Di Eropa dan Amerika,banyak ilmuan keluar ilernya jika dengar nama Gempang,uraniumnya bisa dipacul mas...ngak pernah dengar ya mas,ya sama juga sama saya.baru kali ini dengar nama" Kalan" ya kita ternyata kalah sama kodok.kodok namanya aja Dua,tapi jika dalam tempurung,kodok itu di selaraskan dengan manusia "kita seperti katak dalam tempurung..hi..hi..hi,Anda tau gempang?gempang adalah sebuah daerah dipelosok,udik,rimba raya yang tanahnya (lokasi tersebut)seperti hangus terbakar tanahnya.sulit dijangkau kenderaan roda 4(mobil) kesana harus pakai Motor Trail.di atas perbukitan ±50 km dari kota kecil Beureuenun,Pidie.NAD.orang Amerika (si bule)gitu.sering sekali kesana.ambil sample tanah,dan membuat peta.denger-denger sih Uraniumnya bisa dipacul..he..he..,dari mana mereka tau?mereka pake satelit Oi...,dan ada dua kali kalau ngak salah,disaat saya dalam Hutan(saat itu sedang bergelirya)kami ketemu dengan 3 orang bule,ternyata orang Uni sovyet,entah datangnya dari mana(jatuh dari langit kali)sedang macul ngambil sample tanah,eh..mereka bilang,luar biasa..dan aku lihat mereka terperangah,melihat hasilnya...Broo itu uranium yang disembunyikan oleh bangsa kita.jika kita olah pake otak orang sovyet,kita bisa mengalahkan pama Amerika tuh....hi...hi...hi...
[email protected] --- Pada Rab, 18/11/09, Iwan Kurniawan <[email protected]> menulis: Dari: Iwan Kurniawan <[email protected]> Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: PLTN Tetap Dibangun (Status terakhir) Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 18 November, 2009, 6:39 AM Yth. Pak Muhammad Subekti 1. Apakah Batan punya data cadangan uranium selain di daerah Kalan. Uranium di Daerah Kalan sudah dipetakan dengan baik oleh Batan. Tetapi yang memulai eksplorasi di Kalan adalah Perancis bekerja sama dengan Batan. Daerah lain hanya diduga mengandung uranium tetapi belum dilakukan eksplorasi sebaik daerah Kalan. Thorium banyak terdapat di Sumut apakah dapat digunakan untuk jangka 300 tahun, secara ilmiah perlu dibuktikan perhitungannya. Berapa besar cadangan Thorium saya yakin Pak Subekti belum punya datanya. Thorium reaktor diharapkan akan komersial, mudah mudahan 5 tahun lagi sudah bisa dilihat hasilnya. Yang pasti bukan di Indonesia tetapi di negara lain. India merencanakan Thorium Reakor akan memberikan kontribusi energi listrik sebesar 30% pada tahun 2030. India bisa membangun reaktor sendiri sesuai pengalaman dia membangun Candu pada awal berdirinya PLTN. Bagaimana dengan Indonesia, rencananya akan membangun 4 PLTN dengan cara membeli, apakah PLTN ini boleh diuji coba untuk belajar ahli ahli kita ? Nanti dulu PLTN adalah pusat pembangkit listrik komersial bukan untuk belajar PLTN. Investor tidak akan memberi kesempatan kita untuk belajar PLTN apalagi kesempatan membangun PLTN sendiri. Sampai saat ini Batan belum punya BLUE PRINT untuk membangun PLTN dengan kemampuan sendiri, tetapi yang ada hanya berpikir untuk mengimpor PLTN. Banyak orang berpikir Indonesia punya PLTN agar disegani negara tetangga. Tidak berpikir punya PLTN akan menyusahkan rakyat. Indonesia akan disegani negara lain kalau bisa membangun PLTN dengan kemampuan sendiri, tidak seperti sekarang hanya berpikir untuk membeli PLTN. Apakah punya PLTN dengan cara membeli akan bisa membangun PLTN sendiri? Kita lihat lebih dari 40 tahun kita menikmati mobil mobil canggih dari Jepang, Amerika dan Eropa, sampai hari ini tetap saja kita belum bisa memproduksi mobil sebaik Proton Malayasia. Uranium adalah material yang harus dikuasai oleh negara kok bisa perusahaan swasta memproduksi 10 ton/tahun, perusahanan ini pasti beroperasi tanpa ijin dari pemerintah. 2. Plutonium tidak perlu diperkaya tetapi maksudnya dimurnikan dari campuran isotop yang berasal dari bahan bakar reaktor. Berbeda dengan uranium perlu diperkaya, kandungan u-235 pada uranium alam hanya sebesar 0,7 %. Agar U-235 meningkat menjadi 3,5 % perlu diperkaya. Saya tidak yakin kita diberikan kesempatan untuk mengembangkan teknologi pemerkayaan Uranium. Jadi kita akan tergantung negara lain dalam pengadaan bahan bakar PLTN, sesuai pemikiran Pak Subekti untuk PLTN tipe PWR 3. Apakah tenaga ahli kita akan terlibat dalam rancangan PTLN yang akan di bangun, sampai saat ini saya tidak pernah mendengar Batan punya rencana membangun PLTN dengan kemampuan sendiri. Teknologi yang digunakan tergantung investor PLTN yang akan masuk, kita memilih PLTN yang ditawarkan. Dengan cara ini apakah Teknologi PLTN bisa dikuasi, pastinya tidak. 4. Saya titip Pak Subekti tolong tanyakan bagaimana cara Jepang mengatasi kekurangan listrik selama PLTN Kashiwazaki Kariwa sebesar 8000 MW ditutup. Kalau di Indonesia pasti sudah pemadaman bergilir selama 2 tahun lebih, apakah PLTN kashiwazaki sudah beroperasi penuh saat ini. 5. Gardu rusak saja kita sudah harus bersabar menerima giliran pemadaman listrik, apalagi kalau pembangkitnya rusak. Dan komponannya impor pasti nunggu lebih lama lagi. Bagaimana dengan PLTN pasti tergantung 100% kita kepada investornya. Salam, Iwan Kurniawan
