kalau saya lihatnya bukan kita gak bisa bikin bagus

tapi dgn ekonomi biaya tinggi  yg ada , maka jika
kita bikin kwalitas sama.., maka harganya mahal


lalu gak laku

kalau mau bikin harga  sama maka kwalitas diturunkan

jadi :


ua bereskan dulu  infrastruktur , bunga bank  , ketersediaanbahan baku dll


baru bersaing

langkah pertama  .. ciptakan oraag Indonesia yg
mau hargai produk Indonesia yg cukup baik, walau
mahal dikit atau kurnag mutu dikit


selama produk itu  memenuhi kebutuhannya

jangan uma  ornag Indoensia yg mentingkan diri sendiri

dgn pakai produk dalamnegeri , saudaramuu ikut
makan lho.. , jug abisa sekolahkan anak

HS


At 10:53 AM 12/15/2009, you wrote:
>Yang terjadi selama ini: Paku beton hitam, kalau
>dipaksa akan meleyot bukan patah; San-Ei asli
>(1989) masih belum menetes sampai sekarang, yang
>belakangan sudah 2 x ganti. Bagaimana kita tidak
>akan selalu cari yang impor? Kita kesal karena
>bongkar-pasang dan kita kesal karena DITIPU;
>pantaskah produsen2 seperti ini didukung? Tidak
>ada OEM pilihan kedua masih Chungkok. Buatan
>dewe, nanti dululah, lebih baik (keran) yang ada
>direparasi akan lebih tahan daripada buatan bangsa dewe.
>
>
>Zul

Kirim email ke