Kalau sudah tahu tukang peras, mengapa mau diperas? Lawan, lawan, lawan. Kalau 
tidak salah mengapa takut melawan? Dari pengalaman saya, rekan-rekan Polisi 
yang lainnya akan melerai dan kita dilepas asalkan kita dalam jalur yang benar. 
Kalau diajak ke Pos, langsung saja berikan kunci kontak agar dia yang nyetir 
dan Anda di sampingnya. Kalau Anda benar (dari pengalaman) si Polisi akan 
menyerah dengan barbagai alasan. Yang penting jangan mau damai kalau Anda tidak 
salah. Dan, ini juga penting demi waktu, kalau sekiranya Anda ceroboh sehingga 
tidak sengaja MELANGGAR RAMBU, begitu Anda buka kaca jendela, serahkan SIM dan 
tempelkan di bawah uang seadanya. Biasanya mereka akan mengatakan: "Apa ini 
Pak? Lain kali hati-hati ya Pak!" Saya pernah disangka oleh OB saya, yang 
kebetulan numpang, saya punya sebul-sebulan karena dengan Rp.5000 saya tidak 
ditilang sekalipun menerobos verboden berjangka sementara dia harus berdamai 
Rp30.000 dengan pelanggaran yang sama
 padahal dia pakai sepeda motor.
Tetapi kalau Anda diperangkap, langsung saja minta ditilang dan bayar dendanya 
untuk Negara. Ini sesuai dengan prinsip orang Batak: "Tidak sama saya, tidak 
juga sama kau, dan mending diberikan kepada Negara." Dia akan rugi juga karena 
konon setiap lembar formulir tilang itu ada harganya. Jadi sama-sama rugi, yang 
untung Negara.
Zul

--- On Wed, 21/10/09, andryansyah <andryansyah@ yahoo.com> wrote:



From: andryansyah <andryansyah@ yahoo.com>

Subject: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Re: Tendangan 'Maut' Pak Polisi.....

To: Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com

Date: Wednesday, 21 October, 2009, 4:21 PM



Kalau pengalaman saya melihat tingkah polisi, kesimpulannya adalah, mereka 
gerombolan tukang peras. Kalau ada angggota polisi di milis ini, tolong dijawab 
benar atau tidak penilaian saya ini?



Keluarga yang sedang sedih karena kematian anggotanya saja, dengan gagah berani 
mereka peras.....dasar gerombolan tukang peras....



Kirim email ke