Hi Mas Pri,
Baik di sini. hehee saya kurang tahu pastinya karena setahu saya undang -
undang itu masih digugat investor terus. Stephanie Saing
-------------------------------------------------------------------------Have a
blessed day~keep thankful always!
From: Prihatin Tri Setyobudi <[email protected]>
To: Milis FGMI <[email protected]>
Sent: Friday, February 13, 2015 12:07 PM
Subject: Re: [fgmi] FW: BERITA ESDM_12 FEBRUARI 2015
Hallo Mbak Stephanie Saing... apa kabar Mbak?
jadi yang sudah di Bangun ada berapa sih?
salam,Prihatin Tri Setyobudi
Pada 13 Februari 2015 08.58, Rizqi Syawal <[email protected]> menulis:
Oh iya betul, sumber utk power plant utk smelter juga biasanya jadi
pertimbangan. .. . . On Feb 13, 2015 8:56 AM, "Stephanie Saing"
<[email protected]> wrote:
Salam semuanya, Ijin nimbrung. Pembangunan smelter memang masih digenjot terus
meski juga masih banyak penolakan. membangun smelter biayanya bisa sebesar
biaya pembukaan tambang itu sendiri, tergantung dari banyak faktor krusialnya,
seperti jenis orenya, life of mine, teknologi yang dipakai, supply listrik dan
air yang kontinu, infrastruktur penunjang lainnya, termasuk sdmnya.
saya kurang tahu pasti berapa jumlah yang sudah mengajukan izin dan sedang
membangun. di cc ada gambar kebutuhan listrik untuk beberapa smelter yang
sepertinya sudah mengajukan izin. mungkin bisa menjadi gambaran. gambar dari
pihak esdm saat presentasi di coal transAsia 2014 kemarin.
terima kasih, Stephanie Saing
-------------------------------------------------------------------------Have a
blessed day~keep thankful always!
From: Rizqi Syawal <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, February 13, 2015 10:37 AM
Subject: Re: [fgmi] FW: BERITA ESDM_12 FEBRUARI 2015
Setahuku bangun smelter lumayan pri, bisa hampir se apbd kabupaten di Jawa
Tengah (katanya. . . . .)
On Feb 13, 2015 8:06 AM, "Prihatin Tri Setyobudi" <[email protected]> wrote:
Makasoh Kamil, Wih smelter lagi yha... emang bener2 jadi masalah besar di dunia
pertambangan smelter itu yha.... biaya bangun smelter tuh berapaan sih?
Sekarang ini di Indonesia dah dibangun berapa unit? Yang sudah mengajukan ijin
membangun smelter berapa?
Makasih atas pencerahannyaSalam,
Prihatin Tri SetyobudiOn Feb 13, 2015 7:58 AM, "Mohammad Riyan Kamil"
<[email protected]> wrote:
Dear all, sekedar sharing berita tentang tambang.. From: Sekretariat Perhapi
[mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, February 12, 2015 3:17 PM
Subject: BERITA ESDM_12 FEBRUARI 2015
| | |
| BERITA ESDM | |
| TANGGAL : 12 FEBRUARI 2015 | |
| SUMBER : 1. Harian KONTAN 2. Bisnis Indonesia
3. Investor Daily 4. Harian KOMPAS
| |
| TAMBANG ESDM akan Panggil Newmont Bahas Amandemen Kontrak Kementerian ESDM
akan memanggil manajemen PT Newmont Nusa Tenggara untuk membicarakan penyusunan
amandemen MoU. Dirjen Minerba Kementerian ESDM R Sukhyar mengatakan, ada
aspirasi dari daerah NTB yang menginginkan pembangunan smelter Newmont di
Sumbawa. “Besok kami undang mereka untuk membahas soal smelter.” Sukhyar
menampik MoU Newmont bakal bernasib sama dengan Freeport yakni diperpanjang.
“Kami belum mau berbicara soal perpanjangan MoU. Masih ada waktu untuk
menyusunnya.” Secara terpisah, anggota Komisi VII DPR Kurtubi meminta
pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat NTB agar Newmont membangun smelter
di Sumbawa. Pasalnya, pemerintah telah mendengarkan aspirasi masyarakat Papua
agar Freeport bangun smelter di Papua. “Tuntutan rakyat NTB agar smelter di
Sumbawa amat sah secara ekonomi, berkeadilan untuk bangsa dan negara. Tidak
ada alasan untuk menghindar atau cari-cari alasan.” (Investor Daily- hal 9)
Pemerintah Dorong Antam Kerjasama dengan Inalum Pemerintah melalui Kementerian
BUMN mendorong PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) untuk bekerjasama dengan PT
Indonesia Asahan aluminium (Inalum) dalam proyek alumina senilai US$ 1,8 miliar
di Mempawah, Kalimantan Barat. Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pihaknya
telah berkoordinasi dengan Komisi VI DPR RI terkait rencana tersebut. “Inalum
akan turut penyertaan modal di proyek alumina,” katanya. (Bisnis Indonesia –
hal 13) Antam Kaji Pangkas Right Issue dari Rp 10,7 triliun jadi Rp 5,3
triliun PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) mengkaji pemangkasan target dana
hasil penawaran umum terbatas saham (right issue) dari Rp 10,7 triliun menjadi
Rp 5,3 triliun. Hal itu seiring penurunan rencana penyertaan modal negara
(PMN) dari semula Rp 7 triliun menjadi Rp 3,5 triliun. Direktur Keuangan Antam
Djaja Tambunan mengatakan, kepastian right issue masih perlu melewati sejumlah
tahap. Selain di DPR, aksi korporasi itu juga wajib mendapatkan persetujuan
pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Maret 2015.
Saat ini saham Antam dikuasai oleh negara sebesar 65% dan publik sebesar 35%.
“Untuk menentukan kepastian size rights issue, kami juga perlu melihat respons
investor ketika roadshow. Masih perlu usaha panjang.” (Investor Daily- hal
13) Pemerintah akan samakan Harga Patokan Pasir Besi dan Bijih Besi
Kementerian ESDM tak lama lagi akan melonggarkan syarat ekspor konsentrat pasir
besi atau pasir besi. Rencananya, besaran harga patokan ekspor (HPE) komoditas
ini akan disamakan dengan konsentrat besi alias bijih besi. Alasannya, karena
pengusaha pasir besi kesulitan mengekspor karena HPE terlalu mahal. Selain
itu, teknologi pemisahan kandungan titanium dan ilmenite dan Fe yang ada dalam
pasir besi masih sulit dilakukan. Kebijakan ini rencananya akan dituangkan
dalam revisi lapiran Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 1/2014 tentang
Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian
Mineral di Dalam Negeri. Dalam aturan itu, pemerintah akan mengubah nama pasir
besi, menjadi konsentrat besi alias bijih besi sehingga ini akan mengubah
penggolongan kode harmoni sistem (HS) sekaligus besaran HPE konsentrat besi.
Menurut Dirjen Minerba Kementerian ESDM R Sukhyar, draft revisi lampiran Permen
ESDM itu sudah final dan tinggal menunggu tanda tangan Menteri ESDM. “Saya
sudah teken drafnya, sudah dikirimkan ke Biro Hukum dan tinggal menunggu
tandatangan Menteri ESDM Sudirman Said,” katanya. (Harian Kontan-14)
Central Omega gandeng Macrolink akan Mulai Bangun Smelter Nickel Pig Iron
senilai US$ 400 juta Tahun Ini PT Central Omega Resources Tbk –perusahaan
tambang nikel, tembaga dan emas- berencana merealisasikan pembangunan smelter
nickel pig iron tahun ini di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Pembangunan smelter itu akan dilakukan melalui anak usaha PT Central Omega
Resources Tbk, yaitu PT COR Industri Indonesia (CORII). Sebagai pelaksana
kegiatan engineering, procurement and construction (EPC), Central Omega
menunjuk dua kontraktor asal China, yaitu China National Machinery Imp. & Exp.
(CMC) dan China Machinery Industry Construction Group Inc. (SINOCONST). CORII
telah merampungkan proses persiapan pembangunan smelter, seperti perizinan,
pembebasan lahan dan sarana pendukung lain. Rencananya, smelter itu
berkapasitas total 300.000 ton nickel pig iron per tahun. Kebutuhan bahan baku
bijih nikel sekitar 1,5 juta ton per tahun. Jika smelter itu beroperasi 2016,
Central Omega targetkan Pendapatan US$ 100 Juta. (Harian Kontan-hal 13/Bisnis
Indonesia-hal 15/Investor Daily- hal 14) PT Garda Tujuh Buana Tbk Hentikan
Sementara Operasi Tambang Selama Minimal 3 bulan PT
garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) menghentikan operasi tambang batubaranya untuk
jangka waktu minimal tiga bulan, menyusul anjloknya harga batubara dalam
beberapa tahun terakhir. Direktur Utama Garda Tujuh Buana, Ratendra Kumar
Srivasta menjelaskan, harga batubara telah jatuh lebih dari 50%. “Secara
global, ada rasionalisasi produkisi yang mencapai 118 juta ton, namun
pengurangan produksi ini diimbangi dengan peningkatan produksi di Indonesia,
Asutralia dan India.” Ratendra menambahkan bahwa alasan penghentian produksi
adalah permintaan yang menurun tajam. Perseroan memasok batubara ke pasar
India, di mana terjadi perubahan struktural dalam pasar batubara karena
perubahan pemerintahan. “Kami berharap akan mulai menjual batubara ke India
pada Mei atau Juni 2015 dan seterusnya.” (Bisnis Indonesia –hal 15/Investor
Daily- hal 14) Penambangan Emas Rakyat di Cianjur Makan Korban Aktivitas
penambangan emas rakyat di kawasan Gunung Rosa, Kecamatan Campaka, Cianjur,
Jawa Barat, memakan korban jiwa. Seorang penambang ditemukan tewas, sedangkan
empat penambang lainnya terjebak di dalam lubang penggalian sedalam 1
kilometer, Selasa (10/2) hingga Rabu (11/2). “Kami masih terus melakukan
pencarian meski terkendala kondisi lubang penggalian yang sempit, hujan di
sekitar lokasi pencarian, hingga alat pendukung pencarian yang sederhana,” kata
Kapolres Cianjur AKBP Deddy Kusuma Bakti di Cianjur. (Harian Kompas-23) Di
Pongkor, Bogor, PETI Ambil 2 Ton Emas Menurut Direktur Utama PT
Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) Tato Miraza, dalam dua tahun terakhir,
penambangan tanpa izin mengambil sekitar 2 ton emas atau setara | |
Salam, Maria -- Sekretariat PERHAPI
Komplek Rukan Crown Palace Blok D No. 9
Jl. Prof. Dr. Soepomo, SH No. 231 - Tebet
Jakarta Selatan 12870
Telp. 021-83783766
Fax. 021-83783765
Untuk menjadi anggota mailinglist anggota PERHAPI.
Kirim email kosong ke : [email protected]
web: www.perhapi.or.id
"This email (including attachments) is intended only for personal and
confidential use of designated recipient(s). If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any review, dissemination, distribution
or copying of this email (including attachments) is strictly prohibited and you
must delete this email (including attachments) immediately.
Email transmission cannot be guaranteed to be error-free. Therefore, we do not
represent that this information is complete or accurate and it should not be
relied upon as such. Although PT Antam (Persero) Tbk is implementing anti virus
software for this email and attachments, PT Antam (Persero) Tbk accepts no
liability for any damage caused by any viruses and malicious codes transmitted
by this email. The receiver is responsible for checking and deleting any
viruses and malicious codes as a result of email transmission".
"We are not in a position to advise you, we are not advising you, and the
contents of this e-mail must not be construed as any advice to you, on
(a)whether to purchase any of our securities or, (b) if you hold an investment
in our securities, the value of your investment or how or whether you can
affect any trades relating to your investment. These queries should be
addressed to a licensed broker or your broker from or through whom you bought
the relevant investment, respectively."