Ikut nimbrung diskusi.

Sangat menarik hbungan antara ketersediaan listrik (energy) dengan posisi
rencana pembangunan smelter. Kalau dilihat pada peta yang terlampir ( iron
& nickel), kebutuhan listrik yang sangat besar berada di kawasan timur
Indonesia. Sementara harus diakui, kuota listrik di kawasan timur Indonesia
tsb sangat minim dibandingkan Jawa dan Sumatra. Jadi saran pertimbanganya
sebaiknya seperti apa? Apakah dibangun di Jawa ? Nanti Jawa makin sesak
loh..hehe, selain itu gelombang protes karena adanya ketidak merataan
pembangun pasti datang (nilai tambah APBD daerah setempat dari pendapatan
smelter malah nanti dikasih pemda-pemda di jawa..hehe ).
Mungkin ada teman-teman yang bisa membantu detail menjelaskan PP/Permen/UU
Minerba tentang pembangunan smelter yang dihubungkan dengan pasokan listrik
ini.
Suwun,
Didit



2015-02-13 8:58 GMT+07:00 Rizqi Syawal <[email protected]>:

> Oh iya betul, sumber  utk power plant utk smelter juga biasanya jadi
> pertimbangan. .. . .
> On Feb 13, 2015 8:56 AM, "Stephanie Saing" <[email protected]>
> wrote:
>
>> Salam semuanya,
>> Ijin nimbrung. Pembangunan smelter memang masih digenjot terus meski juga
>> masih banyak penolakan. membangun smelter biayanya bisa sebesar biaya
>> pembukaan tambang itu sendiri, tergantung dari banyak faktor krusialnya,
>> seperti jenis orenya, life of mine, teknologi yang dipakai, supply listrik
>> dan air yang kontinu, infrastruktur penunjang lainnya, termasuk sdmnya.
>>
>> saya kurang tahu pasti berapa jumlah yang sudah mengajukan izin dan
>> sedang membangun. di cc ada gambar kebutuhan listrik untuk beberapa smelter
>> yang sepertinya sudah mengajukan izin. mungkin bisa menjadi gambaran.
>> gambar dari pihak esdm saat presentasi di coal transAsia 2014 kemarin.
>>
>> terima kasih,
>>
>> Stephanie Saing
>> -------------------------------------------------------------------------
>> Have a blessed day~keep thankful always!
>>
>>   ------------------------------
>>  *From:* Rizqi Syawal <[email protected]>
>> *To:* [email protected]
>> *Sent:* Friday, February 13, 2015 10:37 AM
>> *Subject:* Re: [fgmi] FW: BERITA ESDM_12 FEBRUARI 2015
>>
>> Setahuku bangun smelter lumayan pri, bisa hampir se apbd kabupaten di
>> Jawa Tengah (katanya. . . . .)
>>
>>
>> On Feb 13, 2015 8:06 AM, "Prihatin Tri Setyobudi" <[email protected]>
>> wrote:
>>
>> Makasoh Kamil, Wih smelter lagi yha... emang bener2 jadi masalah besar di
>> dunia pertambangan smelter itu yha.... biaya bangun smelter tuh berapaan
>> sih? Sekarang ini di Indonesia dah dibangun berapa unit? Yang sudah
>> mengajukan ijin membangun smelter berapa?
>> Makasih atas pencerahannya
>> Salam,
>> Prihatin Tri Setyobudi
>> On Feb 13, 2015 7:58 AM, "Mohammad Riyan Kamil" <[email protected]>
>> wrote:
>>
>>  Dear all, sekedar sharing berita tentang tambang..
>>
>> *From:* Sekretariat Perhapi [mailto:[email protected]]
>> *Sent:* Thursday, February 12, 2015 3:17 PM
>> *Subject:* BERITA ESDM_12 FEBRUARI 2015
>>
>>   [image: Inline image 1]
>>
>>
>>  *BERITA ESDM*
>>
>>  *TANGGAL :  12 FEBRUARI 2015*
>>
>>  *SUMBER   : 1. Harian KONTAN*
>> *                       2. Bisnis Indonesia*
>> *                       3. Investor Daily *
>> *                       4. Harian KOMPAS*
>>
>>
>>  *TAMBANG*
>>
>> *ESDM akan Panggil Newmont Bahas Amandemen Kontrak*
>>
>> Kementerian ESDM akan memanggil manajemen PT Newmont Nusa Tenggara untuk
>> membicarakan penyusunan amandemen MoU.
>>
>> Dirjen Minerba Kementerian ESDM R Sukhyar mengatakan, ada aspirasi dari
>> daerah NTB yang menginginkan pembangunan smelter Newmont di Sumbawa.
>> “Besok kami undang mereka untuk membahas soal smelter.”
>>
>> Sukhyar menampik MoU Newmont bakal bernasib sama dengan Freeport yakni
>> diperpanjang.  “Kami belum mau berbicara soal perpanjangan MoU.  Masih ada
>> waktu untuk menyusunnya.”
>>
>> Secara terpisah, anggota Komisi VII DPR Kurtubi meminta pemerintah
>> mendengarkan aspirasi masyarakat NTB agar Newmont membangun smelter di
>> Sumbawa.  Pasalnya, pemerintah telah mendengarkan aspirasi masyarakat Papua
>> agar Freeport bangun smelter di Papua. “Tuntutan rakyat NTB agar smelter di
>> Sumbawa amat sah secara ekonomi, berkeadilan untuk bangsa dan negara.
>> Tidak ada alasan untuk menghindar atau cari-cari alasan.”   (Investor
>> Daily- hal 9)
>>
>>
>>
>> *Pemerintah Dorong Antam Kerjasama dengan Inalum*
>>
>> Pemerintah melalui Kementerian BUMN mendorong PT Aneka Tambang Tbk
>> (Antam/ANTM) untuk bekerjasama dengan PT Indonesia Asahan aluminium
>> (Inalum) dalam proyek alumina senilai US$ 1,8 miliar di Mempawah,
>> Kalimantan Barat.
>>
>> Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi
>> dengan Komisi VI DPR RI terkait rencana tersebut.   “Inalum akan turut
>> penyertaan modal di proyek alumina,” katanya.  (Bisnis Indonesia – hal 13)
>>
>>
>>
>> *Antam Kaji Pangkas Right Issue dari Rp 10,7 triliun jadi Rp 5,3 triliun*
>>
>> PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) mengkaji pemangkasan target dana hasil
>> penawaran umum terbatas saham (right issue) dari Rp 10,7 triliun menjadi Rp
>> 5,3 triliun.   Hal itu seiring penurunan rencana penyertaan modal negara
>> (PMN) dari semula Rp 7 triliun menjadi Rp 3,5 triliun.
>>
>> Direktur Keuangan Antam Djaja Tambunan mengatakan, kepastian right issue
>> masih perlu melewati sejumlah tahap.  Selain di DPR, aksi korporasi itu
>> juga wajib mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang
>> saham tahunan (RUPST) pada Maret 2015.  Saat ini saham Antam dikuasai oleh
>> negara sebesar 65% dan publik sebesar 35%.  “Untuk menentukan kepastian
>> size rights issue, kami juga perlu melihat respons investor ketika
>> roadshow.  Masih perlu usaha panjang.”    (Investor Daily- hal 13)
>>
>>
>>
>> *Pemerintah akan samakan Harga Patokan Pasir Besi dan Bijih Besi*
>>
>> Kementerian ESDM tak lama lagi akan melonggarkan syarat ekspor konsentrat
>> pasir besi atau pasir besi.
>>
>> Rencananya, besaran harga patokan ekspor (HPE) komoditas ini akan
>> disamakan dengan konsentrat besi alias bijih besi.  Alasannya, karena
>> pengusaha pasir besi kesulitan mengekspor karena HPE terlalu mahal.
>> Selain itu, teknologi pemisahan kandungan titanium dan ilmenite dan Fe yang
>> ada dalam pasir besi masih sulit dilakukan.
>>
>> Kebijakan ini rencananya akan dituangkan dalam revisi lapiran Peraturan
>> Menteri (Permen) ESDM Nomor 1/2014 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral
>> melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral di Dalam Negeri.
>>
>> Dalam aturan itu, pemerintah akan mengubah nama pasir besi, menjadi
>> konsentrat besi alias bijih besi sehingga ini akan mengubah penggolongan
>> kode harmoni sistem (HS) sekaligus besaran HPE konsentrat besi.
>>
>> Menurut Dirjen Minerba Kementerian ESDM R Sukhyar, draft revisi lampiran
>> Permen ESDM itu sudah final dan tinggal menunggu tanda tangan Menteri
>> ESDM.  “Saya sudah teken drafnya, sudah dikirimkan ke Biro Hukum dan
>> tinggal menunggu tandatangan Menteri ESDM Sudirman Said,” katanya.
>> (Harian Kontan-14)
>>
>> *Central Omega gandeng Macrolink akan Mulai Bangun Smelter Nickel Pig
>> Iron    senilai US$ 400 juta Tahun Ini*
>>
>>
>> PT Central Omega Resources Tbk –perusahaan tambang nikel, tembaga dan
>> emas- berencana merealisasikan pembangunan smelter nickel pig iron tahun
>> ini di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
>>
>> Pembangunan smelter itu akan dilakukan melalui anak usaha PT Central
>> Omega Resources Tbk, yaitu PT COR Industri Indonesia (CORII). Sebagai
>> pelaksana kegiatan engineering, procurement and construction (EPC), Central
>> Omega menunjuk dua kontraktor asal China, yaitu China National Machinery
>> Imp. & Exp. (CMC) dan China Machinery Industry Construction Group Inc.
>> (SINOCONST).
>>
>> CORII telah merampungkan proses persiapan pembangunan smelter, seperti
>> perizinan, pembebasan lahan dan sarana pendukung lain.  Rencananya, smelter
>> itu berkapasitas total 300.000 ton nickel pig iron per tahun.  Kebutuhan
>> bahan baku bijih nikel sekitar 1,5 juta ton per tahun.  Jika smelter itu
>> beroperasi 2016,  Central Omega targetkan Pendapatan US$ 100 Juta.
>>  (Harian Kontan-hal 13/Bisnis Indonesia-hal 15/Investor Daily- hal 14)
>>
>>
>>
>> *PT Garda Tujuh Buana Tbk Hentikan Sementara Operasi Tambang
>>                        Selama Minimal 3 bulan*
>>
>> PT garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) menghentikan operasi tambang batubaranya
>> untuk jangka waktu minimal tiga bulan, menyusul anjloknya harga batubara
>> dalam beberapa tahun terakhir.
>>
>> Direktur Utama Garda Tujuh Buana, Ratendra Kumar Srivasta menjelaskan,
>> harga batubara telah jatuh lebih dari 50%.  “Secara global, ada
>> rasionalisasi produkisi yang mencapai 118 juta ton, namun pengurangan
>> produksi ini diimbangi dengan peningkatan produksi di Indonesia, Asutralia
>> dan India.”
>>
>> Ratendra menambahkan bahwa alasan penghentian produksi adalah permintaan
>> yang menurun tajam.  Perseroan memasok batubara ke pasar India, di mana
>> terjadi perubahan struktural dalam pasar batubara karena perubahan
>> pemerintahan.  “Kami berharap akan mulai menjual batubara ke India pada Mei
>> atau Juni 2015 dan seterusnya.”  (Bisnis Indonesia –hal 15/Investor Daily-
>> hal 14)
>>
>>
>>
>> *Penambangan Emas Rakyat di Cianjur  Makan Korban*
>>
>> Aktivitas penambangan emas rakyat di kawasan Gunung Rosa, Kecamatan
>> Campaka, Cianjur, Jawa Barat, memakan korban jiwa.  Seorang penambang
>> ditemukan tewas, sedangkan empat penambang lainnya terjebak di dalam lubang
>> penggalian sedalam 1 kilometer, Selasa (10/2) hingga Rabu (11/2).
>>
>> “Kami masih terus melakukan pencarian meski terkendala kondisi lubang
>> penggalian yang sempit, hujan di sekitar lokasi pencarian, hingga alat
>> pendukung pencarian yang sederhana,” kata Kapolres Cianjur AKBP Deddy
>> Kusuma Bakti di Cianjur.   (Harian Kompas-23)
>>
>>
>>
>> *Di Pongkor, Bogor, PETI Ambil 2 Ton Emas*
>>             Menurut Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) Tato
>> Miraza, dalam dua tahun terakhir, penambangan tanpa izin mengambil sekitar
>> 2 ton emas atau setara
>>
>>
>>   Salam,
>>
>>  Maria
>>
>>  --
>>   Sekretariat PERHAPI
>> Komplek Rukan Crown Palace Blok D No. 9
>> Jl. Prof. Dr. Soepomo, SH No. 231 - Tebet
>> Jakarta Selatan 12870
>> Telp. 021-83783766
>> Fax. 021-83783765
>> Untuk menjadi anggota mailinglist anggota PERHAPI.
>> Kirim email kosong ke : [email protected]
>> web: www.perhapi.or.id
>>
>>
>> ------------------------------
>>
>> "This email (including attachments) is intended only for personal and
>> confidential use of designated recipient(s). If you are not the intended
>> recipient, you are hereby notified that any review, dissemination,
>> distribution or copying of this email (including attachments) is strictly
>> prohibited and you must delete this email (including attachments)
>> immediately.
>>
>> Email transmission cannot be guaranteed to be error-free. Therefore, we
>> do not represent that this information is complete or accurate and it
>> should not be relied upon as such. Although PT Antam (Persero) Tbk is
>> implementing anti virus software for this email and attachments, PT Antam
>> (Persero) Tbk accepts no liability for any damage caused by any viruses and
>> malicious codes transmitted by this email. The receiver is responsible for
>> checking and deleting any viruses and malicious codes as a result of email
>> transmission".
>>
>> "We are not in a position to advise you, we are not advising you, and the
>> contents of this e-mail must not be construed as any advice to you, on
>> (a)whether to purchase any of our securities or, (b) if you hold an
>> investment in our securities, the value of your investment or how or
>> whether you can affect any trades relating to your investment. These
>> queries should be addressed to a licensed broker or your broker from or
>> through whom you bought the relevant investment, respectively."
>>
>>
>>
>>

Kirim email ke