Pak Harya ....makasih ya tanggapannya, tapi saya nya yang belum nyambung kali 
ya...
Kalau masalah Gaji yang tak pernah naik2 itu sih namanya Pendapatan yang 
Menurun karena sdh pasti tidak sebanding dengan kenaikan Inflasi.......
Urusan Jalan Tol khan gak ada hubungannya dengan Gaji / Upah ....kalau gak 
salah ini namanya Investasi yang harus ada untung atau Buntung nya......
Yang menjadi Keprihatinan kita semua khan Investasi di atas barang milik publik 
dan menyangkut Hayat Hidup Bangsa Indonesia yang di jamin oleh UUD'45...dimana 
Control dan Keberpihakan Pemerintah pada Rakyatnya ???

Kenaikan Tarif 500 sd 5000 ribu rupiah gak ada ngaruh sama sekali bagi orang2 
yang punya kenderaan pribadi...lihat aja sudah 3 hari ini tetap saja 
MAAAAAACEEEEETTT
yang menjadi masalah adalah kenaikan Tarif Tol ini menyebabkan semua kebutuhan 
akan barang2 pokok juga naik dan yang sangat merasakan akibatnya adalah 
Masyarakat gol Bawah yang berpenghasilan rendah, barang gak naik saja sudah 
susah ...apalagi naik ?

Mudah2an Bapak SBY dan Jajarannya serta semua pihak pemegang saham atas Jalan 
Tol , membuka sedikit Mata hati nya ....kalau sudah dapat Gain sedikit dari 
Saham nya Syukurilah itu sebagai Berkah , jangan terlalu serakah nanti seluruh 
rakyat bangsa ini juga akan mendoakan agar diberikan Rezeki di tempat lain yang 
lebih banyak ya .....Amiiiin !!!

--- Pada Kam, 1/10/09, Harya Setyaka <[email protected]> menulis:

Dari: Harya Setyaka <[email protected]>
Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: JALAN TOL
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 1 Oktober, 2009, 5:14 AM






 





                  Pertanyaannya valid koq...



Gini... misalnya Gaji Mas Michael 2 tahun lalu anggap lah 10 Juta.. dan

anggap lah gaji ini udah cukup untuk hidup yg lebih dari layak..

lalu 1 tahun lalu gaji nya tetap 10 Juta.. lalu tahun ini tetap 10 juta..

dan begitu pula untuk 7-10 tahun berikutnya..

padahal inflasi sebesar 10% per tahun..

apa artinya?



salam,

-K-

Kirim email ke