Jalan cukai bukan jalan untuk orang banyak tetapi jalan bebas hambatan untuk 
keperluan bisnis; itulah sebabnya setiap kendaraan yang lewat harus bayar atawa 
ditarik cukai atasnya. Jadi kalau Anda mau menikmati "kelancaran" di jalan 
cukai sewaktu pulang ke rumah berarti Anda telah berani membayar cukai jalan 
yang sekian itu demi waktu yang lebih lama berkumpul dengan keluarga. Kalau 
tidak berani, ya, lewati saja jalan NEGARA yang dibangun dari pajak yang 
dikutip NEGARA.

Memang NEGARA menggunakan sebagian pajak untuk membebaskan lahan, tetapi 
pembebasan ini hanyalah satu bentuk rangsangan kepada para pemodal untuk lebih 
berani MENANAM MODAL DI JALAN CUKAI.

Delapan bulan saya diangon oleh perusahaan Jepang dari pabrik di satu kota ke 
pemondokan di kota lain yang ditempuh kira-kira 1,5 jam melalui jalan negara 
dan 0,5 jam melalui jalan tol. Selama delapan bulan itu, kami lewat jalan cukai 
masih bisa dihitung dengan jari. Pemikiran kawan-kawan Jepang: "Untuk apa bayar 
cukai, kita 'kan bisa istirahat di bis dan tidak ada yang dikejar untuk 
cepat-cepat sampai di rumah."

Zul

--- On Wed, 9/30/09, Harya Setyaka <[email protected]> wrote:

From: Harya Setyaka <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: JALAN TOL
To: [email protected]
Date: Wednesday, September 30, 2009, 3:14 PM






 





                  Pertanyaannya valid koq...



Gini... misalnya Gaji Mas Michael 2 tahun lalu anggap lah 10 Juta.. dan

anggap lah gaji ini udah cukup untuk hidup yg lebih dari layak..

lalu 1 tahun lalu gaji nya tetap 10 Juta.. lalu tahun ini tetap 10 juta...

dan begitu pula untuk 7-10 tahun berikutnya..

padahal inflasi sebesar 10% per tahun..

apa artinya?



salam,

-K-

Kirim email ke