iscab:

Saya setuju bahwa keretakan rumah tangga itu andil dua pihak.
It takes two to tango, gitu lo.
Tapi saya tidak setuju perselingkuhan itu kesalahan dua-duanya.
Yang selingkuh yang salah, yang tidak selingkuh ya tidak salah.
Rumah tangga pasti ada konflik. Dalam pacaran ada konflik.
Tapi haruskah karena konflik tersebut orang memilih selingkuh sebagai 
pelampiasannya?

Jadi kalau istri bosan, maka istri boleh selingkuh?
Jadi kalau istri kurang puas pelayanan suami, maka istri bisa 
selingkuh?
Saya ingin bertanya mengenai alur logika Anda dan moralitas macam apa 
yang Anda pakai sehingga bisa mengeluarkan ide di bawah.

Masalah Bu Kira juga parah. Masa suami minta pisah lewat SMS.
Sama sekali tidak gentlemen. Betul-betul pengecut. Yang namanya putus 
hubungan itu harusnya tatap muka. Orang macam begini tidak berani 
berhadapan dengan Bu Kira. Suami macam begini adalah suami yang tak 
bertanggungjawab, langsung kabur dengan selingkuhannya. Sudah 
tertulis kalau suami tersebut tidak mau bicara baik-baik, bertemumuka 
saja tak mau, maunya langsung kabur aja.

Kayanya wanita yang dapat pria seperti ini rugi, deh.


Condro

- cowo setia yang sedang menanti jodoh -


--- In [email protected], guntoro soewarno 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ibu Kira yang baik, salam.
>  
>  kalau saran saya, sebaiknya ibu lebih banyak introspeksi diri. 
Dalam banyak kasus perselingkuhan --dari sudut pandang kaum lelaki -- 
sebenarnya 55% itu akibat andil isteri yang bersangkutan. Penyebabnya 
bisa banyak; bisa karena bosan, pelayanan ibu yang tidak inovatif 
atau hal lain.
>  
>  Makanya, menuding suami salah 100% itu konyol. Andil suami hanya 
45% dalam kasus perselingkuhan. 
>  
>  Nyaris di semua kasus yang ada, perselingkuhan itu terjadi akibat 
problem internal yang terjadi di keluarga itu. Ibarat asap, tidak 
mungkin tidak ada api.
>  
>  saran saya, hadapi masalah ini dengan kepala dingin. Sabar. 
Bicarakan dengan baik. Mungkin pertemuan sesama besan bisa memberi 
jalan yang mencerahkan. Tidak usah sampai ke pidana, komnas perempuan 
dan sebagainya. Pendekatan yang terlalu 'Jender" kadang MENYESATKAN.
>  
>  Selamat mencoba ya bu
>  
>  salam
>  
>  guntoro soewarno
>  pemerhati lelaki

Kirim email ke