Saudara-saudara peserta Forum Prima yang tercinta,

Saya benar-benar terharu atas sambutan Saudara-saudara
sekalian ketika saya ikut gabung di Forum ini. Saya
benar-benar tidak mengira jika masih diterima di
lingkungan teman-teman di DJPBN. Oleh karena itu saya
sengaja tidak langsung merespon masing-masing tetapi
saya kumpulkan dulu dan saya tanggapi sekaligus.
Maklum saya harus menghemat pulsa, mengingat untuk
komunikasi ini saya tidak bisa numpang dari biaya
dinas lagi.

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada pak Hari
Utama yang langsung menjawab email saya lewat Japri
dan menghubungi Moderator untuk membantu saya, dan
kepada teman2 Moderator yang langsung mendaftarkan
saya di Forum ini.
Karena saya tidak aktif di kantor, sebenarnya forum
ini ingin saya jadikan sebagai ajang silaturahmi
sambil berbagi pengalaman dan perasaan. Mudah-mudahan
pengalaman saya dapat jadi pelajaran dan bermanfaat
buat Saudara sekalian. 

Saya merasa tersanjung oleh sambutan Pak Bagus
Konstituante walaupun terasa agak berlebihan. Saya
benar-benar mohon maaf tidak dapat membantu Pak Bagus
secara maksimal, tapi saya yakin bahwa kondisi Bapak
sekarang jauh lebih baik dari yang saya alami.
Mudah-mudahan apapun yang kita hadapi adalah yang
terbaik disisi Allah SWT dan apapun yang kita lakukan
selalu mendapat Ridha Allah SWT.

Saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada
Saudara-saudara yang menyampaikan simpati atas
kejadian yang menimpa saya, sayang saya tidak
mengetahui dengan jelas nama aslinya,  seperti  dari
"don_juan722", "dianpci_s7", "Agung_Sayuta", "yondi_l"
juga dari Pak Muhadi Karyanto dan Mas Kursus. Jika
saya boleh tahu nama asli tolong dihubungi lewat
Japri.

Mas Kursus, saya memang menggunakan nama asli dan
benar yang pernah bertugas di DIEA. Terimakasih masih
mengingat saya. Dimana sekarang Mas Kursus bertugas ?
Mudah-mudahan masih tetap bersemangat sebagaimana
waktu bertugas di DEIA.

Saya sependapat dengan saran dari Bapak Pakerti Hutomo
Kinaryo agar para pembuat aturan dan pengambil
keputusan agar lebih berhati-hati. Mengenai definisi
korupsi memang sesuai bunyi undang-undang seperti itu,
tapi apakah masuk akal sehat jika ada seseorang yang
mau melakukan korupsi untuk memperkaya orang lain yang
 tidak ada hubungan sama sekali (baik hubungan pribadi
maupun keterkaitan kepentingan). Masalah ini perlu
kita bahas lebih jauh.

Kepada saudara "yondi_l", terimakasih atas
tausyiahnya. Pasti bermanfaat buat kita semua.

Wasalam


tardjani.blogspot.com

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke