dear pak guntoro dan kawan-kawan yang sejalan dengan pak guntoro,
mari kita berempati dengan kasus isi. Ini adalah masalah yang agak gak tepat
kalau dibubungkan dengan statistik. Bisa bapak bayangkan kalau bapak adalah
seorang perempuan dan ada yang memjawab persis dengan bapak sarankan? wah
mungkin kepala bapak akan keluar tanduk. Kalau dihubungkan dengan servis di
tempat tidur, bagaimana dengan prempuan yang selingkuh ? apakah tepat kalau
juga disalahkan sang suami yang tidak bisa berinovatif dalam hal servis di
ranjang ? Apakah semua laki-laki atau suami pasti bisa berinovasi dalam hal
hubungan sex ? Jika memang perempuan tidak bisa inovatif apakah syah perempuan
tersebut disalahkan? Apakah tidak bisa disalahkan sang suami yang selalu banyak
menuntut ? dan akan banyak pertanyaan yang akan timbul. Tapi yang pasti mari
kita berempati. Janganlah menyalahkan, bayangkan jika kita ada pada sisi beliau.
Salam
Agus
Gunawan Haryadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Guntoro Soewarno di sini bukan lg mendebatkan siapa yang paling
salah
dlm perselingkuhan, apalagi pake persen2 segala..
Kalo melihat kasus yang di hadapi Ibu Kira ya jelas harus di tindak tegas
dong..
Apalagi seperti yang anda katakana, penyebab perselingkuhan karena suami
bosan dan istri kurang inovatif dalam pelayanan..
ITU TIDAK ADIL.!!!
Pernikahan bukan untuk eksploitasi perempuan Bung..
Istri adalahn wanita yang harus anda sayangi bukan untuk berinovasi dalam
pelayanan.
Hmmm...Kasihan banget deh yang jadi istri anda.
Salam,
Gunn