Ciganjur merdeka, Sunda merdeka, Depok merdeka, Glodok merdeka, semuanya
jadi menarik ha haha ha ha, tetapi IMPOSSIBLE haaaai yyya!!! Papua merdeka
bukan karena keinginan sekolompok elit yang tersingkir (G.Santono) atau
miskin nasionalisme (Tri Wibisono). Kemerdekaan yang diproklamirkan rakyat
Papua datang dari kesadaran berbangsa seperti kesadaran berbangsa kita
semua, mereka merasa tidak merdeka dalam NKRI dan dibodoh-bodohi oleh pusat.
Eksploitasi SDA yang tak terbatas, adakah setetes yang kembali ke Papua
??????? sedangkan jalan mulus yang dibangun dari utang Bank Dunia hanya
dinikmati oleh pendatang yang nota bene kapitalis dan birokrat pusat. Rakyat
Papua menggunakan jalan setapak menelusuri hutan dan bukit berhari-hari.
Pembangunan yang selama ini dikomandoi pemerintah pusat tidak pernah
mengukur pengikisan SDA. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa apabila nilai
moneter pengikisan SDA dalam PDRB dihitung maka kesenjangan antara pemilik
SDA (PAPUA) dengan pusat semakin buasar suakali. Dengan demikian ketidak
adilan yang dirasakan oleh rakyat Papua memiliki pembenaran ilmiah dari
sudut ekonomi SDA.
Jadi perhatian ..... perhatian, jangan melihat Papua belum siap untuk
merdeka karena mereka masih pakai koteka, koteka tidak identik dengan
keterbelakangan dan kebodohan tapi koteka bagi mereka sama dengan sarung
sutra bagi orang Sulsel atau blankon bagi orang Jawa atau pakaian serba
hitam bagi komunitas Badui Dalam dan komunitas Ammato di Kajang (Sulsel).
Inga' ....... inga', memberi selamat atau mendukung rakyat Papua untuk
merdeka tidak sama sebangun dengan PROVOST eeehhh PROVOKATOR (seperti saja
kata-kata SUBVERSIF dalam era ORBA) atau tidak memiliki rasa nasionalisme,
barangkali kita perlu menyimak dan menghayati secara mendalam memorandum
hasil KONGRES RAKYAT PAPUA yang kedua baru memberi KOMENTAR laaaahhhhhhhhhh.
SEKALI LAGI SELAMAT BAGI RAKYAT PAPUA MERDEKA.
Salam dari BUTTAMANGKASARA,
Nenny R. Babo
----- Original Message -----
From: Karunia Fajarini <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, June 07, 2000 12:44 PM
Subject: RE: [envorum] Papua Merdeka dan Pemanfaatan SDA
> Kadang terpikir antara iseng sampai serius .......
> Coba gimana yah kalau rakyat Ciganjur minta merdeka?
> Atau di tempat saya tinggal, orang minta merdeka dan menjadi Republik
> Depok Merdeka agar pajak-pajak kendaraannya tidak lari ke DKI? Memang
> wilayahnya tidak seluas Papua atau Timor Lorosae dan SDA-nya juga tidak
> mengandung tambang segala macam. But what does it take untuk menjadi
> suatu negara merdeka yang berdaulat?
> Aaahhhh!
> Fatien
>
>
> > Ini yang lebih seru. Misi Gus Dur yang utama saya kira adalah
> > memperkuat
> > masyarakat sipil sehingga ketika dia nanti kembali ke habitat asli
> > (LSM) masyarakat sudah bisa membela diri. Tapi dalam posisi sekarang
> > dia
> > jadi sering kebingungan sendiri dengan langkah-langkah yang dia buat
> > yang
> > ternyata menghasilkan akibat yang bertentangan dengan posisi dia
> > sekarang.
> > Buat saya sendiri menyelesaikan masalah tidak harus dengan membakar
> > rumah. Negara juga bukan sebuah rumah tangga yang masing-masing pihak
> > bisa dengan mudah bisa bilang good bye kalau ada masalah.
> > Salam dari Lampung (sebelum pemikiran-pemikiran aneh membuat Lampung
> > menjadi sebuah negara merdeka, perlu anda semua ketahui bahwa aliansi
> > Sumatra juga pernah santer terdengar dan saya sendiri ikut terlibat
> > dalam
> > beberapa diskusi tapi dalam posisi menentang ide "Lampung Merdeka").
> > Tolong hati-hati dalam membuat pernyataan karena akibatnya adalah
> > perang
> > sipil karena negara kita sudah terlanjur begini secara komposisi
> > etnis.
> >
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> > Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> > Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
> Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]