ibu Kira yang baik, salam.
 
 kalau saran saya, sebaiknya ibu lebih banyak introspeksi diri. Dalam banyak 
kasus perselingkuhan --dari sudut pandang kaum lelaki -- sebenarnya 55% itu 
akibat andil isteri yang bersangkutan. Penyebabnya bisa banyak; bisa karena 
bosan, pelayanan ibu yang tidak inovatif atau hal lain.
 
 Makanya, menuding suami salah 100% itu konyol. Andil suami hanya 45% dalam 
kasus perselingkuhan. 
 
 Nyaris di semua kasus yang ada, perselingkuhan itu terjadi akibat problem 
internal yang terjadi di keluarga itu. Ibarat asap, tidak mungkin tidak ada api.
 
 saran saya, hadapi masalah ini dengan kepala dingin. Sabar. Bicarakan dengan 
baik. Mungkin pertemuan sesama besan bisa memberi jalan yang mencerahkan. Tidak 
usah sampai ke pidana, komnas perempuan dan sebagainya. Pendekatan yang terlalu 
'Jender" kadang MENYESATKAN.
 
 Selamat mencoba ya bu
 
 salam
 
 guntoro soewarno
 pemerhati lelaki


 ----- Original Message ----- 
 From: "Kira Surbakti" <[EMAIL PROTECTED]>
 To: <[email protected]>
 Sent: Thursday, January 03, 2008 2:48 PM
 Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Garuda melindungi perselingkuhan????
 
 Pertengahan 2007 yang lalu, suami saya yang bekerja sebagai awak pesawat 
 Garuda Indonesia Airline, menyatakan melalui SMS bahwa dia ingin pisah tanpa 
 alasan yang jelas. Sejak itu komunikasi terputus sama sekali dan dia juga 
 tidak lagi memberikan nafkah. Pada saat yang sama, dia juga mengajukan 
 permohonan ijin cerai ke pimpinannya tanpa membicarakan masalahnya dengan 
 saya. Beberapa bulan kemudian saya tahu kalau dia sudah tinggal serumah dan 
 hidup bersama dengan seorang pramugari.
 
 Saya sudah melaporkan masalah ini ke Garuda dan sudah dipanggil beberapa 
 kali, tetapi walaupun saya sudah menyerahkan bukti-bukti sesuai permintaan 
 Garuda, sampai hari ini, setelah hampir 7 bulan berlalu,  tidak ada tindakan 
 apapun dari Garuda terhadap suami saya dan pramugari itu.
 
 Akhirnya timbul pertanyaan, "Apakah Garuda Indonesia memang menyetujui dan 
 melindungi perselingkuhan dan "hidup bersama" diantara para pegawainya??" 
 Apalagi hukuman disiplin untuk urusan "hidup bersama" menurut PKB Garuda 
 Indonesia hanyalah dipotong gaji 10% selama 6 bulan, yang sama sekali tidak 
 ada artinya karena uang terbang mereka jauh lebih besar dari pada itu 
 sehingga tidak akan membuat mereka kapok atau jera untuk berselingkuh atau 
 kumpul kebo!!!
 
 Ternyata mencari keadilan itu sulit sekali ya..............................
 
 

Kirim email ke