liddle aja kok didenger dia khan cuma urun rembug aja sambil nonton freeport menyetor uangnya ke AS sh ---------- > From: Nenny Babo <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: [envorum] Fwd: [envorum] Papua Merdeka dan Pemanfaatan SDA > Date: Thursday, June 08, 2000 5:55 PM > > Dear teman-teman, > > Papua Merdeka bukan tidak punya dasar. Tidak kurang MENHAN JUWONO SUDARSONO > berpendapat KONGRES RAKYAT PAPUA mempunyai DASAR KUAT untuk MENGGUGAT masa > lampau (Kompas,8/6/2000,h.1). Walaupun diantara kita masih berpendapat bahwa > sebahagian besar rakyat Papua masih memberikan kesempatan kepada pemerintah > pusat untuk memperbaiki keadaan sesuai aspirasi yang berkembang, namun > pendapat ini sangat sentimentil dan sangat subyektif. Ada dua alasan untuk > menggugurkan pendapat tersebut, yaitu : (1) tuntutan arus bawah yang > menguat, dan (2) rakyat Papua belum pernah merasa bagian dari Indonesia. > > Berkaitan dengan pemikiran pertama, tuntutan kemerdekaan sudah sangat deras > bahkan sudah dikumandangkan arus bawah. Bendera bintang kejora sudah > dikibarkan, semangat patriotisme rakyat Papua sudah berkobar-kobar sehingga > kekuatan aspirasi merdeka tidak terletak lagi pada elit politik. Apapun > yang kita lakukan tidak akan mampu membendung tuntutan merdeka yang begitu > kuat kecuali dipaksakan tetapi ini akan menelan korban. Oleh karena itu > pemerintah pusat harus mendengar dan mencermati hasil konres rakyat Papua. > Jangan dilakukan langkah-langkah tegas refresif seperti nasehat DPR yakni > gunakan alat-alat negara untuk menekan. Lebih baik dana tersebut digunakan > untuk membangun rasa persaudaraan sebagai satu keluarga di propinsi-propinsi > yang potensial yang selama ini diterlantarkan dan diterbelakangkan sehingga > mencegah tuntutan untuk merdeka atau dana kunjungan luar negeri presiden > GUSDUR (GUnakan Seluruh Duit Untuk Refresing ke luar negeri) digunakan untuk > menerapkan otonomi seluas-luasnya sehingga tidak ada kesan kuat dari daerah > tentang pemerintah pusat tidak memiliki political will. > > Pemikiran kedua datang dari Liddle (Kompas,8/6/2000, h.4). Menurut prof dari > The Ohio State University ini, rakyat Papua belum pernah merasa bagian dari > Indonesia. Pada tahun 1960-an, Soekarno, Soeharto dan ABRI memaksa mereka > untuk menerima kekuasaan Jakarta. Tokoh-tokoh lokal yang terdidik tahun > 1950-an yang ketika itu merupakan elit terbesar dibantai dan dipenjarakan. > Rakyat Papua yang terdidik sekarang hampir semua mengingat sejarah itu dan > menolak Indonesia. Selain itu, orang-orang desa yang tinggal dipelosok tanah > Papua tidak tahu menahu tentang Indonesia. > Dengan demikian, selain alasan di atas dan juga alasan tidak melibatkan > rakyat Papua dalam perundingan2 kecuali USA, Belanda, PBB dan Indonesia maka > bisa dipahami mengapa hasil Kongres Rakyat Papua menyatakan tanah Papua > bergabung dengan NKRI merupakan cacat hukum. > > Saya sedih melihat rakyat Papua pergi dari rumah NKRI, tetapi saya lebih > sedih lagi kalau rakyat Papua masuk dalam rumah NKRI yang asing baginya > serta tidak dapat menikmati dan merasakan kemajuan seperti kepesatan > kemajuan Jakarta dan kota-kota lainnya. Pontesi anda wahai rakyat Papua > tercinta SANGAT BESAR, do'aku slalu bersamu, semoga cita-cita yang terbaik > menurutMu tercapai. Mungkin lagu dari Sabang sampai Merauke sudah menjadi > nostalgia bagi kami !!!!!!!!!!! > > Salam dari Butta Mangkasara (Tanah Makassar), > Nenny R.Babo > > ----- Original Message ----- > From: lurah <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Thursday, June 08, 2000 11:09 AM > Subject: [envorum] Fwd: [envorum] Papua Merdeka dan Pemanfaatan SDA > > > > Salam, > > > > Ha-ha.ha. > > Betul-betul siapa sebaiknya ya yang harus mendalami HASIL KONGRES RAKYAT > > PAPUA itu. > > Kayaknya sayah, yah. > > Namun kalau sekedar merdeka bukan dalam artian negara merdeka baru, > > okelah. > > > > Siapa yang nuduh provakator. GR TUCH. > > ha.ha.ha.ha.ha > > > > Sekarang siapa yang harus berhati-hati menggunakan istilah. > > Lihat dampak Kongres tersebut, kalau memang itu sesuai dengan istilah > > Anda. Beberapa negara telah menyatakan penolakannya atas pernyataan > > kemerdekaan negara Papua. > > Gimana nich ? > > Bendera Negara Papua Merdeka Bintang Kejora (ech bukan bintang kecil ya > > ?) berkibar. > > Ha-ha-ha-ha. > > Merah Putih bersanding dengan bendera itu di bumi yang sama. > > Bisa membayangkan ini terjadi tahun 45, misalkan pada waktu itu bendera > > Sunda merdeka juga berkibar ? > > Mana yang sah ? > > Dampak politik Kongres Papua merdeka, nggak maen-maen lho. > > Gus Dur plus Alwi Sihab dari awal pemerintahannya terbentuk sudah rajin > > berkunjung ke luar negeri dalam rangka meyakinkan keutuhan NKRI. > > > > Coba lihat : pernyataan anda > > > > Kongres Rakyat Papua yang baru saja berakhir telah memproklamirkan > > Kemerdekaan Bangsa Papua. Terlepas dari tinjauan hukum yang menyatakan > > Papua > > Merdeka merupakan tindakan makar, > > > > * > > istilah Bangsa Papua berarti setingkat dengan istilah Bangsa Indonesia > > Menurut Hukum Indonesia, Makar itu karena hendak membentuk negara > > merdeka. > > Karena ini Indonesia, maka harus mendukung Hukukm Indonesia. > > Masa Hukum Rimba sich. > > > > Coba disimak nich. > > Gimana sich ? bikin pernyataan dengan sebelumnya menggunakan alasan > > pembenaran diri dengan menggunakan istilah lepas dari tinjauan hukum > > Kalau bikin pernyataan harus ditinjau utuh Bung, ech Non, ya ?. > > Tidak bisa diterima nich, yang model sepenggal-sepenggal begituan. > > Diinterpretasikan sesuka-sukanya. Interpretasinya bisa macam-macam. > > > > La-la-la. > > he.he.he > > Ha.ha.ha.ha > > > > Salam > > yang lagi ishenk. > > > > Coba lihat di bawah ini adalah aslinya. > > 1. > > Inga' ....... inga', memberi selamat atau mendukung rakyat Papua untuk > > merdeka tidak sama sebangun dengan PROVOST eeehhh PROVOKATOR (seperti > > saja kata-kata SUBVERSIF dalam era ORBA) atau tidak memiliki rasa > > nasionalisme, > > barangkali kita perlu menyimak dan menghayati secara mendalam memorandum > > > > hasil KONGRES RAKYAT PAPUA yang kedua baru memberi KOMENTAR > > laaaahhhhhhhhhh. > > > > SEKALI LAGI SELAMAT BAGI RAKYAT PAPUA MERDEKA. > > > > Salam dari BUTTAMANGKASARA, > > > > Nenny R. Babo > > > > > > 2. > > Kongres Rakyat Papua yang baru saja berakhir telah memproklamirkan > > Kemerdekaan Bangsa Papua. Terlepas dari tinjauan hukum yang menyatakan > > Papua > > Merdeka merupakan tindakan makar, namun rakyat Papua tahu persis (bukan > > orang-orang pusat/Jakarta yang paling tahu) inilah yang terbaik bagi > > rakyat > > Papua. Kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan tidak ditentukan oleh > > komunitas lain, melainkan komunitas mereka sendirilah yang dapat > > mewujudkan > > kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan itu. Otonomi yang dicanangkan > > pemerintah hanya dongeng pengantar tidur agar rakyat papua tertidur > > lelap. > > Alasannya, rakyat Papua belum siap !!! sehingga eksploitasi SDA Papua > > dapat > > dilakukan tidak terbatas dan hasilnya dipersembahkan ke Jakarta untuk > > dikorup. Kemerdekaan Papua adalah jalan terbaik bagi rakyat Papua untuk > > menikmati SDA mereka sehingga mereka kelak lebih sejahtera dari > > sekarang. > > Selamat buat Rakyat Papua !!! > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] > Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] > Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected] > --------------------------------------------------------------------- Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
