Dear all, sekedar sharing berita tentang tambang..
From: Sekretariat Perhapi [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, February 12, 2015 3:17 PM
Subject: BERITA ESDM_12 FEBRUARI 2015
[Inline image 1]
BERITA ESDM
TANGGAL : 12 FEBRUARI 2015
SUMBER : 1. Harian KONTAN
2. Bisnis Indonesia
3. Investor Daily
4. Harian KOMPAS
TAMBANG
ESDM akan Panggil Newmont Bahas Amandemen Kontrak
Kementerian ESDM akan memanggil manajemen PT Newmont Nusa Tenggara untuk
membicarakan penyusunan amandemen MoU.
Dirjen Minerba Kementerian ESDM R Sukhyar mengatakan, ada aspirasi dari daerah
NTB yang menginginkan pembangunan smelter Newmont di Sumbawa. "Besok kami
undang mereka untuk membahas soal smelter."
Sukhyar menampik MoU Newmont bakal bernasib sama dengan Freeport yakni
diperpanjang. "Kami belum mau berbicara soal perpanjangan MoU. Masih ada
waktu untuk menyusunnya."
Secara terpisah, anggota Komisi VII DPR Kurtubi meminta pemerintah mendengarkan
aspirasi masyarakat NTB agar Newmont membangun smelter di Sumbawa. Pasalnya,
pemerintah telah mendengarkan aspirasi masyarakat Papua agar Freeport bangun
smelter di Papua. "Tuntutan rakyat NTB agar smelter di Sumbawa amat sah secara
ekonomi, berkeadilan untuk bangsa dan negara. Tidak ada alasan untuk
menghindar atau cari-cari alasan." (Investor Daily- hal 9)
Pemerintah Dorong Antam Kerjasama dengan Inalum
Pemerintah melalui Kementerian BUMN mendorong PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM)
untuk bekerjasama dengan PT Indonesia Asahan aluminium (Inalum) dalam proyek
alumina senilai US$ 1,8 miliar di Mempawah, Kalimantan Barat.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan
Komisi VI DPR RI terkait rencana tersebut. "Inalum akan turut penyertaan
modal di proyek alumina," katanya. (Bisnis Indonesia - hal 13)
Antam Kaji Pangkas Right Issue dari Rp 10,7 triliun jadi Rp 5,3 triliun
PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) mengkaji pemangkasan target dana hasil
penawaran umum terbatas saham (right issue) dari Rp 10,7 triliun menjadi Rp 5,3
triliun. Hal itu seiring penurunan rencana penyertaan modal negara (PMN) dari
semula Rp 7 triliun menjadi Rp 3,5 triliun.
Direktur Keuangan Antam Djaja Tambunan mengatakan, kepastian right issue masih
perlu melewati sejumlah tahap. Selain di DPR, aksi korporasi itu juga wajib
mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan
(RUPST) pada Maret 2015. Saat ini saham Antam dikuasai oleh negara sebesar 65%
dan publik sebesar 35%. "Untuk menentukan kepastian size rights issue, kami
juga perlu melihat respons investor ketika roadshow. Masih perlu usaha
panjang." (Investor Daily- hal 13)
Pemerintah akan samakan Harga Patokan Pasir Besi dan Bijih Besi
Kementerian ESDM tak lama lagi akan melonggarkan syarat ekspor konsentrat pasir
besi atau pasir besi.
Rencananya, besaran harga patokan ekspor (HPE) komoditas ini akan disamakan
dengan konsentrat besi alias bijih besi. Alasannya, karena pengusaha pasir
besi kesulitan mengekspor karena HPE terlalu mahal. Selain itu, teknologi
pemisahan kandungan titanium dan ilmenite dan Fe yang ada dalam pasir besi
masih sulit dilakukan.
Kebijakan ini rencananya akan dituangkan dalam revisi lapiran Peraturan Menteri
(Permen) ESDM Nomor 1/2014 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui
Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral di Dalam Negeri.
Dalam aturan itu, pemerintah akan mengubah nama pasir besi, menjadi konsentrat
besi alias bijih besi sehingga ini akan mengubah penggolongan kode harmoni
sistem (HS) sekaligus besaran HPE konsentrat besi.
Menurut Dirjen Minerba Kementerian ESDM R Sukhyar, draft revisi lampiran Permen
ESDM itu sudah final dan tinggal menunggu tanda tangan Menteri ESDM. "Saya
sudah teken drafnya, sudah dikirimkan ke Biro Hukum dan tinggal menunggu
tandatangan Menteri ESDM Sudirman Said," katanya. (Harian Kontan-14)
Central Omega gandeng Macrolink akan Mulai Bangun Smelter Nickel Pig Iron
senilai US$ 400 juta Tahun Ini
PT Central Omega Resources Tbk -perusahaan tambang nikel, tembaga dan emas-
berencana merealisasikan pembangunan smelter nickel pig iron tahun ini di
Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Pembangunan smelter itu akan dilakukan melalui anak usaha PT Central Omega
Resources Tbk, yaitu PT COR Industri Indonesia (CORII). Sebagai pelaksana
kegiatan engineering, procurement and construction (EPC), Central Omega
menunjuk dua kontraktor asal China, yaitu China National Machinery Imp. & Exp.
(CMC) dan China Machinery Industry Construction Group Inc. (SINOCONST).
CORII telah merampungkan proses persiapan pembangunan smelter, seperti
perizinan, pembebasan lahan dan sarana pendukung lain. Rencananya, smelter itu
berkapasitas total 300.000 ton nickel pig iron per tahun. Kebutuhan bahan baku
bijih nikel sekitar 1,5 juta ton per tahun. Jika smelter itu beroperasi 2016,
Central Omega targetkan Pendapatan US$ 100 Juta. (Harian Kontan-hal 13/Bisnis
Indonesia-hal 15/Investor Daily- hal 14)
PT Garda Tujuh Buana Tbk Hentikan Sementara Operasi Tambang
Selama Minimal 3 bulan
PT garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) menghentikan operasi tambang batubaranya untuk
jangka waktu minimal tiga bulan, menyusul anjloknya harga batubara dalam
beberapa tahun terakhir.
Direktur Utama Garda Tujuh Buana, Ratendra Kumar Srivasta menjelaskan, harga
batubara telah jatuh lebih dari 50%. "Secara global, ada rasionalisasi
produkisi yang mencapai 118 juta ton, namun pengurangan produksi ini diimbangi
dengan peningkatan produksi di Indonesia, Asutralia dan India."
Ratendra menambahkan bahwa alasan penghentian produksi adalah permintaan yang
menurun tajam. Perseroan memasok batubara ke pasar India, di mana terjadi
perubahan struktural dalam pasar batubara karena perubahan pemerintahan. "Kami
berharap akan mulai menjual batubara ke India pada Mei atau Juni 2015 dan
seterusnya." (Bisnis Indonesia -hal 15/Investor Daily- hal 14)
Penambangan Emas Rakyat di Cianjur Makan Korban
Aktivitas penambangan emas rakyat di kawasan Gunung Rosa, Kecamatan Campaka,
Cianjur, Jawa Barat, memakan korban jiwa. Seorang penambang ditemukan tewas,
sedangkan empat penambang lainnya terjebak di dalam lubang penggalian sedalam 1
kilometer, Selasa (10/2) hingga Rabu (11/2).
"Kami masih terus melakukan pencarian meski terkendala kondisi lubang
penggalian yang sempit, hujan di sekitar lokasi pencarian, hingga alat
pendukung pencarian yang sederhana," kata Kapolres Cianjur AKBP Deddy Kusuma
Bakti di Cianjur. (Harian Kompas-23)
Di Pongkor, Bogor, PETI Ambil 2 Ton Emas
Menurut Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) Tato
Miraza, dalam dua tahun terakhir, penambangan tanpa izin mengambil sekitar 2
ton emas atau setara
Salam,
Maria
--
Sekretariat PERHAPI
Komplek Rukan Crown Palace Blok D No. 9
Jl. Prof. Dr. Soepomo, SH No. 231 - Tebet
Jakarta Selatan 12870
Telp. 021-83783766
Fax. 021-83783765
Untuk menjadi anggota mailinglist anggota PERHAPI.
Kirim email kosong ke :
[email protected]<mailto:[email protected]>
web: www.perhapi.or.id<http://www.perhapi.or.id>
________________________________
"This email (including attachments) is intended only for personal and
confidential use of designated recipient(s). If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any review, dissemination, distribution
or copying of this email (including attachments) is strictly prohibited and you
must delete this email (including attachments) immediately.
Email transmission cannot be guaranteed to be error-free. Therefore, we do not
represent that this information is complete or accurate and it should not be
relied upon as such. Although PT Antam (Persero) Tbk is implementing anti virus
software for this email and attachments, PT Antam (Persero) Tbk accepts no
liability for any damage caused by any viruses and malicious codes transmitted
by this email. The receiver is responsible for checking and deleting any
viruses and malicious codes as a result of email transmission".
"We are not in a position to advise you, we are not advising you, and the
contents of this e-mail must not be construed as any advice to you, on
(a)whether to purchase any of our securities or, (b) if you hold an investment
in our securities, the value of your investment or how or whether you can
affect any trades relating to your investment. These queries should be
addressed to a licensed broker or your broker from or through whom you bought
the relevant investment, respectively."