Halo, Membaca diskusi yang seru mengenai kenaikan tarif tol, saya jadi ingin nimbrung.
Menurut saya, apa yang sedang kita diskusikan hanyalah masalah di puncak gunung es nya saja. tapi invinsible problemnya tidak tersentuh yaitu kebutuhan transportasi masal yang memadai. Saya yakin kalau transportasi masal kita baik, banyak masyarakat lebih memilih angkutan masal daripada kendaraan pribadi. Sedangkan di Jakarta, masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi karena dirasa lebih aman dan nyaman (yah tau sendiri, naik busway harus menunggu lama dan berdesak-desakan, naik kereta sama aja, naik bus umum, sama juga. Belom resiko kecopetan dan buat perempuan rawan tindakan asusila, walau sudah pakai pakaian sopan dan tertutup). jadi dengan kenaikan tarif tol tentu akan memberatkan masyarakat pengguna kendaraan pribadi, terutama masyarakat menengah. Selain itu, kenaikan tarif tol ini pasti akan diikuti oleh kenaikan harga barang. Ujung-ujungnya saving masyarakat akan semakin berkurang. Note: bila Pak Harya menyebutkan harga material dan jasa konstruksi naik, bukankah tarif transportasi merupakan salah satu faktor penyumbang kenaikan itu? dan apakah dengan tarif yang sekarang, pengelola jalan tol masih menderita kerugian? coba saja lihat gimana kondisi jalan setiap pagi di tol jurusan BSD-Harmoni. Apakah dengan kenaikan harga tol, layanan bisa ditingkatkan dalam artian tidak macet? dan menurut saya, konsumerisme yang tinggi bukan berarti hal yang totally bad. Justru kalau masyarakat memiliki daya beli yang tinggi, perekonomian akan mutar dan ini akan berimbas bagi berbagai sektor industri. Salam Jenn > --- On Mon, 9/21/09, Harya Setyaka <harya.sety...@...> wrote: > > > From: Harya Setyaka <harya.sety...@...> > > Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: JALAN TOL > > To: [email protected] > > Date: Monday, September 21, 2009, 9:31 PM > > > > Kalau saja tidak terlampau tergantung > > pada kendaraan pribadi, tentunya kenaikan tariff tol tidak > > terlalu dipermasalahkan. > > > > Jalan tol itu kan perlu pemeliharaan, antara lain diaspal > > ulang dlsb.. Harga material dan jasa konstruksi naik, ya > > tentunya tarif juga ikut naik.. > > > > Lagipula, kenaikan itu diatur dalam PP 15/2005 tentang > > Jalan Tol. > > Disebutkan tariff disesuaikan setiap 2 tahun sekali dengan > > acuan inflasi. > > Jadi kalau inflasi nya negatif, alias deflasi, maka secara > > otomatis tariff tol juga turun. > > > > Koq ngdumel biaya hidup makin tinggi.. Tapi kalau gaji naik > > malah makin rajin belanja yg tersier (beli handphone > > baru, fashion item, pupur gincu, parfum, liburan ke LN , > > dlsb)... > > > > Kalau mau fair, jalan tol itu barang mewah.. Yg ga mampu > > beli mobil tidak bisa menikmati.. > > Sekalian saja protes ke Luis Vitton, kenapa harga tas nya > > naik terus.. > > > > Kalau ragu akan transparansi PT Jasa Marga, BPJT, atau > > bahkan DirJen Bina Marga dan MenPU, lain cerita.. Tidak > > harus nunggu tariff naik baru mendadak galak.. > > > > > > Salam, > > -K-
