Setahuku bangun smelter lumayan pri, bisa hampir se apbd kabupaten di Jawa Tengah (katanya. . . . .) On Feb 13, 2015 8:06 AM, "Prihatin Tri Setyobudi" <[email protected]> wrote:
> Makasoh Kamil, Wih smelter lagi yha... emang bener2 jadi masalah besar di > dunia pertambangan smelter itu yha.... biaya bangun smelter tuh berapaan > sih? Sekarang ini di Indonesia dah dibangun berapa unit? Yang sudah > mengajukan ijin membangun smelter berapa? > > Makasih atas pencerahannya > > Salam, > Prihatin Tri Setyobudi > On Feb 13, 2015 7:58 AM, "Mohammad Riyan Kamil" <[email protected]> > wrote: > >> Dear all, sekedar sharing berita tentang tambang.. >> >> >> >> *From:* Sekretariat Perhapi [mailto:[email protected]] >> *Sent:* Thursday, February 12, 2015 3:17 PM >> *Subject:* BERITA ESDM_12 FEBRUARI 2015 >> >> >> >> [image: Inline image 1] >> >> >> >> >> >> *BERITA ESDM* >> >> >> >> *TANGGAL : 12 FEBRUARI 2015* >> >> >> >> *SUMBER : 1. Harian KONTAN* >> >> * 2. Bisnis Indonesia* >> >> * 3. Investor Daily * >> >> * 4. Harian KOMPAS* >> >> >> >> >> >> *TAMBANG* >> >> >> >> *ESDM akan Panggil Newmont Bahas Amandemen Kontrak* >> >> >> >> Kementerian ESDM akan memanggil manajemen PT Newmont Nusa Tenggara untuk >> membicarakan penyusunan amandemen MoU. >> >> >> >> Dirjen Minerba Kementerian ESDM R Sukhyar mengatakan, ada aspirasi dari >> daerah NTB yang menginginkan pembangunan smelter Newmont di Sumbawa. >> “Besok kami undang mereka untuk membahas soal smelter.” >> >> >> >> Sukhyar menampik MoU Newmont bakal bernasib sama dengan Freeport yakni >> diperpanjang. “Kami belum mau berbicara soal perpanjangan MoU. Masih ada >> waktu untuk menyusunnya.” >> >> >> >> Secara terpisah, anggota Komisi VII DPR Kurtubi meminta pemerintah >> mendengarkan aspirasi masyarakat NTB agar Newmont membangun smelter di >> Sumbawa. Pasalnya, pemerintah telah mendengarkan aspirasi masyarakat Papua >> agar Freeport bangun smelter di Papua. “Tuntutan rakyat NTB agar smelter di >> Sumbawa amat sah secara ekonomi, berkeadilan untuk bangsa dan negara. >> Tidak ada alasan untuk menghindar atau cari-cari alasan.” (Investor >> Daily- hal 9) >> >> >> >> >> >> >> >> *Pemerintah Dorong Antam Kerjasama dengan Inalum* >> >> >> >> Pemerintah melalui Kementerian BUMN mendorong PT Aneka Tambang Tbk >> (Antam/ANTM) untuk bekerjasama dengan PT Indonesia Asahan aluminium >> (Inalum) dalam proyek alumina senilai US$ 1,8 miliar di Mempawah, >> Kalimantan Barat. >> >> >> >> Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi >> dengan Komisi VI DPR RI terkait rencana tersebut. “Inalum akan turut >> penyertaan modal di proyek alumina,” katanya. (Bisnis Indonesia – hal 13) >> >> >> >> >> >> >> >> *Antam Kaji Pangkas Right Issue dari Rp 10,7 triliun jadi Rp 5,3 triliun* >> >> >> >> PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) mengkaji pemangkasan target dana hasil >> penawaran umum terbatas saham (right issue) dari Rp 10,7 triliun menjadi Rp >> 5,3 triliun. Hal itu seiring penurunan rencana penyertaan modal negara >> (PMN) dari semula Rp 7 triliun menjadi Rp 3,5 triliun. >> >> >> >> Direktur Keuangan Antam Djaja Tambunan mengatakan, kepastian right issue >> masih perlu melewati sejumlah tahap. Selain di DPR, aksi korporasi itu >> juga wajib mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang >> saham tahunan (RUPST) pada Maret 2015. Saat ini saham Antam dikuasai oleh >> negara sebesar 65% dan publik sebesar 35%. “Untuk menentukan kepastian >> size rights issue, kami juga perlu melihat respons investor ketika >> roadshow. Masih perlu usaha panjang.” (Investor Daily- hal 13) >> >> >> >> >> >> >> >> *Pemerintah akan samakan Harga Patokan Pasir Besi dan Bijih Besi* >> >> >> >> Kementerian ESDM tak lama lagi akan melonggarkan syarat ekspor konsentrat >> pasir besi atau pasir besi. >> >> >> >> Rencananya, besaran harga patokan ekspor (HPE) komoditas ini akan >> disamakan dengan konsentrat besi alias bijih besi. Alasannya, karena >> pengusaha pasir besi kesulitan mengekspor karena HPE terlalu mahal. >> Selain itu, teknologi pemisahan kandungan titanium dan ilmenite dan Fe yang >> ada dalam pasir besi masih sulit dilakukan. >> >> >> >> Kebijakan ini rencananya akan dituangkan dalam revisi lapiran Peraturan >> Menteri (Permen) ESDM Nomor 1/2014 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral >> melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral di Dalam Negeri. >> >> >> >> Dalam aturan itu, pemerintah akan mengubah nama pasir besi, menjadi >> konsentrat besi alias bijih besi sehingga ini akan mengubah penggolongan >> kode harmoni sistem (HS) sekaligus besaran HPE konsentrat besi. >> >> >> >> Menurut Dirjen Minerba Kementerian ESDM R Sukhyar, draft revisi lampiran >> Permen ESDM itu sudah final dan tinggal menunggu tanda tangan Menteri >> ESDM. “Saya sudah teken drafnya, sudah dikirimkan ke Biro Hukum dan >> tinggal menunggu tandatangan Menteri ESDM Sudirman Said,” katanya. >> (Harian Kontan-14) >> >> >> >> *Central Omega gandeng Macrolink akan Mulai Bangun Smelter Nickel Pig >> Iron senilai US$ 400 juta Tahun Ini* >> >> >> >> >> >> PT Central Omega Resources Tbk –perusahaan tambang nikel, tembaga dan >> emas- berencana merealisasikan pembangunan smelter nickel pig iron tahun >> ini di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. >> >> >> >> Pembangunan smelter itu akan dilakukan melalui anak usaha PT Central >> Omega Resources Tbk, yaitu PT COR Industri Indonesia (CORII). Sebagai >> pelaksana kegiatan engineering, procurement and construction (EPC), Central >> Omega menunjuk dua kontraktor asal China, yaitu China National Machinery >> Imp. & Exp. (CMC) dan China Machinery Industry Construction Group Inc. >> (SINOCONST). >> >> >> >> CORII telah merampungkan proses persiapan pembangunan smelter, seperti >> perizinan, pembebasan lahan dan sarana pendukung lain. Rencananya, smelter >> itu berkapasitas total 300.000 ton nickel pig iron per tahun. Kebutuhan >> bahan baku bijih nikel sekitar 1,5 juta ton per tahun. Jika smelter itu >> beroperasi 2016, Central Omega targetkan Pendapatan US$ 100 Juta. >> (Harian Kontan-hal 13/Bisnis Indonesia-hal 15/Investor Daily- hal 14) >> >> >> >> >> >> >> >> *PT Garda Tujuh Buana Tbk Hentikan Sementara Operasi Tambang >> Selama Minimal 3 bulan* >> >> >> >> PT garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) menghentikan operasi tambang batubaranya >> untuk jangka waktu minimal tiga bulan, menyusul anjloknya harga batubara >> dalam beberapa tahun terakhir. >> >> >> >> Direktur Utama Garda Tujuh Buana, Ratendra Kumar Srivasta menjelaskan, >> harga batubara telah jatuh lebih dari 50%. “Secara global, ada >> rasionalisasi produkisi yang mencapai 118 juta ton, namun pengurangan >> produksi ini diimbangi dengan peningkatan produksi di Indonesia, Asutralia >> dan India.” >> >> >> >> Ratendra menambahkan bahwa alasan penghentian produksi adalah permintaan >> yang menurun tajam. Perseroan memasok batubara ke pasar India, di mana >> terjadi perubahan struktural dalam pasar batubara karena perubahan >> pemerintahan. “Kami berharap akan mulai menjual batubara ke India pada Mei >> atau Juni 2015 dan seterusnya.” (Bisnis Indonesia –hal 15/Investor Daily- >> hal 14) >> >> >> >> >> >> >> >> *Penambangan Emas Rakyat di Cianjur Makan Korban* >> >> >> >> Aktivitas penambangan emas rakyat di kawasan Gunung Rosa, Kecamatan >> Campaka, Cianjur, Jawa Barat, memakan korban jiwa. Seorang penambang >> ditemukan tewas, sedangkan empat penambang lainnya terjebak di dalam lubang >> penggalian sedalam 1 kilometer, Selasa (10/2) hingga Rabu (11/2). >> >> >> >> “Kami masih terus melakukan pencarian meski terkendala kondisi lubang >> penggalian yang sempit, hujan di sekitar lokasi pencarian, hingga alat >> pendukung pencarian yang sederhana,” kata Kapolres Cianjur AKBP Deddy >> Kusuma Bakti di Cianjur. (Harian Kompas-23) >> >> >> >> >> >> >> >> *Di Pongkor, Bogor, PETI Ambil 2 Ton Emas* >> >> Menurut Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) Tato >> Miraza, dalam dua tahun terakhir, penambangan tanpa izin mengambil sekitar >> 2 ton emas atau setara >> >> >> >> >> >> Salam, >> >> >> >> Maria >> >> >> >> -- >> >> Sekretariat PERHAPI >> Komplek Rukan Crown Palace Blok D No. 9 >> Jl. Prof. Dr. Soepomo, SH No. 231 - Tebet >> Jakarta Selatan 12870 >> Telp. 021-83783766 >> Fax. 021-83783765 >> Untuk menjadi anggota mailinglist anggota PERHAPI. >> Kirim email kosong ke : [email protected] >> web: www.perhapi.or.id >> >> >> ------------------------------ >> >> "This email (including attachments) is intended only for personal and >> confidential use of designated recipient(s). If you are not the intended >> recipient, you are hereby notified that any review, dissemination, >> distribution or copying of this email (including attachments) is strictly >> prohibited and you must delete this email (including attachments) >> immediately. >> >> Email transmission cannot be guaranteed to be error-free. Therefore, we >> do not represent that this information is complete or accurate and it >> should not be relied upon as such. Although PT Antam (Persero) Tbk is >> implementing anti virus software for this email and attachments, PT Antam >> (Persero) Tbk accepts no liability for any damage caused by any viruses and >> malicious codes transmitted by this email. The receiver is responsible for >> checking and deleting any viruses and malicious codes as a result of email >> transmission". >> >> "We are not in a position to advise you, we are not advising you, and the >> contents of this e-mail must not be construed as any advice to you, on >> (a)whether to purchase any of our securities or, (b) if you hold an >> investment in our securities, the value of your investment or how or >> whether you can affect any trades relating to your investment. These >> queries should be addressed to a licensed broker or your broker from or >> through whom you bought the relevant investment, respectively." >> >
