Hidup dan mati itu adalah bagaikan koin, dengan dua sisi yang berbeda, 
walaupun hakikatnya satu. Satu sisi orang menyebutnya hidup di sisi yang 
lain orang menyebutnya mati. Orang disebut hidup apa bila masih bernafas, 
dan disebut mati apabila sudah tidak bernafas.
Nafas berasal dari bahasa arab yang artinya jiwa. Sebenarnya sangatlah beda 
antara nafas dengan jiwa, tapi apa daya Orang Indonesia memang lebih senang 
dengan kemudahan dalam membuat bahasanya yang penting enak di dengar (gaya 
bahasa adaptasi). Dalam Nafs itu sendiri banyak sekali tingkatannya, Syech 
Abdul Jalil yang populer disebut Syech Siti Jenar membahasakannya ada 
beberapa tingkatan, diantaranya Nafs Alkhaiwaniyah, Nafs Allawamah, Nafs 
Muthmainah, s/d insan kamil.

Dalam metamorphosis kehidupan, masing-masing mahluk punya gaya 
sendiri-sendiri, suka atau tidak suka begitulah caranya, contohnya : 
Kupu-kupu berawal dari ulat, kemudian jadi kepongpong, dan setelah sekian 
lama di kepongpong dengan kekuatan mistis, terlepas jadilah kupu-kupu, hal 
senada yang dialami oleh katak. Manusia lahirnya tidak sama dengan katak 
ataupun kupu-kupu, walaupun dia seorang "kupu-kupu malam", tentu dia bukan 
berawal dari ulat, tetap asalnya dari sperma plus ovum.

Jalan hidup dan kehidupan mahluk Tuhan, akan diawali dari yang ada menjadi 
tiada (ada juga yang menyebut dari yang tiada menjadi ada, tapi ini tidak 
dibahas karena dari dulu gak ada habisnya). Setelah kita terlahir, tumbuh, 
hidup dan berkembang kemudian kita mati. Banyak manusia hidup dan takut 
mati, seolah kematian adalah akhir segalanya. Akhir kehidupan ini. Apakah 
benar demikian? Belum ada khabar yang menjelaskan tentang kehidupan setelah 
kematian, kalaupun ada di sinetron tentang orang yang sudah mati kemudian 
hidup, mereka menjelaskan tentang peristiwa ghaib, tapi sulit dicerna oleh 
akal - kita nyatakan itu mistis, atau kismis (kisah misteri), dengan 
kalimat kismis ini maka berakhirlah tanda tanya tentang ghaib itu, layaknya 
terkubur dan ditelan bumi.

Dalam pengembaraan saya menapak kehidupan, terpengaruh dengan ajaran agama 
saya, yang menyatakan bahwa setelah kematian masih ada kehidupan 
berikutnya, dalam istilah disebutkan ada alam kubur/alam barzah dan juga 
alam akhirat, dengan prosesi-prosesi seperti timbangan amal (mizan?), dan 
seterusnya sehingga sampailah kita pada apa yang disebut surga - neraka.

Perjalanan hidup di dunia hanyalah sebentar, masih ada alam ke abadian. 
Tapi akankah kita mencapai alam abadi nan kekal? Dunia ini fana yang akan 
luluh lantak pada akhir zaman, para rasul menyebutnya kiamat.
Pertanyaan terus bergulir, akankah kita mencapai keabadian yang dinanti? 
Adakah jaminan surga itu abadi? yang abadi itu hanya Tuhan, maka ke Tuhan 
jua kita kembali. Ina Lillahi Wa Ina Ilaihi Rajiun. Aku mati secara ragawi 
dan tidak secara jiwanya, karena ruchku yang tercipta dari Minruchi kembali 
ke Sang Pencipta. Yang tercipta dari saripati bumi kembali terkubur di 
bumi, yang tercipta dari partialnya Tuhan kembali ke Sang Pencipta. Karena 
aku mati aku tidak bisa lagi bicara tentang kematian dan alam akhirat. Itu 
sudah urusan Tuhan. Aku tidak bisa bercerita lagi kawan.
Salam,
Ferry Djajaprana.multiply.com



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke