Saya pikir bapak Guntoro ini bukan orang yang sehari-harinya mampu
mengatasi masalah dan persoalan. Lha masalahnya apa, sama komentarnya
kok nggak nyambung... Ibu Kira mempertanyakan, "Apakah Garuda
Indonesia memang menyetujui dan melindungi perselingkuhan dan "hidup
bersama" diantara para pegawainya??" Kenapa komentarnya ibu Kira harus
introspeksi? Memang kalau ibu Kira sudah introspeksi sedalam-dalamnya,
akan mampu mengubah apa? Sudah kejadian kan... Kasih saran tuh yang
ada gunanya, gitu lho pak. Kalau menyuruh ibu Kira introspeksi, itu
namanya mengadili orang lain... bukan kasih saran.

Lagipula persentase itu mengganggu sekali. Memang bapak sudah
melakukan penelitian mengenai sebab-sebab perselingkuhan? Kok dengan
yakin menyebut angka begitu. Memang ada kemungkinan bukan 100% salah
suami, tapi dengan segala kerendahan hati, ijinkan saya (pemerhati
perempuan) juga mengatakan ada kemungkinan juga 100% salah suami.
Kenapa? Mungkin karena moralnya bejat atau hiperseks atau bahkan sakit
jiwa.

Pertemuan sesama besan? Saran apa lagi itu... lucu. Yang punya rumah
tangga siapa, kok sampai ke level besan. Sampai bikin rapat
keluargapun kalau suaminya sudah tidak cinta lagi, ya percuma.

Lain kali kalau komentar tolong dipikir dulu, pak. Jangan sampai
menyakiti perasaan orang yang sudah menderita...

Stephanie Sisca


--- In [email protected], guntoro soewarno
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ibu Kira yang baik, salam.
>  
>  kalau saran saya, sebaiknya ibu lebih banyak introspeksi diri. 
Dalam banyak kasus perselingkuhan --dari sudut pandang kaum lelaki --
sebenarnya 55% itu akibat andil isteri yang bersangkutan. Penyebabnya
bisa banyak; bisa karena bosan, pelayanan ibu yang tidak inovatif atau
hal lain.
>  
>  Makanya, menuding suami salah 100% itu konyol. Andil suami hanya
45% dalam kasus perselingkuhan. 
>  
>  Nyaris di semua kasus yang ada, perselingkuhan itu terjadi akibat
problem internal yang terjadi di keluarga itu. Ibarat asap, tidak
mungkin tidak ada api.
>  
>  saran saya, hadapi masalah ini dengan kepala dingin. Sabar.
Bicarakan dengan baik. Mungkin pertemuan sesama besan bisa memberi
jalan yang mencerahkan. Tidak usah sampai ke pidana, komnas perempuan
dan sebagainya. Pendekatan yang terlalu 'Jender" kadang MENYESATKAN.
>  
>  Selamat mencoba ya bu
>  
>  salam
>  
>  guntoro soewarno
>  pemerhati lelaki
> 
> 
> 

Kirim email ke