pak harya kurang lengkap mungkin menjelaskannya. dlm evaluasi proyek seperti jalan tol, tentu banyak parameter yg dipakai agar proyek tsb feasible. ada perhitungan roi, present value dan semacamnya. inflasi adalah salah satu dari banyak faktor dlm metode perhitungan tsb. seseorang yg paham metode tsb akan mudah memahami kenaikan tarif jalan tol meski tak serta merta membenarkannya.
----- Original Message ----- From: Michael Umbu Zasa To: [email protected] Sent: Thursday, October 01, 2009 3:51 PM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: JALAN TOL Pak Harya ....makasih ya tanggapannya, tapi saya nya yang belum nyambung kali ya... Kalau masalah Gaji yang tak pernah naik2 itu sih namanya Pendapatan yang Menurun karena sdh pasti tidak sebanding dengan kenaikan Inflasi....... Urusan Jalan Tol khan gak ada hubungannya dengan Gaji / Upah ....kalau gak salah ini namanya Investasi yang harus ada untung atau Buntung nya...... Yang menjadi Keprihatinan kita semua khan Investasi di atas barang milik publik dan menyangkut Hayat Hidup Bangsa Indonesia yang di jamin oleh UUD'45...dimana Control dan Keberpihakan Pemerintah pada Rakyatnya ??? Kenaikan Tarif 500 sd 5000 ribu rupiah gak ada ngaruh sama sekali bagi orang2 yang punya kenderaan pribadi...lihat aja sudah 3 hari ini tetap saja MAAAAAACEEEEETTT yang menjadi masalah adalah kenaikan Tarif Tol ini menyebabkan semua kebutuhan akan barang2 pokok juga naik dan yang sangat merasakan akibatnya adalah Masyarakat gol Bawah yang berpenghasilan rendah, barang gak naik saja sudah susah ...apalagi naik ? Mudah2an Bapak SBY dan Jajarannya serta semua pihak pemegang saham atas Jalan Tol , membuka sedikit Mata hati nya ....kalau sudah dapat Gain sedikit dari Saham nya Syukurilah itu sebagai Berkah , jangan terlalu serakah nanti seluruh rakyat bangsa ini juga akan mendoakan agar diberikan Rezeki di tempat lain yang lebih banyak ya .....Amiiiin !!! --
