Ngebaca email dibawah ini emang QQ setuju bwanget... jadi inget pembicaraan QQ dengan seseorang...... Yud..ini email kamu bukan......???
Jadi ya emang aneh kalo DJPB berani bilang lagi ga butuh tenaga-tenaga AKUNTANSI atau AKUNTAN......... secara..........plis deh.....emangnya DJPBN itu kantor pusat aja...? Kepegawaian aja gitu........??? di KPPN alias KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA....... ada SEKSI VERIFIKASI DAN AKUNTANSI.......... cateeeeeeeet............akuntansi............ di KANWIL alias KANTOR WILAYAH DJPB.......... ada BIDANG AKUNTANSI DAN PELAPORAN....... tuh.......AKUNTANSI lagi.......... aneh ga sih....kalo DJPB bilang ga butuh AKUNTAN...........? kadang asli QQ lagi sedikit mempertanyakan beberapa kebijakan-kebijakan [khususnya mengenai KEPEGAWAIAN] di DJPB ini........... banyak banget kontradiksi-nya.......... Bilang kurang pegawai.............. tapi berdasarkan suatu sumber [yang abis ikut Diklat TSA di BATAM] yang konon ibu AW [you know who......] "DJPB itu kelebihan pegawai.....saat ini jumlah pegawai DJPB ada 11ribu-an....idel-nya itu cuma 7 ribu-an...karena itu nantinya akan dikurangi sebanyak 4 ribu-an" [gosip-nya mau dilempar ke DJKN....................apalagi yang ga lulus KPPN Prima nih...termasuk QQ hikz...................] Bilang ga butuh AKUNTAN 'argumennya diatas.........." Bilang ga ngirim D4 Akuntansi Tapi ngirim surat soal pengumuman D4 dan D3 khusus STAN dan pembatalannya baru dikirim tertanggal 25 September 2007......telat banget ga siiiih................ Bilang ga bisa ngirim D4 karena ada reformasi birokrasi............. Tapi teteuuuuuup aja ngirim yang S1 dan S2 dengan beasiswa intern DJPB........[bukannya QQ iri ya...tapi sorry..kesannya ga adil aja................] aneh ga siiiiiih.........? Sekarang QQ jadi mempertanyakan kebijakan-kebijakan kepegawaian ini......... dalam penyusunan Anggaran kita mengutamakan masalah PREDIKSI kedepan........ kayanya kepegawaian apa ga make sistem ini ya....... kayanya kebijakannya itu keluar..............terus ntar diubah...... akibatnya.........banyak pihak dirugikan.......... hikz............ dan apakah emang ini udah takdir sebagai bawahan..........? manut aja apa kata atasan............ kayanya kalo kita manut terus........ itu mental bangsa jajahan sebenarnya..... Mental bangsa pejuang itu khan ga peduli harus ngelawan senapan mesin pake sekedar bambu runcing aja-pun berani............ karena pada akhirnya yang menang tuh kebenaran...... [hehehe.......hubungannyaaa........?] cari ndiri deh....wekekeke............. Menurut saya alasan-alasan tersebut kurang pas, sebagaimana hal yang dulu dijadikan alasan oleh pejabat lama. Makanya kalau mau dilogika, alasan-alasan tersebut kurang masuk akal. Contoh, jaman dulu pejabat beralasan: karena akuntansi tidak/kurang relevan dengan anggaran. Alasan ini menurut saya kurang masuk akal. Di akuntansi mempelajari mata kuliah akuntansi biaya atau akuntansi manajemen, ini sangat cocok dengan mata kuliah sistem perencanaan anggaran. Daripada belajar sistem perencanaan anggaran yang lebih banyak berkutat pada prosedur dan peraturan tentang anggaran yang kadang-kadang setelah lulus mungkin sudah berubah. Sekarang, alasannya kurang memerlukan tenaga akuntansi. DJPBN setahu saya adalah instansi yang bertanggung jawab membuat LKPP. Selama ini LKPP kita masih dinilai disclaimer oleh BPK. Menurut saya justru inilah saatnya DJPBN memberdayakan tenaga akuntansi, untuk memperbaiki laporan keuangannya apabila ternyata unsur disclaimernya ada di DJPBN. On 9/27/07, salman harits <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Menurut saya alasan-alasan tersebut kurang pas, sebagaimana hal yang > dulu dijadikan alasan oleh pejabat lama. > > Makanya kalau mau dilogika, alasan-alasan tersebut kurang masuk akal. > > Contoh, jaman dulu pejabat beralasan: karena akuntansi tidak/kurang > relevan dengan anggaran. > Alasan ini menurut saya kurang masuk akal. > > Di akuntansi mempelajari mata kuliah akuntansi biaya atau akuntansi > manajemen, ini sangat cocok dengan mata kuliah sistem perencanaan anggaran. > > Daripada belajar sistem perencanaan anggaran yang lebih banyak berkutat > pada prosedur dan peraturan tentang anggaran yang kadang-kadang setelah > lulus mungkin sudah berubah. > > Sekarang, alasannya kurang memerlukan tenaga akuntansi. > DJPBN setahu saya adalah instansi yang bertanggung jawab membuat LKPP. > Selama ini LKPP kita masih dinilai disclaimer oleh BPK. > Menurut saya justru inilah saatnya DJPBN memberdayakan tenaga akuntansi, > untuk memperbaiki laporan keuangannya apabila ternyata unsur disclaimernya > ada di DJPBN. > > > > > nagabonarjadidua <[EMAIL PROTECTED]<nagabonarjadidua%40yahoo.com>> > wrote: Dear all, > > > Setditjen PBN melalui suratnya No.S-6224/PB.1/2007 yang ditujukan > kepada para Direktur dan Kepala Kanwil DJPBN menyatakan DJPB tidak > mengirimkan pegawai untuk mengikuti tugas belajar Program D III Khusus > dan D IV di STAN Tahun Anggaran 2007/2008 dengan alasan implementasi > KPPN Percontohan untuk mendukung reformasi birokrasi di DJPBN dan > mempertimbangkan proporsi kebutuhan organisasi terhadap program studi > Akuntansi. > > Jika memang alasan yang digunakan adalah untuk implementasi KPPN > Percontohan, mengapa disamaratakan? Bagaimana dengan nasib mereka yang > tidak lulus KPPN Percontohan? Seharusnya kebijakan yg diambil oleh > DJBPN adalah tidak mengirim apabila mereka saat ini lulus KPPN > Percontohan. > > Apabila berdalih khawatir kekurangan pegawai di KPPN Non Percontohan, > mengapa pada tahun yang sama DJPBN mengirimkan perserta untuk > mengikuti kuliah S1 dan S2 dengan program Beasiswa? Bahkan baru-baru > ini Setditjen DJPBN melalui suratnya No. S-6223/PB.1/2007 tanggal 25 > Sept 2007 menginformasikan seleksi pendidikan program S2 BPPK Tahun > 2007 Khusus pegawai Non Percontohan. Koq bisa?? > > Bukankah tadi bilangnya khawatir adanya kekurangan pegawai di KPPN Non > Percontohan? Jangan2 nanti Setditjen akan mengirim surat lagi yang > isinya membatalkan progam S2 BPPK.Bisa jadi kan? > > Berarti alasan yg tersisa adalah banyaknya Akuntan di DJPBN. Jika > memang demikian, mengapa tidak dari awal DJPBN tidak mengijinkan > pegawainya untuk ikut seleksi D4 dan D III Khusus? Hal ini > mencerminkan tidak adanya manajemen yang baik dalam diri DJPBN itu > sendiri. Bagaimana DJBPN bisa mereformasi jika dirinya sendiri bingung > mengatur pegawainya? > > Mohon tanggapan dari rekan2 lainnya. > > Mari jadikan DJPBN menjadi lebih baik. > > regards, > SeorangjongosDJPBN > > > > > > --------------------------------- > Don't let your dream ride pass you by. Make it a reality with Yahoo! > Autos. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- \(o' v 'o)/ QQ-says.... Have a good day!!!! Maen-maen ke blog QQ dong.... http://chronov.multiply.com ato.... http://qnope.blogs.friendster.com/qnope Have fun yaaa...................... \(o' v 'o)/ New Link.... Solve Your Problem to this place..... kirim email berisi masalah keseharianmu ke... [EMAIL PROTECTED] Niscaya kamu akan mendapatkan jawaban yang memuaskan........ available via Gtalk................!!! [Non-text portions of this message have been removed]
