@Godlip Pasaribu & @Haniwar Syarif...

Naahh..kalo yg bgini saya senang diskusi,

Dlm kasus perseteruan KPK bibit-chandra dgn polri,masyarakat hanya tahu satu 
sisi,yakni anggodo yg dgn arogannya "memerintahkan & mengendalikan" ini & itu 
pd aparat.

Tp cobalah kita renungkan sejenak..ttg apa2 hal yg melatarbelakangi shgga 
lahirnya sikap anggodo tsb,yakni ybs tlah dikecewakan oleh oknum KPK yg 
mencekal sdranya(anggoro)untuk suatu kesalahan yg tidak pernah bisa dibuktikan 
oleh KPK & polri.

Bhwa benar..kmdian Anggodo menggunakan seluruh sumberdaya & sumberdana nya 
untuk mengobati kekecewaannya,yg dikhianati oleh KPK sendiri.
Dan mungkin benar..,atas kekecewaannya tsb,anggoro/anggodo kmdian mengeluarkan 
"sejumlah dana" pd polri utk menyelesaikan kasusnya.
Krn galib nya polri diindonesia yg cuman djatahin bbrpa ribu rupiah oleh negara 
untuk memproses suatu prkara hga ketingkat kejaksaan.
Mk..kekurangan dana itulah yg biasanya diberikan oleh anggota masyarakat yg 
menggunakan "jasa" mrk tsb,apkh ini dsebut korupsi? trgantung dari sudut mana 
kita melihatnya.

Para mafia yg tidak senang atas penahanan oknum KPK (krn belasan ribu kasus 
korupsi yg besar & kecil bisa selesai dbawah tangan berkat krjasama yg cantik 
antara mafia dgn oknum KPK.
Oleh krn itulah para mafia All Out utk membela oknum ini..agar kasus2 yg sdah 
trlanjur hilang..tidak muncul kembali,yakni dengan memanfatkan sentimen 
masyarakat yg tlah puluhan tahun dikecewakan oleh aparat penegak hukum.

Adapun cara-cara yg digumnakan oleh para mafia ini sangat cerdas & jenius!, 
dsamping memanfaatkan sentimen masyarakat thd polri, mrk jg memanfaatkan para 
pakar hukum sosial dsb,mahasiswa,TPF dan anggota LSM serta facebooker.

Nah..! bermodalkan dukungan fesbuker oleh masyarakat yg awam hukum,para 
pakar,LSM,TPF,media naif dan termasuk orang2 bayaran spt Manneke inilah kmdian 
mrk - para mafia - mem "Faith Accomply" pemerintah. Bebaskan seluruh oknum KPK 
atau..REVOLUSI!
Disinilah dibutuhkan suatu kearifan masyarakat dlm menilai suatu persoalan.

@Haniwar Syarif..,memang benar komitmen mrk (LSM,Effendi Gazali,Thamrin 
Amal,Fajrul..)tlh kliatan.
Namun utk kasus ini..,krn "ketidakmampuan mrk memahami persoalan scr menyeluruh 
dan utuh" mk..mrk telah menggali kuburannya sendiri.

Jk mrk ternyata BENAR? mk makin kuatlah kredibilitas mrk sbg garda trdepan dlm 
mendobrak ketidakadilan.
Tp jk kemudian trbukti bhw yg mrk bela itu trnyata salah? mk..masyarakat tidak 
akan pernah bisa melupakan apa-apa yg mereka lakukan saat ini yg dgn gigih 
menegakkan benang basah!.
Oleh krn itu...ingat-ingatlah siapa-siapa saja yg getol Bin Gatel menegakkan 
benang basah ini, agar dimasa depan kita tidak mudah disesatkan dan bisa lebih 
brhati-hati he..he..he

Terimakasih




--- In [email protected], "Godlip Pasaribu" 
<marnagan2...@...> wrote:
>
> Memang kita-kita ini awam terhadap hukum, akan tetapi bukti rekaman yang 
> diperdengarkan dalan sidang MK memperlihatkan banyaknya hal2 yang tidak wajar 
> terjadi di belakang Pengadilan yang twntu saja membuat masyarakat muak, marah 
> dan merasa dipermainkan oleh para Markus Pengadilan. Apakah pantas seseorang 
> yang berperkara berhubungan dan berkolusi dengan para aparat hukum di luar 
> Pengadilan?
> Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kirim email ke