melihat Papua belum siap untuk
>merdeka karena mereka masih pakai koteka, koteka tidak identik dengan
>keterbelakangan dan kebodohan tapi koteka bagi mereka sama dengan sarung
>sutra bagi orang Sulsel atau blankon bagi orang Jawa atau pakaian serba
>hitam bagi komunitas Badui Dalam dan komunitas Ammato di Kajang (Sulsel).
>
>Inga' ....... inga', memberi selamat atau mendukung rakyat Papua untuk
>merdeka tidak sama sebangun dengan PROVOST eeehhh PROVOKATOR (seperti saja
>kata-kata SUBVERSIF dalam era ORBA) atau tidak memiliki rasa nasionalisme,
>barangkali kita perlu menyimak dan menghayati secara mendalam memorandum
>hasil KONGRES RAKYAT PAPUA yang kedua baru memberi KOMENTAR
laaaahhhhhhhhhh.
>
>SEKALI LAGI SELAMAT BAGI RAKYAT PAPUA MERDEKA.
>
>Salam dari BUTTAMANGKASARA,
>
>Nenny R. Babo
>
>
>
>
>
>----- Original Message -----
>From: Karunia Fajarini <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Wednesday, June 07, 2000 12:44 PM
>Subject: RE: [envorum] Papua Merdeka dan Pemanfaatan SDA
>
>
>> Kadang terpikir antara iseng sampai serius .......
>> Coba gimana yah kalau rakyat Ciganjur minta merdeka?
>> Atau di tempat saya tinggal, orang minta merdeka dan menjadi Republik
>> Depok Merdeka agar pajak-pajak kendaraannya tidak lari ke DKI? Memang
>> wilayahnya tidak seluas Papua atau Timor Lorosae dan SDA-nya juga tidak
>> mengandung tambang segala macam. But what does it take untuk menjadi
>> suatu negara merdeka yang berdaulat?
>> Aaahhhh!
>> Fatien
>>
>>
>> > Ini yang lebih seru. Misi Gus Dur yang utama saya kira adalah
>> > memperkuat
>> > masyarakat sipil sehingga ketika dia nanti kembali ke habitat asli
>> > (LSM) masyarakat sudah bisa membela diri. Tapi dalam posisi sekarang
>> > dia
>> > jadi sering kebingungan sendiri dengan langkah-langkah yang dia buat
>> > yang
>> > ternyata menghasilkan akibat yang bertentangan dengan posisi dia
>> > sekarang.
>> > Buat saya sendiri menyelesaikan masalah tidak harus dengan membakar
>> > rumah. Negara juga bukan sebuah rumah tangga yang masing-masing pihak
>> > bisa dengan mudah bisa bilang good bye kalau ada masalah.
>> > Salam dari Lampung (sebelum pemikiran-pemikiran aneh membuat Lampung
>> > menjadi sebuah negara merdeka, perlu anda semua ketahui bahwa aliansi
>> > Sumatra juga pernah santer terdengar dan saya sendiri ikut terlibat
>> > dalam
>> > beberapa diskusi tapi dalam posisi menentang ide "Lampung Merdeka").
>> > Tolong hati-hati dalam membuat pernyataan karena akibatnya adalah
>> > perang
>> > sipil karena negara kita sudah terlanjur begini secara komposisi
>> > etnis.
>> >
>> >
>> > ---------------------------------------------------------------------
>> > Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>> > Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>> > Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>> Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>> Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]