Sekadar menginformasikan, Selasa (08-01-08) malam sampai dengan Rabu
(09-01-08) malam, saya mendapat kehormatan mengawal Yth Bapak
Sesditjen Perbendaharaan menunaikan sebuah penugasan ke Banjarmasin.

Seperti yang dikehendaki dan diharapkan Beliau, selama penugasan di
Banjarmasin, beliau tidak bertemu dengan salah seorang pegawai atau
pejabat Ditjen Perbendaharaan pun, kecuali pada saat menunggu pesawat
yang akan membawa Beliau kembali ke Jakarta, Beliau berpapasan dengan
beberapa pejabat Ditjen Pebendaharaan yang akan menikmati libur
panjang ke kampung halamannya di Jawa atau pulau lainnya dengan
pesawat yang sama.

Jadai, menikmati fasilitas kantor atau pelayanan dari rekan dan
bawahannya di daerah, MANA SEMPAT ??



--- In [email protected], "carlin_prince"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tulisan ini didasari oleh keprihatinan atas miskinnya jiwa para
> pejabat kita yang sering sekali menggunakan momen kunjungan ke
daerah
> sebagai sarana korupsi secara tidak langsung. Dengan kunjungan ke
> daerah sebenarnya para pejabat itu telah memaksa para bawahannya di
> daerah melakukan korupsi demi menjamu kedatangan mereka atas nama
> "MEMULIAKAN TAMU'.Para pejabat ini sering sekali merasa BUTA
matanya,
> sehingga ketika ia dibayari makan, dibayari Hotel, atau bahkan
> DISANGONI,tanpa perasaan bersalah ia menerima itu. Oleh karena itu
> sebagai wujud dari Semangat Reformasi Birokrasi di negeri ini
> hendaknya kita ubah cara pandang kita mengenai kunjungan pej

Kirim email ke