Jawaban Saya Dibawahnya :
At 05:24 AM 28/11/07 +0000, you wrote:
Pak veri, semua penyataan Ibnu Arabi tentang pohon Kun dan hakekat
muhammad itu mengingatkan saya pada sebuah ajaran di daerah Sunda,
yang juga memaparkan hal-hal tersebut. Tapi, saya hanya bisa
memahaminya sebatas bahwa semua itu hanyalah simbol/ metafora.
Sebetulnya,apa yang coba disampaikan oleh Ibnu Arabi melalui metafor
tersebut?
Kun & Hakikat Muhammad
Menurut kitab Sjajaratul Kaun karangan Ibn Arabi, ( Baca resensinya klick :
http://ferrydjajaprana.multiply.com/reviews/item/28), Kun artinya
"Jadilah". Kun ini merupakan perintah Tuhan yang ditujukan kepada sesuatu
untuk mewujudkannya (maujud). (QS.: 2:11).
Maujud lebih tepat disebut "exist", artinya "nyatalah" sebab ini merupakan
gerakan menuju eksistensi (kenyataan) yang bersumber pada being atau wujud.
Makanya, kata benda dari kun adalah "kawn", yang artinya kosmos atau
universe. Nah, pembuatnya disebut "mukowwin".
Hubungan kun dengan Nur Muhammad, dijelaskan dalam kitab tersebut sebagai
berikut : Di dalam pohon kejadian terdapat kejadian istimewa yaitu ada
"dahan" Muhammad SAW dan Nur Ahmad (Cahaya Muhammad) maka cahaya yang
bersinar pada pgi hari sebagai wujud dari kegelapan malam (Al Adam) adalah
sinar mentari di dahi Adam. Malaikatpun tunduk sujud dan berkata "Penguasa
takhta arasy untuk selamanya adalah Muhammad).
Nur Muhammad dalam bahasa Parsi artinya Cahaya Muhammad, dalam bahasa Arab
disebut Al Nur Al Muhammadiyah, Nah Esensi nabi ini disebut Haqiqah Al
Muhammadiyah (terjemahannya : Realitas kemuhammadan) yang diciptakan
sebelum penciptaan alam. Tuhan menggenggam cahaya dan memerintahkan agar
menjadi Muhammad. Dari Nur Muhammad ini alam diciptakan.
Konsep Nur Muhammad di kalangan Syiah merupakan doktrin penting sebagai
kesempurnaan Imam mereka karena Nur Muhammad ini diwariskan kepada
laki-laki termulia kepada keluarga Ahlul Bait, yang berujung pada pemahaman
emanasionisme, illuminasi dan pengetahuan pencerahan. Sementara itu, konsep
Nur Muhammad di Sunni berbeda pengertiannya, merupakan sebagai pondasi
sebuah konsep yang menyatakan bahwa Rosul (Utusan Tuhan) merupakan
manifestasi dari "being", dalam hal disebutkan dalam filsafat Plato sebagai
Intellect (Arab Aql, Bhs Ind: Akal).
Demikian penjelasan Kun dengan Hakikat Muhammad semoga membantu.
Salam,
Http://ferrydjajaprana.multiply.com
http://tasawuf.multiply.com