Setuju banget mas rahmat, hampir semua suporter kesebalasan di Indonesia baik
itu di Ligina, divisi 1 dan Divisi 2 semuanya atraktif. Tapi yang perlu
diperbaiki adalah sikap atraktif itu masih berlangsung jika tim yang didukung
(especially tim tuan rumah) masih menang.. but misalnya ketika pada babak ke 2
tim nya tertinggal 2 kosong, kayaknya sikap atraktif itu sudah mulai luntur,
ujung2nya setelah berakhirnya pertandingan (timnya tetap kalah) bukan atraktif
but anarkis. Jadi meminjam kriteria mas rahmat (kriteria suporter terbaik saya
kira dilihat dari ketertiban dan kemeriahan atraksi yang ditampilkan) maka
kemeriahan atraksi itu harus ditunjukkan selama pertandingan eventhough tim nya
kalah dalam pertandingan dan pulang dengan tertib dan kepala tegak.
Menurut surat edaran Mendagri klub-klub ligina hanya dikasih dispensasi
menggunakan dana APBD hanya sampai pada TA 2007. Dari sisi keuangan negara
apakah klub ligina tidak boleh menggunakan dana APBD? klo ga salah Depdagri
mempersoalkan alokasi itu karena alokasi untuk klub dimasukkan ke dalam belanja
bantuan sosial. klo ga salah dari segi keuangan negara or GFS (Government
Financial Statistic) alokasi untuk klub ligina tidak boleh masuk anggaran
belanja bantuan sosial. karena kriteria bantuan sosial sudah jelas (mengacu
kepada permenkeu 91/2007 tentang bagan akun standar) yaitu transfer uang atau
barang yang diberikan kepada masyarakat guna melindungi dari kemungkinan
terjadinya resiko sosial. nah apakah subsidi ke klub ligina bisa dimasukkan ke
dalam klasifikasi jenis belanja lainnya? (pegawai, barang, modal, pembayaran
bunga utang, subsidi, hibah, belanja lain-lain).
mohon tanggapan rekan-rekan milis untuk menanggapi. coz persibo tahun ini mau
masuk ligina and kayaknya bergantung banget ama APBD. sayang sekali klo ga jadi
ikut, siapa tau persibo menjadi kekuatan baru dalam kancah sepakbola Indonesia,
like persik and manchester city ...
rahmatan_lil_alamin" <[EMAIL PROTECTED]>
Sekadar nanggepin aja nih buat poin (1)
Kalo gitu gak adil donk kalo semifinal n final Copa Dji Sam Soe
dilaksanakan di jakarta. Mustinya partai Persija vs Persipura harus
dilakukan di tempat netral, misalnya Surabaya or Makassar...
Kalau hitungannya jumlah penonton sih gak perlu pake aksi kreatif,
tinggal bagi2 kaos oranye sama orang2 terus masukin sebanyak2nya ke
stadion..dijamin jadi suporter terbaik :D
Kriteria suporter terbaik saya kira dilihat dari ketertiban dan
kemeriahan atraksi yang ditampilkan
Regards
rahmat
Arief Setyo Budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Buat mas sandal jepit.. thank for the topic.. This is my opinion, maybe its
wrong
why jak mania become best supporter
1. Untuk menentukan suatu pemenang, panitia penyelenggara memakai beberapa
kriteria. Mungkin panitia memilih jak mania karena mereka selalu hadir dalam
setiap pertandingan dengan jumlah yang banyak. so mereka menggunakan
Indikator nominal jumlah penonton yang menyaksikan pertandingan di stadion.
yang menjadi perntayaan apakah ukuran itu hanya untuk semifinal or dari babak
awal sampai final? klo hanya untuk semifinal tentu saja jak mania yang banyak
coz di kandang sendiri, bagaimana jika semifinal dilakukan di bojonegoro and
persibo ikut semifinal copa dji sam soe? tentu saja suporter boro mania pasti
yang menjadi suporter terbaik, karena mereka akan memenuhio stadion. semua itu
jika hanya nominal jumlah penonton yang dipakai untuk menentukan suporter
terbaik.
2. Menurut pendapat saya, mungkin saja ini salah. untuk menentukan suporter
terbaik, banyak faktor yang harus dipakai, nominal, sikap dalam stadion,
memberi kenyamanan kepada kelompok suporter lainnya dengan baik, pulang pergi
tertib, tidak mengakibatkan macet, memattuhi rambu2 lalu lintas, membawa
anak-anak dan istri (cermin dari kenyamanan stadion), tetap tertib dan semangat
mendukung timnya walaupun kalah and so on.
3. Untuk pemain yang mengeluarkan kaosnya, mungkin itu lebih disebabkan
karena kenyamanan aja, dan ga semua pemain lokal kayak gitu. Saya termasuk
pemain (spesialis pengganti) yang suka mengeluarkan kaos, karena lebih nyaman.
Jika seorang pemain merasa nyaman tentu saja akan berpengaruh terhadap
penampilannya dilapangan. Disamping itu mengeluarkan kaos bisa jadi merupakan
idealisme pemain itu. And mengeluarkan kaos mungkin tidak ada kaitannya dengan
perilaku or etika pemain. Klo ga salah, mengeluarkan kaos ketika masuk lapangan
tidak melanggar peraturan, so as long as the rule menerima why not. Lebih baik
kita melihat aksi individu pemain seperti alexander pato dari pada melihat
pemain yang rapi tapi penampilannya tidak seperti Didier Drogba.
sandall jepid <[EMAIL PROTECTED]> wrote: akhirnya
selesai
juga.....................
yaa yaa copa dji sam soe akhirnya selesai juga
mengesankan bahkan menggembirakan
tim-tim bermain dengan baik
cuma y jadi pertanyaan..
semua dah bagus cuma sedikit yang mengganjal di hati butuh temen2 kasih komen,
beda pendapat dah bisa kok...
1. Kenapa THE JAK y dapat sebagai suporter terbaik ya?
pdhl bikin onar di semifinal... kerusuhan, ribut dengan supoter tamu, ga
trima kekalahan..
kira-kira atas dasar apa ya panitia memilihnya..
2. Kenapa pemain di kita begitu masuk lapangan menggantikan pemain yang kluar
langsung ngluarin
bajunya( kaos)... bukan biar rapi dan sebagai tanda kalo kaos ditarik
lawan kan jadi ktauan..
yaa bagi milis yang suka/peduli bola bisa deh kitas bahas sebentar ok?
HIDUP....... BOLA INDONESIA !!!!!!!!
__________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]