Yang terjadi selama ini: Paku beton hitam, kalau dipaksa akan meleyot bukan 
patah; San-Ei asli (1989) masih belum menetes sampai sekarang, yang belakangan 
sudah 2 x ganti. Bagaimana kita tidak akan selalu cari yang impor? Kita kesal 
karena bongkar-pasang dan kita kesal karena DITIPU; pantaskah produsen2 seperti 
ini didukung? Tidak ada OEM pilihan kedua masih Chungkok. Buatan dewe, nanti 
dululah, lebih baik (keran) yang ada direparasi akan lebih tahan daripada 
buatan bangsa dewe.


Zul

--- On Mon, 12/14/09, Samali Djono <[email protected]> wrote:

From: Samali Djono <[email protected]>
Subject: Re:  [Forum-Pembaca-KOMPAS] Januari 2010, China "Serbu" Indonesia
To: [email protected]
Date: Monday, December 14, 2009, 6:04 PM







 









      apalah artinya FTA atau serbuan China ke Indonesia pada tahun 2010 kalu 
saja,

rakyat kita memiliki kesadaran bernegara dan berbangsa .. tidak usah terlalu 
muluk2

dan idealis, tapi prioritaskan saja dulu produk hasil dalam negeri, kalu kurang 
dan

kita tidak memiliki sumbernya dan tidak ada pilihan baru kita impor.

tapi dengan catatan bahwa produsen Indonesia pun mesti memiliki kesadaran yang

sama, mempersembakan produk2 terbaiknya untuk bangsa sendiri dan bertanggung

jawab pada lingkungan dan kesejahteraan umum.

populasi kita cukup besar untuk suatu pasar yang bisa diandalkan dan diharapkan.



salam,

djs

Kirim email ke