Salam, Ha-ha.ha. Betul-betul siapa sebaiknya ya yang harus mendalami HASIL KONGRES RAKYAT PAPUA itu. Kayaknya sayah, yah. Namun kalau sekedar merdeka bukan dalam artian negara merdeka baru, okelah. Siapa yang nuduh provakator. GR TUCH. ha.ha.ha.ha.ha Sekarang siapa yang harus berhati-hati menggunakan istilah. Lihat dampak Kongres tersebut, kalau memang itu sesuai dengan istilah Anda. Beberapa negara telah menyatakan penolakannya atas pernyataan kemerdekaan negara Papua. Gimana nich ? Bendera Negara Papua Merdeka Bintang Kejora (ech bukan bintang kecil ya ?) berkibar. Ha-ha-ha-ha. Merah Putih bersanding dengan bendera itu di bumi yang sama. Bisa membayangkan ini terjadi tahun 45, misalkan pada waktu itu bendera Sunda merdeka juga berkibar ? Mana yang sah ? Dampak politik Kongres Papua merdeka, nggak maen-maen lho. Gus Dur plus Alwi Sihab dari awal pemerintahannya terbentuk sudah rajin berkunjung ke luar negeri dalam rangka meyakinkan keutuhan NKRI. Coba lihat : pernyataan anda Kongres Rakyat Papua yang baru saja berakhir telah memproklamirkan Kemerdekaan Bangsa Papua. Terlepas dari tinjauan hukum yang menyatakan Papua Merdeka merupakan tindakan makar, * istilah Bangsa Papua berarti setingkat dengan istilah Bangsa Indonesia Menurut Hukum Indonesia, Makar itu karena hendak membentuk negara merdeka. Karena ini Indonesia, maka harus mendukung Hukukm Indonesia. Masa Hukum Rimba sich. Coba disimak nich. Gimana sich ? bikin pernyataan dengan sebelumnya menggunakan alasan pembenaran diri dengan menggunakan istilah lepas dari tinjauan hukum Kalau bikin pernyataan harus ditinjau utuh Bung, ech Non, ya ?. Tidak bisa diterima nich, yang model sepenggal-sepenggal begituan. Diinterpretasikan sesuka-sukanya. Interpretasinya bisa macam-macam. La-la-la. he.he.he Ha.ha.ha.ha Salam yang lagi ishenk. Coba lihat di bawah ini adalah aslinya. 1. Inga' ....... inga', memberi selamat atau mendukung rakyat Papua untuk merdeka tidak sama sebangun dengan PROVOST eeehhh PROVOKATOR (seperti saja kata-kata SUBVERSIF dalam era ORBA) atau tidak memiliki rasa nasionalisme, barangkali kita perlu menyimak dan menghayati secara mendalam memorandum hasil KONGRES RAKYAT PAPUA yang kedua baru memberi KOMENTAR laaaahhhhhhhhhh. SEKALI LAGI SELAMAT BAGI RAKYAT PAPUA MERDEKA. Salam dari BUTTAMANGKASARA, Nenny R. Babo 2. Kongres Rakyat Papua yang baru saja berakhir telah memproklamirkan Kemerdekaan Bangsa Papua. Terlepas dari tinjauan hukum yang menyatakan Papua Merdeka merupakan tindakan makar, namun rakyat Papua tahu persis (bukan orang-orang pusat/Jakarta yang paling tahu) inilah yang terbaik bagi rakyat Papua. Kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan tidak ditentukan oleh komunitas lain, melainkan komunitas mereka sendirilah yang dapat mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan itu. Otonomi yang dicanangkan pemerintah hanya dongeng pengantar tidur agar rakyat papua tertidur lelap. Alasannya, rakyat Papua belum siap !!! sehingga eksploitasi SDA Papua dapat dilakukan tidak terbatas dan hasilnya dipersembahkan ke Jakarta untuk dikorup. Kemerdekaan Papua adalah jalan terbaik bagi rakyat Papua untuk menikmati SDA mereka sehingga mereka kelak lebih sejahtera dari sekarang. Selamat buat Rakyat Papua !!!
