Saran ini sama dengan menyalahkan korban perampokan dengan membela
   perampok.Bisa jadi yang ngomong perampok juga. Jangan kayak peramal
   seolah udah tau persoalan rumah tangga orang terus main sikat
   perselingkuhan laki-laki karena istri nggak melayani. Udah abad
   segini istri masih dianggap pelayan.

   Tidak cuma perempuan, laki-lakipun kalau diperlakukan
   begitu sama istrinya juga salah.

   Pendekatan yang terlalu jender menyesatkan? Ah, anda ini seperti
   MUI saja, dikit-dikit ngomong sesat.

   Ayo Ibu Kira, coba kontak ke LBH APIK, ke mbak Esthu, nomor
   kantornya 021 87797289 atau fax 02187797288.

   Mariana

   
Friday, January 4, 2008, 2:23:04 PM, you wrote:

> ibu Kira yang baik, salam.
>  
>  kalau saran saya, sebaiknya ibu lebih banyak introspeksi diri.
> Dalam banyak kasus perselingkuhan --dari
> sudut pandang kaum lelaki -- sebenarnya 55% itu akibat andil isteri
> yang bersangkutan. Penyebabnya bisa
> banyak; bisa karena bosan, pelayanan ibu yang tidak inovatif atau hal lain.
>  
>  Makanya, menuding suami salah 100% itu konyol. Andil suami hanya 45% dalam 
> kasus perselingkuhan.
>  
>  Nyaris di semua kasus yang ada, perselingkuhan itu terjadi akibat
> problem internal yang terjadi di keluarga
> itu. Ibarat asap, tidak mungkin tidak ada api.
>  
>  saran saya, hadapi masalah ini dengan kepala dingin. Sabar.
> Bicarakan dengan baik. Mungkin pertemuan sesama
> besan bisa memberi jalan yang mencerahkan. Tidak usah sampai ke
> pidana, komnas perempuan dan sebagainya.
> Pendekatan yang terlalu 'Jender" kadang MENYESATKAN.
>  
>  Selamat mencoba ya bu
>  
>  salam
>  
>  guntoro soewarno
>  pemerhati lelaki



Kirim email ke