Saya sependapat dengan ekoadadisini, bahwa tidak semestinya kita
memberikan pendapat yang cenderung bernada minor kepada rekan-rekan kita yang
protes terhadap kebijakan,aturan yang merugikan atau membuat mereka tidak
nyaman. Seperti masalah TC 50% bagi yang tugas belajar, kasus D4 yang
dibatalkan dll. Saya dulu aja gemes banget baca komentar yang menyudutkan QQ,
apalagi QQnya sendiri yaaa
Saya teringat ketika terjadi mutasi di DJPBN kita ini Agustus 2006 lalu.
Banyak dari rekan prodip di kantor saya yang dipindahkan ke wilayah timur di
Papua dan Maluku. Walaupun saya yakin mereka sudah faham dengan konsuekuensinya
sebagai pegawai DJPBN, tapi tak urung kepindahan tersebut cukup membuat down
juga. Bahkan ada rekan yang berniat keluar dari DJPBN segala.
Saya yang termasuk yang pindah ketika itu. Kepala Kanwil kami saat itu (Bapak
Soritaon Siregar) mengetahui kegundahan kami dan saya sangat terkesan dengan
cara beliau menyikapi kegundahan kami. Kami dikumpulkan dan disuruh
menyampaikan unek2 nya satu persatu, apa yang memberatkan, dan memberi saran
yang membantu kami untuk berfikir jernih. Tentu saja kami tetap pindah tapi
setidaknya hal itu membuat kami lebih tenang dan bertindak dengan kepala yang
lebih jernih.
Itu sebenarnya yang diperlukan rekan2 kita yang lagi mendapat kekecewaan dan
ketidaknyamanan :empati dan memberi solusi atau saran yang tidak
mendiskreditkan. Wajar sekali jika mereka kecewa atau marah dengan keadaan,
tapi bantulah untuk berfikir lebih jernih dalam menghadapi masalah tersebut. We
are DJPBN's family
---------------------------------
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]